Friday, 20 Jul 2018
Temukan Kami di :
Internasional

HRW Kecam Pemerintah Tiongkok Paksa Jutaan Muslim Uighur Diambil DNA

Indah Pratiwi - 13/12/2017 16:47

Beritacenter.com - Organisasi Human Rights Watch(HRW) atau kelompok Hak Asasi Manusia menduga bahwa pihak berwenang Tiongkok telah melakukan pengumpulan sampel DNA, sidik jari dan data biometrik terhadap 11 juta warga minoritas Muslim Uighur yang sering mengalami serangan kekerasan dari otoritas keamanan setempat.

Dikutip dari The Guardian, HRW mengatakan bahwa para pihak berwenang setempat melakukan pembangunan database pemindaian iris dan golongan darah untuk setiap orang Uighur yang berusia antara 12 dan 65 di Xinjiang dan melakukan kontrol di tempat yang disebut "Penjara Terbuka".

Baca Juga: Kisah Tragis Pelarian Etnis Muslim Uighur Diusir Dari Negaranya

"Data tersebut dapat digunakan untuk pengawasan terhadap orang-orang atas dasar etnisitas, agama, pendapat atau hak-hak lain yang dilindungi seperti kebebasan berbicara", menurut Human Rights Watch seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (13/12/2017).

Selain itu, pemerintah kota setempat melakukan pemeriksaan dengan melakukan uji tes yang dirancang untuk mentransmisikan data biometrik terhadap warga Uighur.

Sudah hampir 19 juta orang telah mengikuti ujian kesehatan yang disebut Physicals for All, pada 2017 berdasarkan laporan kantor berita Xinhua. Bagi orang-orang yang bertekad untuk menjadi "personel fokus" sebuah eufemisme yang dipandang pemerintah sebagai berbahaya lantaran data mereka akan dikumpulkan tanpa memandang usia.

"Data bankir wajib dari biodata seluruh populasi, termasuk DNA, adalah pelanggaran berat terhadap norma hak asasi manusia internasional," kata Sophie Richardson, direktur China Human Rights Watch.

"Ini bahkan lebih mengganggu jika dilakukan dengan diam-diam, dengan kedok program perawatan kesehatan gratis," sambungnya.

"Pihak berwenang Xinjiang harus mengganti nama proyek ujian fisik mereka dengan 'Privacy Violations for All', karena persetujuan dan pilihan tampaknya tidak menjadi bagian dari program ini," tukasnya.

Kota Xinjiang adalah bagian China yang paling super ketat dikontrol oleh pihak berwenang setempat terhadap minoritas Uighur. Pengawasan ini terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

 

 



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA