Wednesday, 20 Jun 2018
Temukan Kami di :

Menghina Presiden dan Kapolri Melalui Internet, Polisi Menangkap Pria Ini

Seperti yang terjadi di Jawa Timur. Jajaran Polda Jawa Timur telah berhasil mengamankan pelaku penghinaan terhadap presiden dan Kapolri bernama Haidar (21), Senin (9/10/2017). Haidar kerap mengunggah meme di Instagramnya yang memfitnah Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Sari Intan Putri - 11/10/2017 14:10

Beritacenter.COM - Manfaat internet dalam kehidupan sehari-hari sangatlah bervariasi. Namun, internet juga bisa menyebabkan pengguna internet (user) mendekam di penjara apabila melanggar aturan yang berlaku. Seperti misalnya menyebarkan berita palsu (hoax), menyebar ujaran kebencian dan memfitnah orang atau kelompok tertentu.

Seperti yang terjadi di Jawa Timur. Jajaran Polda Jawa Timur telah berhasil mengamankan pelaku penghinaan terhadap presiden dan Kapolri bernama Haidar (21), Senin (9/10/2017). Haidar kerap mengunggah meme di Instagramnya yang memfitnah Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung mengatakan, Haidar melakukan perbuatannya itu sejak 20 Juli hingga 24 September 2017.

"Ada 70 barang bukti yang kami amankan, seperti postingan dia hina Presiden (adalah) PKI, Pak DN Aidit seperti Kapolri. Semua macam-macam," kata Frans saat dikonfirmasi, Rabu (11/10/2017).

Selain menghina presiden dan Kapolri, Haidar juga kerap mengunggah pesan berkonten SARA dan ujaran kebencian. Frans menambahkan, Haidar memiliki ribuan pengikut di Instagram-nya. Karena itu, polisi menerapkan Pasal ITE.

"Pengikutnya itu sampai 7.825. Ini kan ruang publik, tidak boleh menyampaikan sesuatu di ruang publik," tegas dia.

"Di ruang publik anda boleh berekpresi silahkan, kirim makanan aja boleh, anda traveling aja boleh, selama tidak ada yang melapor enggak apa-apa, tapi ini ada yang melapor," tuturnya.

Atas perbuatan tersebut, Haidar dikenakan Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45A ayat 2 UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan atau Pasal 207 KUHP dan Pasal 208 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA