Friday, 28 Jan 2022
Temukan Kami di :
News

Kilas Balik Pengungkapan Korupsi e-KTP, Miryam Sempat Mabuk Karena Novel Makan Durian

Aisyah Isyana - 12/04/2017 14:45

Beritacenter.COM - Belakangan ini, publik luas tengah diramaikan dengan berbagai pemberitaan terkait pengungkapan kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP dengan total anggaran yang mencapai angka Rp5,9 triliun.

Pengungkapan kasus korupsi megaproyek e-KTP itu tak lepas dari peran penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Dimana dalam kasus itu Novel merupakan penyidik yang memeriksa anggota DPR Fraksi Hanura Miryam S Haryani.

(Baca Juga : Sepak Terjang Novel Baswedan Ungkap Korupsi Pengadaan e-KTP)

Berkaitan dengan hal tersebut, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, John Halasan Butarbutar sempat menyinggung kembali prihal Miryam S Haryani yang mengaku sempat muntah saat diperiksa penyidik KPK lantaran tak kuat mencium bau durian.

"Pemeriksaan terakhir saya dibuat mabuk, pertama Pak Novel yang memeriksa, mungkin Pak Novel habis makan durian. Lalu saya lari di lorong kecil enggak kebayang saya muntah, mereka ketak-ketik, saya disodori terus disuruh tulis, ya saya tulis saja,"‎ ujar Miryam di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis, 30 Maret 2017.

Adapun kesaksian Miryam S Haryani itu langsung mendapat respon dari Novel Baswedan yang dihadirkan juga dalam persidangan tersebut. Novel Baswedan menerangkan, pemeriksaan terjadi pada 24 Januari 2017.

Novel mengungkapkan, usai diperiksa Miryam S Haryani diminta kembali mengoreksi hasil keterangan yang sudah disampaikannya kepada penyidik. Novel Baswedan mengatakan ketika peristiwa itu terjadi pemeriksaan sudah selesai.

"Yang bersangkutan telah selesai saya periksa, kemudian tentunya saya berikan kesepatan saksi untuk koreksi, saya kembali lagi ke meja kerja saya, saya makan roti isi durian. Roti Durian tetapi saat itu pemeriksaan telah selesai. Ganggu secara pribadi iya, tapi tidak korelasi dengan kasus ini. Saya persilakan yang bersangkutan duduk di ruangan yang cukup besar. Tidak ada muntah-muntah," ucap Novel.



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA