Friday, 22 Jun 2018
Temukan Kami di :
Opini

Solusi Terbaik Jika Anak Terlibat Dalam Masalah Hukum

Menurut guru Bimbingan dan Konseling SMPN 1 Kartasura, Sukoharjo, Anis Yunus S., sebagai orang tua yang bijak, ketika di rumah harus mendidik anak dengan baik dan benar. Ketika di sekolah orang tua hendaknya menyerahkan pendidikan anak mereka kepada sekolah.

Sari Intan Putri - 21/08/2017 00:28

Beritacenter.COM - Akhir-akhir ini banyak diberitakan di media maraknya kekerasan pada anak di bawah umur. Yang lebih mencengangkan lagi, para pelaku juga merupakan anak di bawah umur.

Seperti yang diketahui, tidak sedikit anak terjerumus dalam pergaulan tak sehat. Ironisnya tak sedikit remaja terlibat masalah hukum yang bisa berakhir dengan pemenjaraan badan. Lalu sebagai orang tua harus bagaimana?

Menurut guru Bimbingan dan Konseling SMPN 1 Kartasura, Sukoharjo, Anis Yunus S., sebagai orang tua yang bijak, ketika di rumah harus mendidik anak dengan baik dan benar. Ketika di sekolah orang tua hendaknya menyerahkan pendidikan anak mereka kepada sekolah.

”Yang perlu diperhatikan justru lingkungan. Ibaratnya jika melepas anak terjun ke lingkungan, hihndari melepas anak ke lingkungan yang buruk. Sebab lingkungan yang ada sekarang ini banyak yang buruk,” jelasnya kepada Solopos.com, belum lama ini.

Karena itu, Anis menyarankan, orang tua harus memantau anaknya bergaul dengan siapa? Jika anaknya bergaul dengan orang-orang yang jelas seperti remaja mesjid, gereja dan sebagainya dinilai masih bagus. Tapi ketika anak bergaul dengan perkumpulan geng motor yang tak jelas, orang tua harus segera tanggap.

Lantas, bagaimana jika anak telanjur terjerumus dalam pergaulan yang salah? Bagaimana jika anak terlanjur berurusan dengan polisi? Apa dulu yang diurus jika anak terbelit masalah dengan polisi, apakah masalah hukumnya lebih dulu atau kondisi psikologis anak? Anis mengatakan polisi tentu tak gegabah menangani pelanggaran yang dilakukan anak.

Institusi ini dinilai telah mempunyai standar operasional yang bagus, sehingga jika terdapat kasus semacam itu polisi tentu bisa menangani dengan baik, terlebih jika pelakunya masih berusia remaja. Sebab polisi dinilai juga mempunyai psikolog yang cakap menangani hal tersebut, karena itu Anis memilih mendahulukan mengurus psikologis anak.

Namun dalam hal ini orang tua tetap harus mendampingi anak. Hanya sebaiknya orang tua didampingi psikolog sehingga bisa bersikap tepat.

Apakah hal ini juga perlu diberitahukan ke sekolah agar tak dikeluarkan? Anis menyatakan dalam ketentuan, sekalipun anak terlibat kasus hukum yang berat, si anak tetap harus bersekolah. Karena itu negara menyiapkan rumah negara.

Di sana, kata dia, mereka didik secara khusus ada pelajaran matematika dan sebagainya. Nanti ijazah mereka juga berlaku untuk sekolah di sekolah umum.

Ditemui terpisah salah seorang pengacara di Sukoharjo, Slamet Riyadi, mengatakan secara hukum orang tua arus mem-back up saat anak terlibat masalah hukum, dengan catatan jika anak tersebut belum menikah. Karena anak yang sedang berusan dengan hukum itu masih menjadi tanggung jawab orang tua.

“Kalau perbuatan pidana yang dilakukan tetap menjadi tanggung jawab anak. Tapi orang tua tetap wajib mendidik, menafkahi dan seterusnya. Kecuali kalau anak itu sudah menikah maka dia punya wilayah hukum sendiri,” ujar dia.

Soal mana yang harus diselesaikan lebih dulu ketika anak terlibat masalah hukum dibanding masalah psikologis anak yang mungkin shock, Slamet menyarankan menyelesaikan masalah hukum dulu. Karena masalah hukum dinilai harus segera mendapat penanganan sesegera mungkin. Jika kasus yang menimpa anak tersebut berat, misalnya ada ancaman pidana kurungan, dia menyarankan meminta bantuan pengacara.



Berita Lainnya

Soal Reaktifasi Koopssusgab Indonesia

07/06/2018 11:35 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA