Sabtu, 20 Januari 2018 - 16:01 WIB

Tanpa Kepolisian Tidak Akan Ada Hari Pahlawan

“Tanpa peran M. Jasin dan Pasukan Polisi Istimewa tidak akan ada peristiwa 10 November.”

Oleh : Adam Khan | Jumat, 10 Nopember 2017 | 14:23 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


BeritaCenter.COM - Peran Polisi tidak pernah diungkit-ungkit dalam peristiwa Hari Pahlawan, padahal peran Polisi sangat utama dan strategis dimana tanpa Polisi tidak ada yang namanya Hari Pahlawan yang sekarang setiap tahun kita peringati.

10 November 1945 diabadikan dalam sejarah bangsa dan diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peristiwa ini terjadi di Surabaya dan di kota Pahlawan ini Polisi pernah melaksanakan “Proklamasi Polisi” Dalam ejaan lama.

“Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Polisi sebagai Polisi Repoeblik Indonesia,” Soerabaja, 21 Agoestoes 1945Atas Nama Seloeroeh Warga Polisi, Moehammad Jasin – Inspektoer Polisi Kelas I.

Proklamasi Polisi itu merupakan suatu tekad anggota Polisi untuk berjuang melawan tentara Jepang yang masih bersenjata lengkap, walaupun sudah menyerah. Proklamasi itu juga bertujuan untuk meyakinkan rakyat bahwa Polisi adalah aparat negara yang setia kepada Republik Indonesia yang berjuang bersama rakyat dan bukanlah alat penjajah. Ketika menjadi insiden bendera, 19 september 1945, Polisi Pimpinan Moehammad Jasin bergerak cepat mereka menyatu dengan rakyat.

Jenderal TNI Muhammad Wahyu Sudarto – Pelaku 10 November 1945, menyatakan:

“Saya hanyalah bagian dari sejarah perjuangan tanah air. Itu pun Cuma di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Sebetulnya pada “Peristiwa Surabaya” ada tokoh yang lebih hebat tetapi di mana kini tidak banyak yang kenal. Namanya Moehammad Jasin, orang Sulawesi Selatan. Jika beliau tidak ada, Surabaya tidak mungkin seperti sekarang. Beliau adalah Komandan Pasukan Polisi Istimewa. Kalau tugas Bung Tomo adalah “memanas-manasi rakyat”, Pak Jasin ini memimpin pasukan tempur. Kesatuannya boleh dibilang kecil, cuma beberapa ratus orang saja. Itu sebabnya mereka bergabung dengan rakyat. Kalau rakyat sedang bergerak, di tengah-tengah selalu ada truk atau panser milik Pasukan Polisi Istimewa lengkap dengan senjata mesin. Melihat Rakyat bak gelombang yang tak henti-henti itu, Jepang yang waktu itu sudah kalah dari Pasukan Sekutu menyerah kepada RI dan intinya adalah Pak Jasin.
Demikian pula kala Inggris (Sekutu) mendarat di Surabaya. Bila tidak ada Pak Jasin, arek-arek Suroboyo tidak bisa segalak itu. Pasukan Inggris datang pertama kali dengan satu brigade pada 28 Oktober 1945. Namun, setelah mereka terdesak, secara bertahap mendarat lagi empat brigade.”

Polisi Istimewa (PI) adalah jelmaan dari CSP (Central Special Police). Apalagi, pada Agustus 1945 itu, hanya Polisi yang masih memegang senjata. Karena, setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, penguasa Jepang di Indonesia membubarkan tentara PETA dan Heiho, sedangkan senjata mereka dilucuti. Soetamo (Bung Tomo), pemimpin Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI) yang juga salah satu pejuang terkemuka dalam peristiwa 10 November 1945 di Surabaya, menyatakan :

“PETA diharapkan dapat mendukung perjuangan di Surabaya tahun 1945 , tetapi PETA membiarkan senjatanya dilucuti oleh Jepang, untung ada Pemuda M. Jasin dengan pasukan-pasukan Polisi Istimewanya yang berbobot tempur mendukung dan mempelopori perjuangan di Surabaya.”

Pasukan Polisi Istimewapun pada saat itu diperintahkan oleh Jepang untuk menyerahkan senjatanya, karena Jepang ditugaskan oleh sekutu untuk menjaga dan memelihara keamanan di Indonesia agar sekutu dengan aman dapat menginjakkan kakinya di bumi Indonesia. Namun secara tegas Polisi menolak perintah tersebut sehinga pada masa itu hanya Polisi yang memiliki persenjataan sedangkan kesatuan lain tidak ada.

Hal ini juga ditegaskan oleh Jenderal TNI AD SUDARTO ex. TRIP dan pelaku 10 Nop 1945 sbb:

“Omong kosong kalau ada yang mengaku di bulan Agustus 1945 memiliki kesatuan bersenjata. Yang ada pada waktu itu hanya pasukan-pasukan Polisi Istimewa pimpinan M. JASIN, bahkan ia menyatakan bahwa tanpa peran pasukan pasukan Polisi Istimewa dibawah pimpinan M. JASIN tidak akan ada peristiwa 10 Nopember 1945.”

Pernyataan itu menunjukkan bahwa jika pertempuran itu berlangsung tanpa dukungan dan kepeloporan Pasukan Polisi Istimewa, niscaya patriotisme perjuangan rakyat di Surabaya tidak akan seheroik apa yang tercatat dalam sejarah.

Hal itu juga dikuatkan dalam pidato peresmian Monumen Perjuangan Polisi Republik Indonesia di Surabaya yang disampaikan oleh Pangab RI, Jenderal (TNI) Tri Surtrisno pada 2 Oktober 1988, “Kekuatan Pasukan Polisi Istimewa pimpinan M. Jasin harus dikaji oleh seluruh bangsa Indonesia.”

Lebih lanjut Jendral (TNI) Tri Sutrisno mengatakan, “Tindakan Inspektur I Moehammad Jasin untuk mempersenjatai Rakyat Pejuang telah memberikan andil yang cukup besar dalam gerak maju para pejuang kemerdekaan di Surabaya, yang kemudian mencapai puncaknya dalam pertempuran heroik di Surabaya tanggal 10 Nopember 1945”.

Persenjataan yang dibagikan oleh Polisi ini didapat dari gudang-gudang senjata tentara Jepang yang diserbu dan direbut secara paksa maupun dengan perjanjian penyerahan senjata dengan jaminan keselamatan tentara Jepang karena mereka sudah amat terdesak hingga menyerah. Dalam perjanjian penyerahan senjata ini, M. Jasin hadir sebagai wakil dari pihak Indonesia dan menjamin keselamatan jiwa tentara Jepang yang menyerah.

Seperti yang tercatat dalam buku Soetjipto Danoekoesoemo, "Hari-Hari Bahagia Bersama Rakyat". Tiga peleton tentara Jepang menyerahkan senjata kepada Polisi Istimewa Seksi I dengan syarat keselamatan mereka dijamin, pada 1 Oktober 1945.

Pada 2 Oktober 1945, di Gedung General Electronics di Kaliasin Jepang menyerahkan senjata setelah terjadi pertempuran sengit dengan Tim Polisi Istimewa di bawah pimpnan Soetjipto Danoekoesoemo. Dalam pertempuran ini tentara Jepang mengeluarkan senjata-senjata mitraliur.

Pada Hari yang sama, M. Jasin yang bersama Soetomo (Bung Tomo) yang mewakili pihak Indonesia berhasil menandatangani perjanjian penyerahan senjata untuk membuka gudang Arsenal tentara Jepang yang terbesar se-Asia Tenggara di Don Bosco-Sawahan, Surabaya. Pelucutan ini diawali dengan perlawanan sengit tentara Jepang. Setelah terjadi tembak-menembak sengit dan menelan korban jiwa barulah Jepang menyerahkan senjata.

Pada akhirnya tentara Jepang menyerahkan seluruh persenjataan, termasuk tank dan panser kepada Polisi Istimewa. Polisi Istimewa kemudian membagi-bagikan senjata tersebut kepada rakyat dan pemuda dalam organisasi perjuangan. Segera setelah itu, Surabaya dibanjiri senjata api dari berbagai jenis yang digunakan untuk menghadapi pasukan Inggris dan Belanda pada peristiwa Hari Pahlawan.
Dalam pertempuran-pertempuran melawan tentara Jepang, Abdul Radjab ex TRIP, pelaku 10 Nopember 1945, menyatakan: “Pasukan-pasukan Polisi Istimewa bertempur melawan Tentara Jepang dengan gagah berani”

Selain membagikan senjata, Polisi Surabaya juga giat melatih perang para pemuda dan rakyat dalam menghadapi serangan tentara sekutu. Mempersenjatai rakyat pejuang sekaligus gerakan pembinaan kemiliteran dan pelatihan tempur yang dipelopori oleh Kesatuan Polisi Istimewa ini secara langsung sangat berpengaruh hingga tersusunnya kesatuan-kesatuan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kemudian berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dari pembinaan kemiliteran dan pelatihan tempur tersebut membuat Jenderal TNI/AD Sukanto Sayidiman menyatakan, "Pak Jasin dan Pasukan Polisi Istimewa adalah guru dan pelatih kami."

Adanya Kepolisian di Indonesia sejak awal kemerdekaan sebelum adanya kesatuan bersenjata lainnya juga membuat DR. H. Ruslan Abdulgani eX TRIP dan tokoh pejuang yang turut berperan aktif dalam Palagan 10 November 1945 ini mengatakan bahwa "Pasukan Polisi Istimewa lahir lebih dulu dari yang lain".

Keterlibatan M. Jasin sebagai pasukan Polisi Istimewa dalam peristiwa heroik itu jelas tidak diingkari oleh semua tokoh pejuang yang terlibat. Bahkan seorang Jenderal TNI AD, Abdul Kadir Besar SH, juga menyatakan, “Saya berani mempertanggungjawabkan pemberian kedudukan bagi Moehammad Jasin sebagai Singa Pejuang Republik Indonesia berdasarkan jasa-jasanya.”
Penyataan senada diberikan juga oleh seorang tokoh penting peristiwa 10 November 1945, DR. H. Roeslan Abdulgani, yaitu : “M. Jasin dan Polisi Istimewa yang dipimpinnya adalah modal pertama perjuangan di Surabaya.”

Demikian Pula pernyataan Jenderal (TNI) Moehammad Wahyu Soedarto, seorang tokoh yang terlibat dalam peristiwa heroik itu, yaitu : “Tanpa peran M. Jasin dan Pasukan Polisi Istimewa tidak akan ada peristiwa 10 November.”

Kehebatan Pasukan Polisi Istimewa dalam arena perjuangan Surabaya bukan hanya dikagumi kawan tapi juga disegani oleh lawan. Hal ini terdapat dalam pernyataan resmi dari Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan (Ministerie van Onderwijs en Wetenschappen) Pemerintah Belanda, oleh Van der Wall.

“De Poelisi Istimewa, de gewezen Poelisi Istimewa guderende de Japanse tijd, onder leiding van M. Jasin is niets anders dan een Militaire strijd kracht.” (Polisi Istimewa, Mantan Polisi Istimewa diwaktu Jepang, pimpinan M. Jasin tidak lain adalah satu kekuatan tempur militer).

Jenderal Polisi Dr. H. Mohammad Jasin yang dikenal sebagai Bapak Brimob Polri menghembuskan nafas terakhir pada hari Kamis, tanggal 3 Mei 2012 di RS Polri Kramat Jati pada usia 92 tahun. Almarhum dimakamkan di Taman makam Pahlawan Kalibata. Untuk mengenang jasa-jasa perjuangan beliau, nama Muhammad Jasin diabadikan sebagai nama jalan di depan Mako Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Setelah melalui tahapan pengusulan, akhirnya Alm. Komisaris Jenderal Polisi Dr Moehammad Jasin, memperoleh gelar PAHLAWAN NASIONAL dari Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden nomor : 116/TK/Tahun 2015 pada tanggal 5 November 2015. Presiden memimpin langsung upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tersebut. Pemberian gelar ini seiring dengan peringatan Hari Pahlawan tahun 2015 yang mengusung tema, "Semangat Kepahlawanan adalah Jiwa Ragaku".

Sumber:
Memoar Jasin Sang Polisi Pejuang
Meluruskan Sejarah Kelahiran Polisi Indonesia
Diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, 2010.

 






Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






21 menit yang lalu

Kapolri Beri Apresiasi Polres Jakbar Berhasil Ungkap 1 Ton Ganja

Beritacenter.COM - Kapolri Jendral Pol Muhammad Tito Karnavian mengaprisasi kinerja jajaran Polres Jakara Barat yang..
1 jam yang lalu

Asik Pesta Ganja - Tembakau Gorila, 10 Pemuda Digerebek Polisi

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polresta Bekasi berhsil menggerebek muda mudi yang sedang asik pesta ganja, pukul..
2 jam yang lalu

Inilah 3 Penyakit Yang Siap Merenggut Nyawa Anda, Jika Anda Hobi Selingkuh

Selingkuh bisa dibilang sebagai penyakit. Ini juga merupakan momok dalam sebuah hubungan.
2 jam yang lalu

Kapolda Jateng : Polisi Akan Kawal Kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur

Polda Jawa Tengah memberikan fasilitas pengamanan untuk pasangan calon yang ikut pemilihat kepala daerah, terutama..
2 jam yang lalu

Waduh !! Ular Sanca 4 Meter Muncul di Danau Sunter

Beritacenter.COM - Seekor ular sepanjang 4 meter ditangkap di Danau Sunter, Jakarta Utara. Ular itu pertama kali..
2 jam yang lalu

Jaksa KPK : Aliran Dana Untuk Setya Novanto Berliku-liku

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai membuka lapisan transaksi aliran uang terkait proyek KTP elektronik
2 jam yang lalu

KA Bandara Soekarno-Hatta ke Stasiun Batu Ceper Makin Murah, Dari 70.000 Menjadi Rp 35.000

Selain merubah skema harga tiket menjadi relatif pada stasiun tujuan, Railink juga mengumumkan bahwa per Jumat..
2 jam yang lalu

Kejagung Tak Lama Lagi Akan Tetapkan Tersangka Baru Dalam Kasus Korupsi Alat KB

Jaksa penyidik pada pidana khusus Kejaksaan Agung masih mengembangkan kasus dugaan korupsi pengadaan alat KB
3 jam yang lalu

Memanas, Pasukan Militer Turki Menyerang Pasukan Kurdi

Seperti kabar yang beredar, pasukan militer Turki mulai menyerang pasukan Kurdi yang berkumpul di daerah Afrin...
3 jam yang lalu

Astaga... Anak 8 Tahun di Surabaya Kecanduan Seks

Wali kota Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini miris melihat anak 8 tahun kecanduan Seks
3 jam yang lalu

Besok !! Presiden Jokowi Akan Resmikan Tol Trans Sumatera

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan meresmikan jalan tol Trans Sumatera Bakauheni -..
4 jam yang lalu

Video Persekusi Siswi SMP di Garut Membuat Gempar

Kasus persekusi semakin ramai terjadi di Indonesia
5 jam yang lalu

Advent Bangun Terkapar Dirumah Sakit, Kenapa ?

Advent Bangun terbaring di Rumah Sakit, karena penyakit gagal ginjal.
6 jam yang lalu

Astaga... Menahan Bersin Dapat Membuat Tenggorokan 'Pecah'

Menahan bersin itu bisa berakibat fatal
7 jam yang lalu

Ada Apa Dengan KPK, Periksa Ajudan Setnov Secara Diam-diam ?

KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap ajudan Setnov
7 jam yang lalu

Hebat... Anak Usia 18 Tahun, Mampu Ciptakan T-rex Mini

Seorang remaja berusia 18 tahun asal Purbayan, Kotagede, Yogyakarta ini justru mampu membuat T-rex yang lucu bahkan disenangi anak-anak
8 jam yang lalu

Impor Beras Adalah Pukulan Telak Pemerintah Kepada Petani, Kenapa ?

Harga beras terus meroket di pasaran, hampir seluruh wilayah mengalami kenaikan harga beras.
8 jam yang lalu

Tuna Netra Lebih Mudah Kenali Uang, Gara-gara Dosen Muda Ini

Dosen muda akuntansi Universitas Aisyah Yogyakarta Tri Hartono berhasil mendapatkan penghargaan bergengsi di bidang..
9 jam yang lalu

Video Polantas Suapi Kakek Gelandangan Viral, Kapolri Undang Bripka Yumanto ke Jakarta

Ketulusan hati Bripka Yumanto memperhatikan gelandangan sangat diapresiasi. Melalui video itu juga anggota kita..
9 jam yang lalu

Perlu Diketahui, Bakteri Gigi Berlubang Bisa Sebabkan Infeksi Jantung

Beritacenter.COM - Menjaga kesehatan mulut terutama gigi, tak hanya dapat menghindari timbulnya plak dan gigi..
10 jam yang lalu

Kedapatan Pesta Sabu, Oknum Pegawai Rutan Diciduk BNN

Beritacenter.COM - Diduga terkait narkoba, seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Rumah Tahanan Negara..
11 jam yang lalu

Belum Mau Bicara Tentang Sanchez, Mourinho : Dia Masih Pemain Arsenal

Beritacenter.COM - Pelatih Manchester United, Jose Mourinho memang mengakui jika skuad asuhannya tengah berupaya..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi