Wednesday, 20 Jun 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Bantai Paman dan Bibi Hingga Tewas, Lalu Ucup Tenggak Racun

Anas Baidowi - 07/04/2017 23:28 Ilustrasi

Beritacenter.COM - Ojik (80) dan Sanah (70) dibantai ponakannya sendiri Ucup (48) menggunakan pipa besi, akibatya, Ojik tewas seketika dan Sanah kritis.

Peristiwa itu terjadi dirumah korban Kampung Suniabana RT 2/4, Desa Mulyasari, Kecamatan Salopo, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pelaku yang mengidap gangguan jiwa ini diduga tak terima dengan nasehat paman dan bibinya lantaran mencoba mengakhiri hidup, Jumat (7/4).

Tiga jam sebelum menganiaya paman dan bibinya, pria kesehariannya sebagai petugas linmas ini telah mendapat pertolongan medis karena melukai tubuhnya menggunakan pisau dapur. Petugas kesehatan setempat sempat menjahit luka pada perut Ucup.

"Pelaku sebelumnya memang mau bunuh diri. Dia bilang ke istrinya. Setelah itu, dia menyayat perutnya sendiri. Terus nenek (Sanah) dan kakek (Ojik) nengok ke sana (rumah Ucup). Namanya orang tua, pastilah menasihati. Dia sepertinya enggak terima," ujar Ita Juwita, cucu korban, di RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Singkat cerita, Ucup diduga kumat. Ia beringsut keluar rumah sambil menenteng pipa besi sepanjang 90 sentimeter dengan diameter 5 sentimeter. Ucup berjalan kaki menuju rumah Ojik yang berjarak sekitar 400 meter.

Ucup ngamuk. Dia menghantamkan pipa besi ke arah Ojik dan Sanah. Akibat kejadian tersebut, Ojik tewas di lokasi kejadian dengan kondisi kepala belakang hancur, sementara Sanah kritis sehingga diboyong ke RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Sanah luka kepala dan wajahnya sehingga harus menjalani perawatan intensif dengan alat bantu pernafasan.

Selepas menganiaya paman dan bibinya, pelaku sempat merusak empat rumah warga dan dua mobil. Setelah itu, Ucup berlari ke rumahnya. Warga sekitar berusaha menangkap pelaku. Namun Ucup malah minum cairan kimia hingga nyawanya tak terselamatkan.

"Dia gangguan jiwa baru tujuh bulanan. Pelaku meninggal karena minum racun," kata Saefulloh, kerabat korban.

Kapolres Tasikmalaya Nugroho Arianto mengatakan kasus penganiayaan ini tidak dilanjutkan karena pelaku meninggal dunia. "Berdasarkan keterangan keluarga, pelaku mengalami gangguan jiwa. Satu korban penagniayaan meninggal, satu korban luka berat. Lalu pelaku meminum cairan pembasmi untuk rumput dan meninggal di rumahnya," kata Nugroho.

 



Berita Lainnya

Densus 88 Ringkus Seorang Dokter di Blitar

14/06/2018 03:11 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA