Friday, 22 Jun 2018
Temukan Kami di :
News

Satgas Pangan Mabes Polri Gerebek Gudang Wortel Berbahaya untuk Anak

Dewi Sari - 21/08/2017 19:45

Beritacenter.com - Tim Satgas Pangan Mabes Polri berhasil menggerebek gudang penyimpanan benih wortel asal Tiongkok di Romokalisari Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 20 Agustus 2017. Amankan Satu orang berinisial NG untuk dimintai keterangan.

Dari hasil yang diperoleh, tim satgas pangan mabes polri dan Kepolisian Daerah Jawa Timur melakukan penggerebekan di sebuah gudang milik S di blok D Nomor 28 Jalan Romokalisari Surabaya. Di gudang itu, polisi menyita sedikitnya bibit benih wortel yang diduga berbahaya.

Kasus ini terungkap atas pengembangan kepolisian yang sebelumnya mengungkap adanya budidaya bibit wortel asal Tiongkok di Pegunungan Dieng dengan luas lahan tiga hektare. Bibit wortel itu dipasarkan, di antaranya, di Jawa Timur.

Di Jatim, panen wortel itu didistribusikan dari Dieng, Jawa Tengah, melalui CV Sinar Agung di Surabaya, Jawa Timur. Wortel-wortel itu dilepas ke pasaran dengan banderol harga impor. Polisi mengamankan NG, warga Tulungagung, yang lama menetap di Tiongkok.

Dia diduga menjadi perantara bibit wortel impor tersebut. Dari NG diperoleh keterangan bahwa budidaya wortel itu menggandeng petani lokal di Pegunungan Dieng. Zat berbahaya diduga terkandung di dalam wortel dan berpotensi merusak mental anak-anak. NG dikabarkan ogah ketika diminta mencicipi wortel itu oleh petugas.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, membenarkan adanya penggerebekan yang dilakukan digudang waortel tersebut karena dinilai berbahaya.

"Polda Jatim membantu Mabes Polri, dalam rangka penyelidikan, penyidikan maupun penegakan hukum," ujarnya kepada wartawan, Senin, 21 Agustus 2017.

Pelaku NG langsung diamankan ke penyidik Mabes Polri dan mengamankan barang buikti wortel dari lokasi untuk diuji kandungannya di labolatarium forensik mabes Polri.

"Kami juga mau meluruskan bahwa kandungan wortel yang katanya berbahaya masih dalam proses uji laboratorium," kata Barung.



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA