Selasa, 23 Januari 2018 - 18:21 WIB

Arteria Dahlan : Inilah Hal-Hal yang Harus Diperbaiki KPK

KPK juga merupakan lembaga yang mempunyai tugas melakukan supervisi pencegahan kasus korupsi. Kasus korupsi e-KTP juga sudah disupervisi oleh KPK itu sendiri. Jadi bila sudah disupervisi, kemudian masih ada korupsi berarti pencegahan korupsi oleh KPK sudah dipastikan gagal.

Oleh : Sari Intan Putri | Rabu, 12 Juli 2017 | 00:41 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM. Arteria Dahlan yang merupakan anggota Komisi II DPR-RI membeberkan beberapa informasi terkait KPK dan Pansus Hak Angket dalam Indonesia Lawyers Club atau yang akrab disebut dengan ILC di TvOne, Selasa (11/7/2017).

Arteria mengungkapkan bahwa DPR hanya ingin mengajak pihak KPK untuk berbicara tentang perbaikan kinerja yang ada di dalam KPK itu sendiri. Bukan untuk mengintervensi tentang kinerja KPK itu sendiri, jelas bukan.

"Kita telah mengajak KPK untuk datang, untuk membahas hal yang selama ini harus segera diperbaiki, yaitu kinerja KPK. Bukan berencana untuk membubarkan," tegas Arteria.

Arteria lebih lanjut juga mengatakan bahwa banyak permasalahan di KPK yang mesti harus segera dibenahi. Antara lain adalah tahapan-tahapan KPK dalam memulai penyelidikannya hingga pelimpahan kasus tersebut kepada pengadilan.

Di dalam penyelidikan, apakah harus setiap orang disadap tanpa ada indikasi awal bahwa orang tersebut sedang melakukan kejahatan dalam hal ini korupsi? Apakah semua orang bisa disadap sesuai keinginan KPK tanpa ada indikasi pelanggaran hukum? Jelas seharusnya tidak bisa KPK mau menyadap orang tanpa ada indikasi atau bukti permulaan yang kuat. Tetapi pada kenyataannya, KPK tidak sesuai dalam hal penyadapan orang. Ini kan jelas melanggar hukum.

Selain itu, pada saat pemeriksaan terhadap tersangka, apa dibenarkan tersangka dilarang ditemani oleh pengacaranya? Hal itu juga tidak benar.

"Masak tersangka dilarang untuk ditemani oleh pengacaranya? Itu pelanggran hak asasi," tegas Arteria.

KPK juga merupakan lembaga yang mempunyai tugas melakukan supervisi pencegahan kasus korupsi. Kasus korupsi e-KTP juga sudah disupervisi oleh KPK itu sendiri. Jadi bila sudah disupervisi, kemudian masih ada korupsi berarti pencegahan korupsi oleh KPK sudah dipastikan gagal.

Kasus e-KTP menyebabkan data warga negara Indonesia saat ini masih berada di orang asing, karena proyek e-KTP tersebut bekerjasama dengan tander dari luar negeri.

"Proyek e-KTP itu berhubungan dengan tander yang berada di luar negeri, jadi orang asing juga bisa mengetahui data-data penduduk di negara kita. Itu sebenarnya merupakan pelanggaran hukum, karena memberikan data pemerintah ke orang asing," ungkap Arteria.

Ada beberapa kasus yang ditangani KPK yang sampai saat ini belum selesai. Namun Arteria tidak menyebutkan nama-nama yang terkait dalam kasus tersebut.

"Ada sekitar 36 tersangka kasus korupsi, bahkan 1 tersangka pun juga belum disentuh oleh KPK. Saya tidak mengada-ada, ini semua ada buktinya. Silahkan yang mau menuntut saya dengan pencemaran nama baik, silahkan. Apabila terbukti saya salah, saya siap untuk dituntut. Namun bila saya terbukti benar, ya tolong kinerja KPK sama-sama kita perbaiki. Tidak dibubarkan kok," ungkap anggota Komisi II DPR tersebut.

Jadi pada intinya keberadaan Pansus Hak Angket KPK ini bukan untuk mengganggu tugas pemberantasan korupsi yang dilakukukan oleh KPK, jelas bukan. Maksud keberadaan Pansus Hak Angket KPK ya untuk memperbaiki kinerja KPK yang selama ini masih belum benar.

"Bukannya malah diundang secara resmi malah tidak datang, jangan begitu," lanjut Arteria.

Anehnya lagi yang terjadi di dalam proses penyidikan KPK, ada tersangka yang di tawarin untuk bisa pulang ke rumah temuin istri, anak dan keluarga yang lainnya. Tetapi dengan syarat agar bisa membantu memberikan informasi siapa saja yang melakukan korupsi serupa.

"Ini kan tidak benar. Masak ada tersangka yang ditawari untuk bisa pulang ke rumah temuin istri dan anak, serta hukumannya diringankan. Tetapi dengan syarat membantu memberikan informasi siapa saja yang melakukan korupsi serupa. Itu kan jelas gak benar. Bahkan lebih parahnya, bila mau membantu cuman divonis 3 bulan dan bila tidak mau membantu memberikan informasi divonis 10 tahun. Ini fakta, saya ada buktinya. Jadi silahkan bila tidak mau mengakuinya, nanti tinggal kita buka bersama bukti-buktinya," lanjutnya.

"Ada juga yang melakukan tindak kejahatan dengan yang menyuruh untuk melakukan kejahatan tersebut, vonisnya lebih lama yang melakukan tindak kejahatan tersebut. Apakah hal itu benar, kan hal itu tidak benar. Sebenarnya masih banyak yang perlu diperbaiki di dalam KPK. Jadi maksud dari Pansus ini ya itu tadi, bukan mau mengganggu kerja KPK, tapi untuk membantu memperbaiki hal yang kurang benar," ungkap Arteria lebih lanjut.

 

 

 






Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






6 menit yang lalu

PS TNI Berencana Berubah Nama

Beritacenter.com - Rencana pergantian nama dan pemindahan homebase PS TNI akhirnya terlaksanakan. Hal ini dikatakan..
12 menit yang lalu

Diduga Korupsi Proyek Disdikpora, 7 Anggota DPRD Kebumen Diperiksa KPK

Beritacenter.COM - Sebanyak tujuh anggota DPRD Kebumen diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan..
41 menit yang lalu

Apakah Indonesia Darurat Literasi ?

Beritacenter.com - Benarkah Indonesia Darurat Literasi ? Sebelumnya mari kita bahas dulu apa itu Literasi? Menurut..
57 menit yang lalu

Polisi Tangkap Penumpang Bus Usai Kedapatan Bawa Sabu

Beritacenter.COM - Petugas kepolisian berhasil mengamankan seorang penumpang bus berinsial SM (48) karena kedapatan..
1 jam yang lalu

3 Aplikasi Ini Bisa Edit Video dan Foto Melalui Smartpone

Beritacenter.com - Di zaman era modern ini para pengguna smartphone banyak yang begitu senang dengan mengabadikan..
1 jam yang lalu

Kevin De Bruyn Perpanjang Kontrak Baru Dengan City Hingga 2023

Beritacenter.COM - Gelandang serang Manchester City Kevin De Bruyn resmi memperpanjang kontrak bersama Manchester..
1 jam yang lalu

Viral !! Foto Pelawak Malih Tong Tong Menikah Lagi

Beritacenter.COM - Artis komedian Malih Tong Tong dikabarkan kembali memiliki istri baru. Sebelumnya, istri..
2 jam yang lalu

Beredar Wedding Proposal Vicky-Angel, Jumlah Fantastis Tuai Komentar Warganet

Beritacenter.COM - Komedian Vicky Prasetyo akan menggelar resepsi pernikahannya dengan Angel Lelga pada Februari..
2 jam yang lalu

iPhone Meledak Gara - Gara Digigit, Lah Kok Bisa?

Beritacenter.COM - Seorang pria di China ingin membeli Iphone Bekas. Namun dirinya ragu apakah batrei yang ada..
2 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuh Driver Mobil Online

Beritacenter.com - Pembunuhan terhadap driver online Deni Setiawan yang merupakan warga Kemijen, Semarang Timur pada..
2 jam yang lalu

Dua Pejambret Sadis Dibekuk Polisi, Satu Dihadiahi Timah Panas

Beritacenter.COM - Satuan Reskrim Polsek Penjaringan berhasil meringkus dia orang jambret yang dikenal dengan aksi..
2 jam yang lalu

Brak! Tabrakan Motor Shogun VS Honda Blade Membuat Pengemudi Terkapar

Lakalantas kembali terjadi di wilayah hukum Polres Merangin
2 jam yang lalu

Revisi UU Anti-Terorisme Harus Berada dalam Koridor Criminal Justice System dan Menghormati HAM

Koalisi menilai, pembentukan kebijakan negara sebagai landasan untuk menanggulangi bahaya ancaman terorisme perlu..
2 jam yang lalu

Minin Pengalaman, Pemain Milan Punya Bakat dan Potensi Besar

Beritacenter.COM - Gennaro Gattuso megakui jika Milan saat ini merupakan skuat yang diisi dengan pemain yang masih..
2 jam yang lalu

Kapolres Jayapura Himpun Dana Untuk Membantu Korban Campak Dan Gizi Buruk Di Asmat

Korban campak dan gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat
2 jam yang lalu

Megawati Ultah ke 71, JK : Dia Sangat Berpengaruh dan Dihormati

Beritacenter.COM - Wakil Presiden Indonesia, Jussuf Kalla (JK) memberikan ucapan selamat ulang tahun ke 71 kepada..
3 jam yang lalu

Waspada Supermoon 31 Januari 2018

Beritacenter.com - Pada tanggal 31 Januari 2018 mendatang akan terjadi Supermoon atau gerhana matahari total (GBT),..
3 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pasangan Gay di Lokasi Fitnes

Beritacenter.com - Pasangan yang diduga gay ditangkap petugas Polresta Depok saat pemuda bernama Rudi Saputra(21) dan..
3 jam yang lalu

Kunjungan Mentri Desa Pembangunan Dan Transmigrasi RI Ke Kerawang, Ada Apa?

Mentri Desa Pembangunan Daerah Desa tertinggal dan Transmigrasi RI Bpk. Eko Putro Sanjoyo.BSEE.MBC berkunjung..
3 jam yang lalu

Soal Gempa Bumi 6,4 SR di Banten, Ini Penjelasan BMKG

Beritacenter.COM – Gempa Bumi berkekuatan 6,4 skala Richter (SR) melanda wilayah Banten hingga terasa ke..
3 jam yang lalu

Gempa Goyang Jakarta, Setnov dan Tahanan KPK Dievakuasi dari Gedung

Beritacenter.COM - Gempa yang melanda kawasan Lebak, Banten, cukup kuat dirasakan warga Ibu Kota Jakarta. Gempa..
3 jam yang lalu

Mahasiswi Asal India, Ciptakan Celana Dalam Ini Anti Pemerkosaan

Seenu, mahasiswi salah satu universitas di India menciptakan celana dalam anti-pemerkosaan dan asusila

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi