Friday, 22 Jun 2018
Temukan Kami di :
Politik

Maraknya Provokatif Jelang Pilkada, Kapolri Minta Masyarakat Contoh Warga Belanda

Adi Mulyadi - 23/03/2017 16:14 Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Beritacenter.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta masyarakat Indonesia mencontoh warga Belanda dalam dalam menyukseskan perhelatan pemilihan umum. Khususnya dalam hal pengamanan. Sebab, menurutnya peran serta masyarakat amat penting dalam mewujudkan pemilihan umum yang aman.

Hal itu ia ungkapkan menyusul maraknya provokasi yang terjadi menjelang pemilu. Terlebih banyaknya oknum yang mengedapankan primordealisme, intimidasi, dan bahkan manipulasi pada publik dengan kampanye-kampanye negatif.

“Di Belanda, mereka juga melakukan pemilu. Polisi tidak ada melakukan opersi khusus untuk mengamankan pemilu di sana bahkan polisi memiliki hak pilih, artinya masyarakat tidak ada kekhawatiran, keributan karena provokasi,” ujar Tito Karnavian usai menghadiri Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pati Polri di Gedung Wisma Bhayangkari, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (23/3/17).

Untuk diketahui, ada 101 daerah di Indonesia yang menggelar Pilkada serentak 2017, baik itu pemilihan Gubernur, Wali Kota, maupun Bupati.

Tak tanggung-tanggung dalam mengamankan jalannya pesta rakyat tersebut, Polri menerjunkan 72 personelnya untuk dapat mewujudkan Pilkada yang aman.

Selain tenaga, pengamanan pemilukada juga memakan biaya yang terbilang sangat fantastis, yakni Rp906 miliar.



Berita Lainnya

Debat Batal, Kinerja KPUD Dipertanyakan

22/06/2018 15:34 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA