Thursday, 21 Feb 2019
Temukan Kami di :
Hardware

Keren, China Gunakan Teknologi Pengenal Wajah Untuk Tertibkan Pelanggaran Penyebrang Jalan

Adi Mulyadi - 21/06/2017 10:52 Ilustrasi

Beritacenter.com - Kota-kota di China resmi menggunakan alat pengenal wajah (facial recognition) untuk mengurangi pelanggaran rambu lalu lintas oleh para penyeberang jalan.

Alat tersebut berfungsi untuk menangkap dan mengidentifikasi para jaywalker (penyebrang jalan) yang tak memperhatikan rambu lalu lintas untuk kemudian dipermalukan dengan memasang foto mereka di layar umum.

Menurut Xinhua, kota-kota di empat provinsi China telah menggunakan hardware yang merupakan teknologi terbaru ini untuk membuat jaywalker tak bersebrangan dengan lampu merah.

Sejak dipasang pada awal Mei lalu di Jinan, ibu kota provinsi Shadong Timur, teknologi ini telah endeteksi lebih dari 6.000 contoh orang yang melintas lampu merah.
Alat tersebut akan mengambil gambar dan video 15 jam dari Jaywalker yang fotonya terpangpang di layar umum. Foto-foto itu kemudian dicocokan dengan gambar di database polisi profvinsi.

“Dalam 20 menit, foto pelaku dan informasi pribasi seperti nomor ID dan alamat rumah mereka ditampilkan dilayar dipersimpangan jalan,” kata Xinhua.

Mereka yang tertangkap nantinya akan diberi pilihan antara membayar denda, mengikuti kursus setengah jam mengenai peraturan lalu lintas atau menghabiskan 20 menit untuk membantu petugas lalu lintas.

Departemen kepolisian lalu lintas Jinan juga dapat menerbitkan informasi pelaku pada akun media sosial Weibo-nya.

"Berkat teknologi baru yang telah diadopsi, kasus jaywalking telah berkurang dari 200 menjadi 20 setiap hari di persimpangan utama jalan Jingshi dan Shungeng," kata petugas polisi Jinan Li Yong seperti dikutip oleh Xinhua.

Laporan Xinhuan muncul setelah sebuah video yang viral di media sosial awal bulan ini. Video itu menunjukkan seorang perempuan ditabrak taksi bahkan tertabrak mobil hingga dua kali, dan tak ada orang yang menolongnya meski banyak yang lalu lalang di jalan tersebut hingga akhirnya perempuan itu meninggal.

Rekaman tersebut memicu kemarahan atas ketidakpedulian pejalan kaki dan pengendara lain yang tidak berhenti membantunya. Demikian seperti dilansir Phys, Rabu (21/6/2017).



Berita Lainnya

Ini Alasan Go-Jek Ganti Nama di Dua Negara

06/07/2018 17:44 - Anas Baidowi

Bali Bakal Nikmati Internet Gratis

12/01/2018 20:44 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA