Monday, 19 Feb 2018
Temukan Kami di :
Ekonomi

Polisi Gagalkan Beras Dan Gula Ilegal Dari Malaysia Senilai RP1,3 Miliar

Abe --- - 11/04/2016 15:19

Beritacenter.COM - Direktorat Polisi Perairan Kepolisian Daerah Riau menyita sebanyak 1.000 karung beras dan 1.000 karung gula pasir bernilai Rp1,3 miliar asal Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepulauan Riau.

"Ada lima orang yang diamankan, nanti kami akan terus kembangkan lagi. Perkiraan tangkapan senilai Rp1,3 miliar," kata Kapolda Riau Brigjen Supriyanto, saat gelar perkara di Markas Komando Dit Pol Air Polda Riau, Senin (11/4).

Ia mengatakan lima tersangka yang diamankan pada Kamis (7/4) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB itu terdiri dari seorang nakhoda kapal berinisial FY (25) dan empat anak buah kapal (ABK) berinisial Ja (42), Ro (24), An (25), dan Mz (21).

Supriyanto mengatakan dari pemeriksaan sementara barang-barang itu berasal dari Malaysia yang masuk melalui Kepulauan Riau, untuk selanjutnya dibawa ke Riau melalui Indragiri Hilir.

Lebih jauh, ia mengatakan seluruh tersangka itu merupakan orang suruhan yang dibayar Rp400 ribu per orang untuk menyelundupkan beras dan gula tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo mengatakan penangkapan kapal tanpa nama itu berawal saat Kapal Patroli IV-2002 melakukan patroli rutin di perairan Tanjung Jungkir Kecamatan Kateman, Indragiri Hilir tepatnya pada koordinat 020'46.4208" U 10336'28.9728" T.

Saat patroli tersebut, petugas melihat bayangan hitam yang diduga kapal berukuran cukup besar sedang melintas.

Petugas yang curiga langsung mendekati kapal tanpa nama tersebut dan melakukan pemeriksaan.

"Dari pemeriksaan itu diketahui bahwa awak kapal tidak dapat menunjukkan dokumen sah angkutan barang," katanya pula.

Mendapati kapal tersebut mengangkut begitu banyak barang sementara tanpa kelengkapan dokumen, petugas lantas menggiring ke Pos Sandar Sungai Guntung.

"Pelaku dan barang bukti akan kami bawa ke Sub Dit Gakkum Ditpol Air Polda Riau untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Guntur lagi.

Wilayah perairan Indragiri Hilir rawan terjadi tindak pidana penyelundupan.

Sebelumnya pada Maret 2016 lalu, Polda Riau menggagalkan upaya penyelundupan ribuan liter bahan bakar jenis premium ilegal.

Barang bukti beras dan gula yang diamankan terdiri dari beras yang bermerek tidak umum di pasaran, seperti beras merek Epal dan Adhi.

Selain itu, terlihat juga gula pasir yang terdiri dari berbagai merek yang tidak umum beredar di daerah ini.

Guntur mengatakan, selanjutnya Polda Riau akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan setempat terkait pengungkapan temuan tersebut.



Berita Lainnya

Harga Emas Turun Rp 1.000 Menjadi 636.000

12/02/2018 10:53 - Bunga Putri

Nilai Rupiah Mulai Melemah Terbatas

12/02/2018 08:55 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat