Friday, 20 Jul 2018
Temukan Kami di :
Teknologi

NASA Tangkap Suara Aneh Dari Batuan di Luar Angkasa

Indah Pratiwi - 16/12/2017 11:06

Beritacenter.com - Para ilmuwan NASA berusaha mendengarkan sinyal dari batuan antariksa, bernama ‘Oumuamua' dengan teleskop radio terbesar di dunia. Sejumlah tokoh mengatakan bahwa objek aneh itu mungkin merupakan pesawat alien atau penghuni luar angkasa.

Dengan teleskop Green Bank di West Virginia untuk mengamati objek tersebut selama sepuluh jam pada Rabu dari pukul 20.00 GMT (03.00 WIB), Sabtu(16/12).

Para ahli mendengarkan ada sinyal elektromagnetik yang tidak lebih kuat dari pancaran ponsel, dan tidak dapat diproduksi oleh objek langit alami. Para ilmuan beranggapan bahwa itu akan bisa membuktikan adanya keberadaan makhluk asing di luar angkasa.

Rupanya, sampai dengan ini para ilmuan belum berhasil membuktikan adanya sinyal buatan yang berasal dari objek tersebut. Akan tetapi butuh waktu yang lama untuk menganalisis data-data yang terkumpul.

“Yang paling menarik dari alam semesta adalah membuat kita bertanya-tanya tentang keberadaan makhluk di luar sana,” kata Andrew Siemion, direktur Berkeley SETI Research Center.

Dalam mengamati Breakthrough Listen Oumuamua di empat pita radio, yang mencakup miliaran saluran individual di kisaran 1 sampai 12 GHz. Instrumen tersebut mengumpulkan sebanyak 90 data mentah TB selama pengamatan dua jam terhadap ‘Oumuamua itu sendiri.

Sejauh ini, data dari penerima S-band meliputi frekuensi 1,7 sampai 2,6 GHz telah diproses. Analisis terhadap tiga pita lainnya sedang berlangsung.

Bentuk objek tersebut tidak bulat seperti asteroid umumnya. Selain itu, ‘Oumuamua melayang dengan sangat ‘bersih’, tanpa memancarkan awan debu luar angkasa yang biasanya terdapat di sekitar asteroid.

Setelah diteliti, objek itu terbuat dari sesuatu yang padat, mungkin batu, tetapi bisa juga logam. Seorang astronom mengklaim bahwa ‘Oumuamua kemungkinan merupakan pesawat luar angkasa asing yang rusak dan terguling dalam tata surya.

"Saran saya, seperti dalam dialog apa pun, adalah pertama-tama kami mendengarkan dan melakukan yang terbaik untuk memahami apa yang kami dengar. Jika kami sudah mengetahuinya, kami bisa memutuskan tindakan selanjutnya,” ungkap Profesor Avi Loeb, Profesor Astronomi di Universitas Harvard.



Berita Lainnya

Robot Kecoa Mempermudah Kerja Para Insinyur Segera Dirilis

19/07/2018 17:04 - Sari Intan Putri Fatimah

Google Terancam Denda Rp72 Triliun

19/07/2018 14:20 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA