Monday, 18 Jun 2018
Temukan Kami di :
Ekonomi

KPPU Pernah Putuskan 3 Pelanggaran "Mafia Beras" PT Tiga Pilar Sejahtera

Anas Baidowi - 04/08/2017 11:29

Beritacenter.COM - Bareskrim Mabes Polri menetapkan Direktur Utama PT Indo Beras Unggul (IBU) berinisial TW sebagai tersangka kasus kecurangan terhadap konsumen pada label beras maknyuss dan ayam jago. Polri menilai TW adalah orang yang paling bertanggung jawab atas kecurangan yang dialakukan PT IBU.

Tim Satgas Pangan Polri terus mendalami kasus PT IBU yang merupakan anak perusahaan dari PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS). Fakta mengejutkan, PT TPS ternyata pernah tersandung tiga perkara lain di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

KPPU sebagai komisi yang memeriksa perkara Nomor 01/KPPU-M/2014 telah mengambil putusan tentang dugaan pelanggaran Pasal 29 Undang-undang nomor 5 Tahun 1999 jucto Pasal 5 Paraturan Pemeritah Nomor 57 Tahun 2010 terkait Pengambilan Saham PT Tandan Abadi Mandiri oleh PT Muarabungi Plantation.

PT Muarabungo Plantation telah melaporkan pada KPPU terkait dengan pengambilalihan Saham PT Tandan Abadi Mandiri. Dan terlambatnya laporan yang diberikan pada KPPU.

Berdasarkan fakta-fakta persidangan yang dilakukan KPPU benar ditemukan pelanggaran dengan bukti yang sah dan meyakinkan melanggar pasal 29 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999.

Baca Selengkapnya >>> Pelanggaran Perkara Nomor 1 Putusan KPPU

Pada putusan perkara Nomor 02/KPPU-M/2014 telah mengambil putusan Dugaan Pelanggaran Pasal 29 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 jucto Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010 terkait pengambil alihan saham PT Subafood Pangan Jaya oleh PT Balaraja Bisco Polama.

Pada Pasal 5 PP Nomor 57 Tahun 2010 berbunyi : Penggabungan Badan Usaha, Peleburan Badan Usaha atau Pengambilan saham perusahaan lain yang berakibat nilai asset dan/atau nilai penjualanya melebihi jumlah tertentu wajib diberitahukan secara tertulis kepada Komisi paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak tanggal Penggabungan Badan usaha, Peleburan Badan Usaha atau Pengambilalihan saham perusahaan.

KPPU menemukan bahwa benar telah terjadi pengambilalihan saham dan nilai aset gabungan yang nilainya melebihi jumlah tertentu sebagaimana diatur dalam PP Nomor 57 Tahun 2010.

Baca Selengkapnya >>> Pelanggaran Perkara Nomor 2 Putusan KPPU

Sedangkan pada perkara ke 3. KPPU juga menemukan dugaan pelanggaran Keterlambatan Pemberitahuan Pengambilalihan Saham PT Sukse Abadi Karya Inti oleh PT Dunia Pangan.

Dalam perkara tersebut, telah ditemukan dugaan pelanggaran Pasal 29 Undang-undang nomor 5 Tahun 1999 jucto Pasal 5 Paraturan Pemeritah Nomor 57 Tahun 2010

 Baca selengkapnya >>> Pelanggaran Perkara Nomor 3 Putusan KPPU

 



Berita Lainnya

Warga Ngawi "Gelisah" Gas Melon "Menghilang"

08/06/2018 18:47 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA