Monday, 19 Feb 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Biadab!!! Karena Rewel, Balita 13 Bulan Tewas Dianiaya

Oleh: Khadafi - 24/03/2016 10:00

Beritacenter.COM, Makassar - Penganiayaan terhadap anak kembali terjadi. Kini menimpa balita malang berumur 13 bulan bernama Alif. Ia meninggal dunia setelah dianiaya ibu kandung dan ayah tirinya sendiri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kamis (24/3/16), kedua pelaku yakni Mila (17) ibu kandung korban dan Sudirman (32) ayah tiri korban, tega menghabisi nyawa Alif lantaran kesal dan tak tahan mendengar rengekan sang bayi.

Kasus penganiayaan berujung kematian ini terungkap setelah ayah kandung korban, Surmalin mendapati anaknya sudah meninggal di dihantarkan Suta mantan kakak iparnya. Dia curiga karena ditubuh Alif terdapat beberapa luka lebam. Mendapati hal itu, Surmalin kemudian melaporkan kasus tersebut kepada Polsek Parangloe.

Sumarlin menjelaskan, status pernikahannya dengan Mila belum resmi bercerai dan masih dalam proses pengadilan agama. Mila lebih memilih menikah lagi dengan Sudirman, saat dia merantau ke Ambon bersama orangtuanya.

"Saat saya masih di Ambon, Mila mendesak untuk cerai, katanya minta kejelasan status. Kakek saya yang dipaksa bertanda tangan bahwa saya setuju ceraikan Mila. Kakek saya bersedia tanda tangan, dengan catatan tetap bisa menemui Alif, cucunya, tapi rupanya Mila ingkar janji," kata Sumarlin.

Sementara itu, jenazah Alif kini sudah berada di RS Bhayangkara, Makasar, guna proses autopsi.

Kanit Reskrim Polsek Parangloe, Ipda Hasan Fadhly menuturkan, kejadian tersebut berawal pada minggu (20/3) sekitar pukul 01.00 WITA. Saat itu Mila membawa Alif kepuskemas Parangloe dengan alasan anaknya sedang diare. Namun, dokter menyatakan Alif sudah tidak bernyawa saat tiba di Puskemas.

"Mila kemudian membawa balitanya pulang ke pondokan di tempat kerjanya, dan menyampaikan ke keluarganya kalau anaknya itu meninggal karena kecelakaan lalu lintas, jatuh dari mobil. Sementara dari pengamatan selintas dari tubuh korban Alif, jelas terlihat tanda-tanda kekerasan berupa luka lebam di tubuhnya," kata Hasan.

Setelah itu Mila meminta kakaknya, Suta untuk mengantarkan jenazah Alif kepada ayah kandungnya, Surmalin.

Hasan menjelaskan, pihaknya langsung membagi tugas. Beberapa mengawal Jenazah Alif di RS Bhayangkara, sebagian lagi melakukan olah TKP dan sisanya mengejar Mila dan Sudirman.

Keduanya berhasil ditangkap petugas gabungan Remob Polres Gowa yang terdiri dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Gowa, dan Polsek Paragloe, saat bersembunyi di kediaman kerabatnya Jalan Paccerakkang, Kelurahan aya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, pada Senin (21/3).

Keduanya ditetapkan tersangka setelah hasil autopsi jenazah Alif dari RS Bhayangkara menyatakan, Alif mengalami luka dalam yakni limpa dan hati bayi itu pecah.

kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat) Reskrim Polres Gowa, AKP Yunus Saputra menjelaskan, keduanya mengaku Alif meninggal setelah berkali-kali dianiaya. Mereka menganiaya anaknya itu dengan cara diinjak, dipukul dan di cekik karena kesal sang bayi kerap menangis.

Sementara Menurut Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gowa, Aipda Hasmawaty, Sudirman mengaku menganiaya anak tirinya karena rewel.

"Dari interogasi kedua pelaku ini, hanya karena rewel, anaknya itu dianiaya. Kita tanya penyebab rewelnya itu apakah karena lapar atau bagaimana, baik Mila dan Sudirman katakan bukan karena lapar," kata Hasmawaty.

Menurut Hasnawaty, balita pada umumnya yang berumur sama dengan Alif belum banyak meminta. Jika seorang balita menangis dan rewel bisa diperkirakan itu karena sakit yang dialaminya. "Bisa saja rasa sakit itu berasal dari awal penganiayaan yang dialaminya," ujar Hasmawaty.

Kini keduanya sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Gowa Sulsel, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Atas perbuatannya tersebut, kedua pelaku akan dijerat pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. "Ancaman pidananya bui selama 15 tahun. Rencananya Senin (28/3) depan akan digelar rekonstruksi kasus penganiayaan dan pembunuhan ini," tutup Hasmawaty.

(al/dn)



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat