Friday, 28 Feb 2020
Temukan Kami di :
Opini

Kilas Dibalik Rekam Jejak FPI Dan Rizieq Shihab

Indah Pratiwi - 18/01/2017 20:07

Beritacenter.com - Front Pembela Islam(FPI) yang dipimpin oleh Habib Rizieq Shihab sering kali melanggar hukum yang membuat anggota FPI banyak yang masuk penjara akibat berbuat kekerasan.

Dalam sebuah bukunya, 'Civil Society and Political Change in Indonesia: A contested arena', menerangkan FPI pada awal mulanya merupakan cikal bakal pendukung sebuah Partai Persatuan Pembangunan(PPP). Namun, seiring waktu berjalan FPI mendesain dirinyya merupakan sebuah gerakan anti-perwakilan jalanan, Rabu(18/1).

Baca Juga: FPI Terancam Pasal 66 Dan 67 Terkait Pelecehan Bendera Merah Putih

Menurut sebuah laporan dari 'The International Crisis Group(ICG), berdirinya FPI telah direncanakan pada Juli 2008 oleh mantan panglima ABRI Jend(Purn) Wiranto dan sekutunya mantan Pangkostrad Letjend(Purn) Djadja Suparman.

Perekrutan FPI berasal dari masyarakat muda urban yang miskin dan ketika mereka tertarik dengan keorganisasian FPI, mereka masuk dan dilengkapi dengan seragam putih bertuliskan FPI.

FPI Sendiri pernah dilibatkan untuk menangkis serangan aksi mahasiswa pada tragedi 1998 dengan sebutan Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa(Pam Swakarsa) yang saat itu ditugaskan oleh ABRI.

Struktur organisasi FPI bisa dibilang sangat rapi. Selain itu, FPI memiliki 5 badan khusus, 6 lembaga otonom dan 4 anak organisasi yang diantaranya bernama Laskar Pembela Islam(LPI), Mujahidah Pembela Islam(MPI) dan Front Mahasiswa Islam serta Serikat Pekerja Front(SPF).

Dibawah naungan Rizieq Shihab, FPI mulai ramai diperbincangkan. FPI sering melakukan sweeping atau razia, baik ke klub malam, tempat prostitusi hingga warung makan. Bukan hanya itu, FPI juga kerap kali melakukan demonstrasi besar-besaran di beberapa tempat yang sering berujung bentrok.

Salah satu aksi demonstrasi yang menarik perhatian publik adalah aksi demo FPI di depan Gedung DPRD DKI Jakarta pada tahun 2014 yang menolak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi gubernur DKI usai ditinggal Jokowi yang mencalonkan diri menjadi Presiden Indonesia.

Demo itu berlangsung ricuh sehingga kepolisan mengamankan Sekjen DPP FPI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin yang dianggap sebagai koordinator lapangan saat demo. Novel dinyatakan bersalah dan divonis penjara selama tujuh bulan.

Aksi demo yang menjadi kesuksesan FPI adalah Aksi Bela Islam I hingga III dalam payung Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Rizieq menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina GNPF MUI.

Dibawah naungan Rizieq Shihab yang dikomando oleh GNPF MUI yang menuntut Ahok segera ditangkap dan dipenjarakan lantaran telah menghina Al Qur'an. GNPF MUI meminta polisi menghukum Ahok terkait pernyatannya yang menyinggung surat Al-Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu pada Oktober 2016.

Sejak itu, setiap aksi FPI menjadi sorotan publik. Popularitas dan news maker yang disandang Ahok telah bergeser ke FPI.

Catatan Kriminal

Pada tahun 2003, Majelis Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pernah menjatuhkan hukuman kepada Rizieq dengan ancaman hukuman 7 bulan penjara lantaran terbukti secara sah menghasut melawan aparat keamanan dengan memerintahkan untuk menghancurkan hiburan malam di Ibu Kota.

Pada tahun 2008, Rizieq kembali dipenjara 1 tahun 6 bulan lantaran terbukti melakukan penyerangan massa terhadap Aliansi Kebangsaan untuk kebebasan beragama dan berkeyakinan yang terjadi di Monumen Nasional(Monas) Jakarta.

Rizieq pun berpotensi menjadi narapidana kembali. Terdapat sekitar enam laporan dugaan pidana yang dilakukan Rizieq dan dibagi dalam tiga kasus. Lima di antaranya dilaporkan ke Polda Metro Jaya, dan satu ditangani oleh Polda Jawa Barat.

Kali ini, bahkan Rizieq Shihab kembali terancam ke masuk jeruji besi lantaran laporan dari Solidaritas Merah Putih dan Jaringan Muda Anti Fitnah (JIMAF) melaporkan Rizieq Shihab ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran ujaran kebencian yang menyinggung SARA. Hal itu tertuang di ceramah Rizieq dalam video berdurasi 13 menit yang diunggah oleh akun resmi FPI TV ke media sosial. Dalam video itu, Rizieq menyinggung soal mata uang berlogo 'palu-arit' dan mempertanyakan Presiden Joko Widodo sebagai seorang komunis.

Baca Juga: Ormas Islam Dan Ormas Hindu Bali Laporkan Juru Bicara FPI Munarman ke Polisi

Kedua, Forum Mahasiswa Pemuda Lintas Agama, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Student Peace Institute melaporkan Rizieq terkait ceramahnya di Pondok Kelapa, Jakarta. Dalam ceramah itu, Rizieq mengatakan, "Kalau Tuhan beranak, terus bidannya siapa?"

Ketiga, Ketua Umum Partai Nasional Indonesia Marhaenisme Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Rizieq atas dugaan penodaan terhadap lambang dan dasar negara. Sukmawati mempermasalahkan pernyataan Rizieq yang menyatakan 'Pancasila Sukarno Ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala', sebagaimana terekam dalam video yang berserakan di internet.

Baca Juga: Polisi Masih Dalami Kasus 'Palu Arit' Yang Menyeret Imam Besar FPI



Berita Lainnya

Gerak Cepat Pemerintah Antisipasi Virus Corona

27/02/2020 15:33 - Indah Pratiwi Budi

Musibah dalam Narasi Agama

27/02/2020 14:20 - Indah Pratiwi Budi

Menolak Kepulangan Anak ISIS Eks WNI

24/02/2020 11:30 - Indah Pratiwi Budi

Aksi 212 Tidak Memiliki Manfaat

22/02/2020 16:42 - Indah Pratiwi Budi

RUU Ketahanan Keluarga Bak Mertua?

21/02/2020 16:47 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA