Friday, 20 Jul 2018
Temukan Kami di :
Nasional

Terus Ditekan dan Diancam, Masyarakat Balingga Papua Minta TNI/Polri Tindak Tegas Kelompok KKB

Anas Baidowi - 13/12/2017 08:14

Beritacenter.COM - Masyarakat Balingga, Kabupaten Lanny Jaya, Papua, sudah resah dengan ulah KKB pimpinan Purom Wenda yang telah menguasai wilayah tersebut, dan warga ditekah sehingga seluruh aktifitas pembangunan perekonomian dan pendidikan tidak berjalan. Parahnya lagi, warga dilarang melakukan perayaan Natal dengan ancaman yang mereka buat.

Anggota DPRD Lanny Jaya, Andur Tabuni mengatakan, pimpinan dan anggota Dewan Lanny Jaya merasa, sudah saat nya TNI/Polri mengambil tindakan tegas terhadap kelompok kriminal bersenjata yang sangat meresahkan warga masyarakat dan Pemda Lanny Jaya, terkhusus masyarakat di wilayah Balingga.

Menurutnya, pada sidang-sidang dewan, masyarakat mengusulkan proyek pembangunan ke wilayah Balingga, namun bagaimana proyek bisa masuk kesana jika tidak ada jaminan keamanan akibat ulah dari KKB.

"Sudah lebih dari satu tahun kelompok Purom Wenda bermukim di Balingga. Akibatnya, pembangunan, perekonomian, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, semua lumpuh total," jelas Andur, Selasa (12/12).

ang paling meresahkan dan membuat pihaknya minta aparat TNI/Polri segera ambil tindakan adalah, kelompok Purom Wenda menghalang-halangi masyarakat yang ingin melaksanakan Ibadah Natal.

“Masyarakat tidak bisa ibadah Natal karena dilarang mereka ancam dibatalkan. Apalagi kegiatan pembangunan, tidak bisa sama sekali. Masyarakat benar-benar hidup di bawah tekanan kelompok ini,” ujarnya.

Andur mengaku sangat kesal karena kelompok Purom Wenda ini, bukan masyarakat asli Balingga, tetapi datangnya dari wilayah lain dan menguasai Balingga. Kelompok ini, kata Andur, sudah bertekat untuk menghambat pembangunan Lanny Jaya dan mereka sudah terang-terangnan menyerang Polres Lanny Jaya. Jika terus dibiarkan, mereka akan terus menyerang ke semua lini pemerintahan.

“Masyarakat Balingga sangat mendukung aparat TNI/Polri masuk ke Balingga dan bersihkan kelompok ini. Masyarakat bersedia pindah ke seberang kali, agar memudahkan aparat TNI/Polri masuk dan bersihkan kelompok-kelompok meresahkan dan penghambat pembangunan ini,” kata Andur tegas.

Andur menambahkan, jangankan ojek, mobil pun susah masuk ke wilayah Balingga karena keberadaan kelompok Puron Wenda yang telah menguasai wilayah itu. “Saya sedih melihat warga saya di Balingga berada di bawah tekanan dan ancaman kelompok Purom Wenda,” tambahnya. Karena itu, ia berharap Pangdam Cenderawasih dan Kapolda Papua segera mengambil tindakan tegas dengan mengirimkan anggotanya ke wilayah Balingga, dan memulihkan keamanan wilayah itu.



Berita Lainnya

KPU "Tolak" 120 Berkas Bacaleg PBB

20/07/2018 20:38 - Indah Pratiwi

Ketum MUI Akui Siap Jadi Pendamping Jokowi

20/07/2018 14:55 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA