Monday, 26 Feb 2018
Temukan Kami di :
News

Sambangi DPR, Kapolri Teken MoU Pengamanan Kompleks Parlemen

Hiliyah Azizah - 14/02/2018 19:57

Beritacenter.COM - Pada Rabu (14/2/2018) siang tadi, Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian mendatangi Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat. Kedatangan Kapolri bermaksud untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan tiga lembaga legislatif di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Penandatanganan itu berisi perihal perihal penambahan pengamanan di lingkungan DPR. Tiga ketua lembaga legislatif hadir, yakni Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soesatyo alias Bamsoet, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Oesman Sapta Odang alias OSO.

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, kedatangan Kapolri untuk membicarakan penambahan pengamanan di Gedung DPR/MPR.

"Ini dalam rangka meningkatkan keamanan. Bukan dari kritik dan imunisasi," terang Bamsoet, Rabu (14/2/2018).

Menurutnya, MoU ini telah dibahas jauh sebelum adanya Revisi UU MD3 disahkan. Pembahasan MoU penambahan pengamanan ini karena didasari aksi terorisme bom bunuh diri yang sempat terjadi di DPR belasan tahun silam. Bamsoet berharap, penandatangan MoU bisa memberikan efek positif untuk keamanan Gedung DPR/MPR.

"Ini telah lama kita bahas. Sejak ada berbagai peristiwa bom bunuh diri beberapa waktu lalu," jelasnya.

Sementara Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian mengatakan, pembahasan soal penambahan personel pengamanan telah dibahas selama dua tahun. Dia bersyukur, pembahasan selama dua tahun akhirnya terwujud saat ini.

"Ini sudah lama kami bicarakan. Hampir dua tahun akhirnya kita realisasi hari ini," ujar Tito.

Menurut Tito, Kompleks Parlemen merupakan salah satu simbol negara yang harus selalu terjaga keamanannya. Tito menilai masih banyak celah kerawanan di Kompleks Parlemen untuk dilakukan kejahatan atau aksi kriminalitas.

"Untuk itu, kita melakukan evaluasi bersama-bersama dengan para pimpinan DPR RI agar dibuat lebih tertib dan lebih aman," tutupnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat