Sabtu, 20 Januari 2018 - 15:54 WIB

Tren Film G30S/PKI, Benarkah Ada Kepentingan Politik?

Oleh : Anas Baidowi | Minggu, 24 September 2017 | 09:05 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Isu kebangkitan PKI merebah disosial media, tudingan antar tokoh hingga menyentuh partai politik yang diyakini akan memanasnya pertarungan politik saat pemilihan presiden 2019 akan datang, lalu kenapa film G30S/PKI baru kali ini dibuat tren.

Berawal dari sikap panglima TNI yang mengadakan nobar film Penghianatan G30S/PKI, langkah tersebut diikuti sejumlah partai politik, yaitu PKS, PAN dan Golkar. Langkah tersebut diyakini sebagai cara untuk meraih dukungan politik.

Ketua Umum PAN, Zulkifli hasan membenarkan kemungkinan ada tujuan politik dibalik trennya film G30S/PKI. "Lah, kan filmnya sudah ada sejak lama. Bahwa ada kepetingnan segala macam, dalam politik dan macam-macam lah ya, biasa lah," tuturnya saat menggelar acara menonton film Pengkhianatan G30S/PKI di Hotel Mercure, Jakarta Utara, pada Kamis (21/9) lalu.

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera sudah memerintahkan pula adanya pemutaran serentak film G30S/PKI di DPRD seluruh provinsi dan kabupaten atau kota pada 30 September mendatang.
Kebangkitan PKI: Ada peluang atau isu 'omong kosong'?

Perlukah ada film G30S/PKI versi kekinian dan milenial?
Sukamta Mantamiharja, anggota DPR dari PKS menyebut ada beberapa indikasi peluang bangkitnya PKI.

"Di kampung saya (Solo), tempat orang atheis, komunis, sampai saat ini, orang orang ini masih tak percaya adanya Tuhan, kalau ketemu anak-anak kecil masih mengajari ideologi mereka, ini tak pernah padam... Mereka punya aktivitas kumpul-kumpul dengan berbagai modus," kata Sukamta.

"Ada indikator lain bahwa generasi baru yang punya ideologi seperti PKI itu jalan terus dan bergerak terus di Indonesia," tambahnya.

Sementara Golkar, lewat Sekjen Idrus Marham, sudah menyatakan bahwa partainya berada di posisi terdepan dan mendukung penuh untuk pembelajaran agar peristiwa itu tak terulang lagi.

Lewat akun Twitter-nya, Partai Golkar sudah menyampaikan bahwa film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI akan ditayangkan di TVOne, stasiun televisi yang dimiliki oleh Ketua Dewan Pembina Golkar, Aburizal Bakrie, pada 30 September nanti.

Meski begitu, baik sejarawan Asvi Warman dan tokoh Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, sudah mengatakan bahwa isu 'kebangkitan PKI' sarat politik.

"Mengapa (isu ini di) Indonesia diangkat, karena ada tujuan politik, karena Jokowi (Presiden Joko Widodo) juga jadi sasaran. Tapi itu tak ada dampak apa-apa asal dijelaskan ke publik, dijelaskan bahwa komunisme sudah runtuh," ujar Syafii.

Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, juga sudah memerintahkan pemutaran film itu di kalangan TNI 'agar bangsa tidak melupakan sejarah kelam dan mencegah terulang kembali'.

Politisi PDIP, Effendi Simbolon, pun sudah menyampaikan kritiknya terhadap perintah Jenderal Gatot yang ditudingnya 'berpolitik' lewat pemutaran film G30S/PKI.

'Berlomba-lomba'

Menurut pengamat, isu PKI memiliki persamaan dengan isu terkait etnis Rohingya, karena sama-sama menggunakan sentimen keagamaan.

Bagi pengamat politik dan Direktur Lembaga Survei Indonesia, Dodi Ambardi, karena fakta-fakta seputar peristiwa 1965 tak pernah tereksplorasi secara penuh, maka isu ini menimbulkan penafsiran yang memunculkan baik sikap anti maupun simpati pada mereka yang dianggap korban.

"Dan itu betul-betul bisa membelah publik, berarti kan isu itu dianggap penting oleh publik.
Dalam konteks politik, publik itu kan pemilih. Karena ada yang simpati dan ada yang anti, itu menjadi peluang politik bagi partai.

Kalau kemudian ingin mendapatkan simpati, maka kemudian posisi yang ingin diambil oleh partai itu bukan mendapat fakta terlebih dulu baru berdebat, tetapi kira-kira, anginnya bergerak ke mana ya?" kata Dodi.

Selain itu, karena 'motor' pemutaran kembali film ini adalah TNI, maka Dodi melihat bahwa partai-partai yang mendukung pemutaran kembali 'tidak ingin konfrontatif dengan tentara'.

Tetapi Dodi belum yakin bahwa langkah PAN, PKS dan Golkar yang 'berlomba-lomba mengendarai gelombang anti-PKI ini' terkait pemilihan presiden 2019.

"Pada titik ini masih spekulatif dampaknya pada 2019. Mereka mencoba untuk melihat reaksi-reaksi publik dan reaksi-reaksi yang muncul di kalangan tentara, masih penjajakan," ujar Dodi.

Menurutnya, isu PKI memiliki persamaan dengan isu etnis Rohingya, keduanya sama-sama bersentuhan dengan sentimen keagamaan.

"Satu segmen besar umat Islam merasa bahwa PKI adalah musuh mereka, itu persamaannya. Yang bisa memobilisasi dalam skala masif itu isu PKI, isu agama, sementara isu-isu kesejahteraan relatif sekunder, partai-partai tidak menuju ke sana."

"Debat-debat tentang perburuhan, industri, selalu kalah dengan sektor-sektor agama. Ini cara paling gampang meraih simpati, orang mudah tersulut. Kalau isu buruh, butuh argumen panjang, perlu data, perlu rumusan kebijakan, itu kan agak panjang," tambah Dod dari Lembaga Survei Indonesia.

Menkopolhukam Wiranto, pada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, sudah mengakui bahwa isu komunisme sering 'ditunggangi kepentingan politik'.

"Mendekati Pilkada, mendekati Pilpres, selalu tunggang menunggang itu ada," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/9.






Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






14 menit yang lalu

Kapolri Beri Apresiasi Polres Jakbar Berhasil Ungkap 1 Ton Ganja

Beritacenter.COM - Kapolri Jendral Pol Muhammad Tito Karnavian mengaprisasi kinerja jajaran Polres Jakara Barat yang..
1 jam yang lalu

Asik Pesta Ganja - Tembakau Gorila, 10 Pemuda Digerebek Polisi

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polresta Bekasi berhsil menggerebek muda mudi yang sedang asik pesta ganja, pukul..
2 jam yang lalu

Inilah 3 Penyakit Yang Siap Merenggut Nyawa Anda, Jika Anda Hobi Selingkuh

Selingkuh bisa dibilang sebagai penyakit. Ini juga merupakan momok dalam sebuah hubungan.
2 jam yang lalu

Kapolda Jateng : Polisi Akan Kawal Kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur

Polda Jawa Tengah memberikan fasilitas pengamanan untuk pasangan calon yang ikut pemilihat kepala daerah, terutama..
2 jam yang lalu

Waduh !! Ular Sanca 4 Meter Muncul di Danau Sunter

Beritacenter.COM - Seekor ular sepanjang 4 meter ditangkap di Danau Sunter, Jakarta Utara. Ular itu pertama kali..
2 jam yang lalu

Jaksa KPK : Aliran Dana Untuk Setya Novanto Berliku-liku

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai membuka lapisan transaksi aliran uang terkait proyek KTP elektronik
2 jam yang lalu

KA Bandara Soekarno-Hatta ke Stasiun Batu Ceper Makin Murah, Dari 70.000 Menjadi Rp 35.000

Selain merubah skema harga tiket menjadi relatif pada stasiun tujuan, Railink juga mengumumkan bahwa per Jumat..
2 jam yang lalu

Kejagung Tak Lama Lagi Akan Tetapkan Tersangka Baru Dalam Kasus Korupsi Alat KB

Jaksa penyidik pada pidana khusus Kejaksaan Agung masih mengembangkan kasus dugaan korupsi pengadaan alat KB
3 jam yang lalu

Memanas, Pasukan Militer Turki Menyerang Pasukan Kurdi

Seperti kabar yang beredar, pasukan militer Turki mulai menyerang pasukan Kurdi yang berkumpul di daerah Afrin...
3 jam yang lalu

Astaga... Anak 8 Tahun di Surabaya Kecanduan Seks

Wali kota Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini miris melihat anak 8 tahun kecanduan Seks
3 jam yang lalu

Besok !! Presiden Jokowi Akan Resmikan Tol Trans Sumatera

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan meresmikan jalan tol Trans Sumatera Bakauheni -..
4 jam yang lalu

Video Persekusi Siswi SMP di Garut Membuat Gempar

Kasus persekusi semakin ramai terjadi di Indonesia
5 jam yang lalu

Advent Bangun Terkapar Dirumah Sakit, Kenapa ?

Advent Bangun terbaring di Rumah Sakit, karena penyakit gagal ginjal.
6 jam yang lalu

Astaga... Menahan Bersin Dapat Membuat Tenggorokan 'Pecah'

Menahan bersin itu bisa berakibat fatal
6 jam yang lalu

Ada Apa Dengan KPK, Periksa Ajudan Setnov Secara Diam-diam ?

KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap ajudan Setnov
7 jam yang lalu

Hebat... Anak Usia 18 Tahun, Mampu Ciptakan T-rex Mini

Seorang remaja berusia 18 tahun asal Purbayan, Kotagede, Yogyakarta ini justru mampu membuat T-rex yang lucu bahkan disenangi anak-anak
8 jam yang lalu

Impor Beras Adalah Pukulan Telak Pemerintah Kepada Petani, Kenapa ?

Harga beras terus meroket di pasaran, hampir seluruh wilayah mengalami kenaikan harga beras.
8 jam yang lalu

Tuna Netra Lebih Mudah Kenali Uang, Gara-gara Dosen Muda Ini

Dosen muda akuntansi Universitas Aisyah Yogyakarta Tri Hartono berhasil mendapatkan penghargaan bergengsi di bidang..
9 jam yang lalu

Video Polantas Suapi Kakek Gelandangan Viral, Kapolri Undang Bripka Yumanto ke Jakarta

Ketulusan hati Bripka Yumanto memperhatikan gelandangan sangat diapresiasi. Melalui video itu juga anggota kita..
9 jam yang lalu

Perlu Diketahui, Bakteri Gigi Berlubang Bisa Sebabkan Infeksi Jantung

Beritacenter.COM - Menjaga kesehatan mulut terutama gigi, tak hanya dapat menghindari timbulnya plak dan gigi..
10 jam yang lalu

Kedapatan Pesta Sabu, Oknum Pegawai Rutan Diciduk BNN

Beritacenter.COM - Diduga terkait narkoba, seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Rumah Tahanan Negara..
11 jam yang lalu

Belum Mau Bicara Tentang Sanchez, Mourinho : Dia Masih Pemain Arsenal

Beritacenter.COM - Pelatih Manchester United, Jose Mourinho memang mengakui jika skuad asuhannya tengah berupaya..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi