Sunday, 22 Apr 2018
Temukan Kami di :
News

Terkait Kasus Persekusi, Komnas HAM : Apresiasi Sikap Tegas Kapolri Copot Kapolres Solok

Dewi Sari - 06/06/2017 22:00

Beritacenter.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan apresiasi kepada sikap tegas Kapolri Jendral Tito Karnavian telah mencopot Kapolres Solok AKBP Susmelewai Rosya karena tidak tegas menangani kasus persekusi.

"Komnas HAM apresiasi Kapolri yang tegas, termasuk menindak anggotanya, pimpinan Kepolisian di bawah yang tidak mau memproses atau tidak mau menjalankan tugas penegakkan hukum. Komnas HAM mengapresiasi," kata Natalius di Jakarta, Senin (5/6/2017).

Menurutnya, persekusi merupakan musuh semua umat manusia. Dikarenakan persekusi dapat menyebabkan tindakan pelanggaran HAM.

"Untuk itu, menurut saya, Komnas HAM mendukung Kepolisian untuk menegakkan hukum terkait persekusi," imbuh Natalius.

Namun, Natalius mengingatkan kepada kepolisian harus berperan dalam proses penegakan hukum. Untuk mengantisipasi persekusi harus dilibatkan instansi terkait.

Natalius berharap, instansi pemerintah yang sudah diberikan kewenangan sesuai bidangnya seperti pendidikan, anak, kesehatan, keagamaan, dan lainnya bisa berfungsi dengan maksimal. Sehingga beban kepolisian tidak menjadi berlebihan.

Sebelumnya, Kapolres Solok Kota AKBP Susmelawati Rosya dicopot dari jabatannya dikarenakan lalai dalam menangani korban persekusi bernama dokter Fiera Lovita.

"Dianggap dia (Rosya) tak tuntas menangani masalah itu (kasus persekusi)," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto ketika ditemui wartawan usai hadir di sebuah acara diskusi publik di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/6/2017).

Rosya dinilai hanya melakukan fungsi pembinaan Polri, yakni memediasi permintaan maaf Fiera terhadap organisasi masyarakat yang mengintimidasinya.



Berita Lainnya

Polisi Tetapkan Bos PT CAG Jadi Buronan

20/04/2018 19:08 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat