Friday, 20 Jul 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Komplotan Jual Mobil Dengan Surat Palsu Diringkus Polisi

Indah Pratiwi - 16/12/2017 08:58

Beritacenter.com - Komplotan penipu dan pemalsu surat-surat kendaraan yang selama ini beraksi di Ibu Kota dibekuk polisi. Polisi meringkus para pelaku yang masing-masing berinisial SA (52), THS (49), BW (33), SG (48), IS (56), SG (43), dan AT (44).

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, kasus ini terungkap saat Ditlantas dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggelar operasi kendaraan bermotor di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu(16/12).

Operasi itu merazia salah satu mobil menggunakan surat tanda nomor kendaraan (STNK) palsu. Setelah ditelusuri, kendaraan tersebut ternyata titipan dari tersangka SA.

"Saat itu petugas mendapati pengendara yang membawa mobil Toyota Avanza dengan STNK palsu," ujar Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

Di lain tempat, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, tersangka SA ditangkap di kawasan Kota Tangerang. Hasil pengembangan dilapangan, penangkapan SA, polisi kemudian meringkus pelaku lain yang terlibat dalam penipuan tersebut.

"Dari pengakuan tersangka SA, mereka sudah melakukan jual beli kendaraan berbagai jenis yang status kendaraannya masih kredit dan menunggak," tutur Nico.

Rupanya, pelaku melakukan penjualan mobilnya dengan merayu calon pembeli dengan menjual kendaraan harga murah atau setengahnya dari harga normal. Pembayaran bisa dilakukan dalam dua tahap sehingga calon pembeli semakin tergoda.

Pembayarannya biasanya sekitar 50-60% dan menjanjikan bisa langsung balik nama kepada pembeli. Untuk buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) akan diserahkan setelah dilakukan pembayaran tahap kedua yakni setelah 4-5 tahun kemudian.

“Misalnya mobil seharga Rp300 juta, dijual dengan harga Rp150 juta. Tapi korban tidak diberitahu kalau itu kendaraan over kredit. Setelah surat-surat palsu diberikan, uang diterima, pelaku menghilang," katanya.

Para pelaku kini dijerat dengan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dengan ancaman hukuman penjara selama enam tahun ditambah dijerat Pasal 480 dan 481 KUHP tentang Penadahan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

 



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA