Wednesday, 20 Jun 2018
Temukan Kami di :
News

Bertarif Puluhan Juta, Group 'Saracen' Sebarkan Konten SARA Sesuai Pesanan

Mereka ini menerima pesanan jasa membuat dan punya inisiatif itu. Saling membutuhkan

Aisyah Isyana - 23/08/2017 21:41

Beritacenter.COM - Bareskrim Polri berhasil membongkar sindikat kelompok yang tergabung dalam grup Facebook pengunggah ujaran kebencian berbau SARA, 'Saracen'. Diketahui, ujaran kebencian dalam grup Saracen diposting berdasarkan pesanan.

"Mereka ini menerima pesanan jasa membuat dan punya inisiatif itu. Saling membutuhkan," ujar Kepala Sub Bagian Operasi Satuan Tugas Patroli Siber pada Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, AKBP Susatyo Purnomo, Rabu, 23 Agustus 2017.

(Baca Juga : Polisi Bekuk Sindikat Group 'Saracen', Penebar Ujaran Kebencian dan SARA)

Susatyo menjelaskan, sindikat Saracen memilik website sendiri untuk memposting berita-berita pesanan, yakni melalui Saracennews.com. Melalui media tersebut, sindikat Saracen memposting berita-berita hoax pesanan yang tidak sesuai kebenarannya.

"Untuk itu banyak sekali pencemaran nama baik, yaitu kepada pejabat publik, tokoh masyarakat, dan sebagainya," kata Susatyo.

Pihak kepolisian masih mendalami siapa saja yang memesan konten atau berita yang di unggah di grup maupun situs Saracen.

Kepala Subdit I Dittipid Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan, dalam menjalankan aksinya para pelaku sudah menyiapkan proposal untuk pihak pemesan. Tak tanggung-tanggung, nilai proposal itu bahkan mencapai puluhan juta rupiah.

"Dalam satu proposal yang kami temukan, itu kurang lebih setiap proposal nilainya puluhan juta (rupiah)," kata Irwan.

Usai menyiapkan proposal untuk pihak pemesan, anggota grup Saracen mempersiapkan konten konten yang akan mereka publikasikan. Konten tersebut baru akan diunggah jika ada pemesan yang membayar.

Irwan mengatakan, anggota Saracen memilki ribuan akun untuk memposting meme atau tulisan berbau ujaran kebencian dan SARA. "Dalam kesehariannya mereka memproduksi yang akan mereka tawarkan," kata Irwan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menangkap tersangka yang tergabung dalam sindikat Saracen, yakni berinisial JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).

JAS selaku ketua berperan sebagai perekrut anggota. Ia menarik minat warganet untuk bergabung dengan mengunnggah konten yang bersifat provokatif menggunakan isu SARA sesuai perkembangan tren media sosial.

Selaku ketua group Saracen, JAS memiliki kempuan di bidang informasi teknologi dan bisa memulihkan akun anggotanya yang dibiokir. Ia juga membuat akun anonim sebagai pengikut grup dan berkomentar yang juga provokatif di setiap unggahan mereka. JAS menyamarkan perbuatannya dengan berganti nomor HP dalam pembuatan akun email maupun facebook anonim.

Untuk tersangka lainnya, MFT berperan di bidang media informasi. MFT menyebar ujaran kebencian dengan mengunggah meme maupun foto yang telah diedit. Ia juga membagikan ulang unggahan grup Saracen ke akun Facebook pribadinya.

Terakhir, tersangka SRN merupakan koordinator grup Saracen di wilayah. Sama dengan MFT, SRN juga mengunggah konten berbau ujaran kebencian dan SARA menggunakan akun pribadi dan beberapa akun lain yang dipinjamkan JAS.



Berita Lainnya

Kenapa Harus Tes Psikologi Untuk Buat SIM ?

19/06/2018 21:09 - Anas Baidowi

Bangkai Lumba-lumba Ditemukan di Pantai Temles

19/06/2018 08:12 - Fani Fadillah
Kemukakan Pendapat


BOLA