Monday, 28 May 2018
Temukan Kami di :
Internasional

Trump Resmi Umumkan Status Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel

Saya telah menetapkan bahwa sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Presiden sebelumnya telah membuat janji kampanye besar ini, mereka gagal menyampaikannya. Dan hari ini, saya melakukannya

Hiliyah Azizah - 07/12/2017 07:52

Beritacenter.com - Hari ini Kamis (7/12) secara resmi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa AS mengakui Yerusalem sabagai ibu kota Israel. Trump mengatakan bahwa keputusannya itu pada dasarnya merupakan 'langkah yang telah lama terlambat'.

"Saya telah menetapkan bahwa sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Presiden sebelumnya telah membuat janji kampanye besar ini, mereka gagal menyampaikannya. Dan hari ini, saya melakukannya," ujar Presiden Trump sebagaimana dikutip dari The Guardian Kamis (7/12/2017).

Dalam pidatonya, Trump memastikan Kedutaan Besar AS akan segera dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem. Trump berdalih bahwa keputusan ini juga merupakan salah satu upaya untuk mencapai perdamaian antara Palestina dan Israel.

"Amerika Serikat mendukung solusi dua negara jika disetujui oleh kedua belah pihak. Kami tetap berkomitmen untuk membantu memfasilitasi kesepakatan damai yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Saya berniat melakukan segalanya dengan kekuatan saya untuk membantu menempa kesepakatan itu," imbuhnya.

Berdasar laporan IBTimes, keputusan Trump mendapatkan banyak penolakan dari negara-negara lain. Raja Arab Saudi, Salman Abdulaziz yang merupakan sekutu dekat AS mengatakan, deklarasi Yerusalem akan "membahayakan proses perundingan perdamaian dan ketegangan eskalasi di wilayah ini (Timur Tengah)."

Lalu Presiden Turki, Recep Tayyip Erdo?an mengatakan bahwa langkah tersebut akan "dimainkan oleh tangan-tengan kelompok teror". Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson menyampaikan rasa keprihatinan atas keputusan tersebut. Tak ketinggalan, Indonesia melalui Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, keputusan AS tersebut dapat berdampak besar terhadap proses perdamaian antara Palestina dan Israel.



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA