Monday, 26 Feb 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Grebek Hotel di Surabaya, Polisi Bongkar Prostitusi Online Bertarif Rp1 Juta

Aisyah Isyana - 15/02/2018 02:20

Beritacenter.COM - Praktik prostitusi online di Surabaya, Jawa Timur, berhasil dibongkar polisi. Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya membekuk empat orang tersangka diduga mucikari dalam kasus tersebut.

Adapun empat tersangka itu yakni IR (19), warga Jalan Pamekar, Bandung, GG (26) warga Kampung Jaya Mekar, Cempelas, ANY (23) warga Babakan, Kelurahan Karasak, Kecamatan Astana Anyar, dan FQ (24) warga asal Bandung.

Tak hanya mengamankan mucikari, polisi juga mengamankan 8 wanita dengan status saksi, terlebih dua diantaranya masih berusia 16 dan 17 tahun. Para wanita itu didatangkan dari Bandung dan Surabaya untuk melayani lelaki hidung belang.

Dalam menjalankan aksinya, para mucikari diketahui menawarkan para wanita itu melalui media sosial Twitter. Adapun tarif dari para wanita itu dipatok Rp1 juta untuk sekali kencannya.

"Mucikari mendapat bagian 50 persen dari harga tersebut. Para wanita memang sengaja didatangkan dari Bandung ke sini. Praktik ini sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan, Rabu (14/2/2018).

Petugas menyita sejumlah barang bukti dari para tersangka, berupa 8 unit handphone, 2 tube V-gel, 1 kondom bekas pakai, 5 kondom baru merek durex, dan uang tunai Rp 1,6 juta, tiket pesawat Bandung-Surabaya.

"Awalnya petugas menyelidiki postingan layanan seksual pada akun Twitter yang khusus datang dari Bandung. Saat diselidiki diketahui ada transaksi pada sebuah hotel di Jalan Diponegoro," ucapnya.

Rudi menjelaskan, awalnya petugas hanya mengamankan satu pria dan dua wanita (threesome) dikamar hotel, serta dua mucikari GG dan ANY. Polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil membekuk IR dan FQ di apartemen.

Polisi juga mengamankan para korban yang dipekerjakan untuk melayani pria hidung belang. Tetapi dua wanita di antaranya merupakan anak dibawah umur. Di apartemen tersebut juga disiapkan sebuah kamar khusus untuk melayani tamu.

"Para tersangka akan dijerat dengan pasal 2 Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dan Pasal 17 di Undang undang yang sama tentang eksploitasi anak secara ekonomi dan seksual. Mereka terancam hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara," tandas Kapolrestabes.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat