Friday, 20 Jul 2018
Temukan Kami di :
News

Novel Baswedan Menepuk Air Didulang Terpercik Muka Sendiri

Indah Pratiwi - 08/09/2017 14:56

Beritacenter.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) Komisaris Polisi(Purn) Novel Baswedan kembali dilaporkan oleh mantan penyidik KPK Kombes Pol Erwanto Kurniadi yang diduga telah melakukan pencemaran nama baik.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya yang mengatakan bahwa memang ada laporan dari Erwanto Kurniadi yang merupakan mantan Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi, Jumat(8/9).

Baca Juga: Daripada 'Berkoar' di Media, Novel Sebaiknya Buka-bukaan Dengan DPR

“Ya betul ada laporan dari yang bersangkutan (Erwanto Kurniadi) masuk ke kita,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Argo memaparkan, Erwanto melaporkan Novel Baswedan ke Polisi lantaran Novel mengeluarkan pernyataan yang menganggap penyidik KPK yang berasal dari Polri memiliki integritas yang rendah.

“Korban yang pernah ditugaskan di KPK sebagai penyidik merasa bahwa keterangan Novel sangat melukai kehormatan dan merupakan fitnah yang keji terhadap korban dan juga anggota Polri lain yang pernah bertugas di KPK,” kata Argo.

Polisi telah menerima laporan tersebut yang tertuang dalam laporan bernomor LP/4198/IX/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Sebelumnya, Direktur Penyidik KPK Aris Budiman juga telah melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya atas tudingan pencemaran nama baik di email yang disebar di seluruh jajaran KPK.

Atas laporan tersebut, Polisi telah menyertakan pasal 27 KUHP ayat 3 tentang informasi transaksi elektronik dan pasal 310 KUHP tentang penghinaan dan pasal 311 tentang pencemaran nama baik.

Baca Juga: Dirdik KPK Sosok Jenderal Polisi Baik, Kasus Surel Novel Sudah Menyentuh Personalnya

Selain itu, berdasar pandangan dari pengamat hukum, politik dan keamanan Rr. Dewinta Pringgodani mengatakan bahwa ia mengaku heran sekali dengan pernyataan Novel Baswedan yang menyebut penyidik Polri berintegritas rendah.

“Mas Novel kan polisi juga. Walaupun sudah mengundurkan diri. Pernyataan Mas Novel itu sama saja dengan menepuk air didulang akhirnya kepercik muka sendiri,” kata Dewinta.

Dewinta menambahkan, seharusnya Novel Baswedan tidak membuat ungkapan atau pernyataan yang kontra produktif hingga akhirnya menimbulkan kegaduhan publik.

“Untuk apa sih membuat pernyataan seperti itu. Manfaatnya apa. Siapa pun yang direndahkan seperti itu pasti tak terimalah. Setiap manusia kan punya kehormatan apalagi ini menyebut nama Polri. Walau bagaimanapun Mas Novel itu kan juga keluarga besar Bhayangkara. Lupa?,” kata Dewi.

Dewinta mengaku langkah hukum yang dilakukan oleh Aris Budiman dan Erwanto Kurniadi dapat dipahami dan diterima.

“Indonesia negara hukum. Setiap warga negara punya hak hukum yang sama di depan hukum. Siapapun boleh melapor ke polisi. Memang seperti itu salurannya. Biar nanti pengadilan yang membuktikan seseorang bersalah atau tidak,” ujar Dewinta Pringgodani.



Berita Lainnya

Ini Dampak Negatif Bagi Kamu yang Suka Mengeluh

20/07/2018 05:20 - Fani Fadillah
Kemukakan Pendapat


BOLA