Monday, 18 Jun 2018
Temukan Kami di :
Ekonomi

Kebijakan Baru Menteri Susi Pudjiastuti Buat Para Nelayan Jadi Susah

Indah Pratiwi - 23/08/2017 02:03

Beritacenter.com - Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membuat para nelayan di Sibolga, Sumatera Utara terpaksa banyak yang beralih bekerja dari nelayan penangkap ikan lantaran kebijakannya memberatkan para nelayan.

Hal ini disampaikan secara tegas oleh Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Kota Sibolga Azlinda Hutagalung mengatakan banyaknya peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan justru memberatkan nelayan seperti pengurusan surat-surat dan verifikasi kapal, Rabu(23/8).

"Semua itu karena banyaknya peraturan menteri Kelautan dan Perikanan (KP) yang dibuat Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti yang notabanenya memberatkan nelayan, seperti dalam pengurusan surat izin penangkapan ikan (SIPI) yang di atas 30 grosstonase (GT) dan verifikasi ulang kapal," kata Azlinda, Selasa(22/8/2017).

Menurut Linda, pengurusan surat-surat yang harus dilakukan di Jakarta menyita waktu banyak dan sangat lama sampai tiga bulan lebih sehingga pengurusan SIPI dilakukan setiap tahun yang mengakibatkan nelayan hanya mendapat SIPI hanya 9 bulan.

Selain itu, hal yang memberatkan para nelayan lagi adalah verifikasi ulang pembuatan kapal. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti justru memberatkan para nelayan lantaran peraturan baru tersebut harus ada keterangan dari pembuat kapal bahwa kapal itu dia yang membuat.

"Masalahnya adalah, kalau si pembuat kapal itu sudah meninggal. Kemana kita harus mendapatkan surat keterangan itu lagi," kata dia.

Akibat kebijakan baru itu para nelayan malas untuk melaut dan banyak yang beralih profesi. "Bagi yang kuat modal, kapalnya dijual terus buka usaha lain. Sebagian nelayan ada yang pindah dan mengalihkan kapalnya menjadi kapal pengangkut material atau barang seperti ke Tanjungbalai dan Padang, Sumatera Barat. Dan itu sudah terjadi sejak akhir tahun 2015 lalu," terang Azlinda.

Hal ini mengakibatkan pasokan ikan laut di Sumatera Utara menurun tajam. "Bayangkan saja, sebelum peraturan menteri yang baru keluar hasil tangkapan nelayan Sibolga paling sedikit 100 ton per hari tapi sekarang tinggal 10 - 20 ton per hari," katanya.

Di Sumatera Utara sendiri harga ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) Sibolga untuk ikan jenis cakalang sudah berkisar Rp 20.000-an per kg, padahal sebelumnya hanya Rp 17.000 per kg. Begitu juga dengan dencis saat ini sudah berkisar Rp 23.000 - Rp 27.000 per kg sebelumnya Rp 17.000-an per kg.

"Jadi wajar saja kalau harga ikan akhir-akhir ini bergerak mahal. Karena Sibolga yang tadinya pemasok ikan ke berbagai daerah sekarang justeru memasok ikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal," tutupnya.



Berita Lainnya

Warga Ngawi "Gelisah" Gas Melon "Menghilang"

08/06/2018 18:47 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA