Saturday, 11 Apr 2020
Temukan Kami di :
News

Larang Aksi Persekusi, Kapolri : Itu Sama Aja Penculikan, Kena Pasal Penculikan

Aisyah Isyana - 02/06/2017 21:59

FOKUS : Persekusi

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian dapat menangkap para pelaku persekusi tanpa adanya laporan dari masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Tito karnavian yang mengatakan jika persekusi bukanlah kasus yang membutuhkan delik aduan.

"‎Bisa diproses hukum. Karena itu bukan delik aduan. Kalau polisi sendiri tahu, ya polisi akan kejar," kata Tito usai menghadiri acara buka puasa bersama di kediaman Ketua MPR Zulkifli Hasan, Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat, 2 Juni 2017.

(Baca Juga : Jadi Tersangka, Salah Satu Pelaku Persekusi di Cipinang Mengaku Anggota FPI)

Oleh karenanya, Tito kembali menghimbau masyarakat atau kelompok untuk tidak melakukan persekusi. Apa pun alasannya, aksi persekusi tidak boleh dilakukan di Indonesia.

Berkaca pada kasus yang baru-baru ini terjadi, apabila adanya kasus yang dinilai melanggar UU ITE, sambung Tito, para pihak yang merasa dirugikan tersebut dapat langsung melaporkan kasus tersebut kepada polisi.

"‎Tapi tidak boleh melakukan langkah sendiri, melakukan hukum sendiri, misalnya mendatangani, menggeruduk, apalagi kemudian membawa orang, itu sama aja penculikan. Itu membawa orang dengan secara paksa tidak dikehendaki yang bersangkutan, itu adalah penculikan, bisa dikenakan pasal penculikan," terang mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Kepada seluruh jajaran Korps Bhayangkara, Tito mengintruksikan untuk tidak takut terhadap aksi-aksi persekusi. Tito menegaskan, pihaknya akan mencopot anggota Polri yang dinilai tidak mampu memberikan perlindungan terhadap aksi persekusi.

"Dan sekali lagi polisi yang tidak berani, polisi yang tidak berikan perlindungan, kita kasih tindakan dengan tegas. Saya tidak akan segan-segan untuk mencari dan mengganti orang yang lebih tegas. Saya pikir itu langkah-langkah kita ya," pungkasnya.

(Baca Juga : Korban Persekusi Jangan Ragu Lapor, Polisi : Kami Evakuasi dan Lindungi)



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA