Friday, 23 Feb 2018
Temukan Kami di :
Politik

Tiga Jenderal Polri Mundur Setelah Ada Penetapan KPU

Anas Baidowi - 13/02/2018 12:27

Beritacenter.COM - Tiga perwira tinggi (Pati) Polri dinyatakan mundur dari institusi polri setelah lolos mengikuti bursa calon kepala daerah di pilkada serentak 2018. Penetapan pasangan calon kepala daerah sudah diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum pada Senin (12/2) kemarin.

"Bahwa Keppres PDH anggota Polri yang akan ikut pilkada atas nama Pak Anton Charliyan, Pak Murad dkk, sudah ditandatangani oleh Presiden. Keppres Irjen Pol Drs Anton Charliyan dkk nomor 9/Polri/tahun 2018 tanggal 12 Februari 2018," kata Iqbal ketika dikonfirmasi, Selasa 13 Februari 2018.

Menurut Iqbal, dua Pati Polri (Irjan Anton Charliyan dan Irjen Murad Ismail) diberhentikan secara hormat. Sementara itu, Irjen Safaruddin telah diberhentikan dahulu memasuki masa pensiun sebelum penetapan.

"Diberhentikan dengan hormat, karena terus mengikuti kontestasi pilkada dengan ditetapkan oleh KPU mulai 12 Februari. Untuk Pak Safaruddin sebelumnya memang sudah pensiun," katanya.

Dengan adanya penetapan pasangan calon, mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menegaskan, anggota Polri yang maju ke pilkada tidak bisa kembali ke institusi Polri. Sedangkan bagi yang tidak ditetapkan sebagai bakal calon oleh KPU, maka masih boleh kembali menjadi anggota Polri.

"Kalau ia tidak ditetapkan boleh kembali ke Polri. Tetapi, kalau sudah ditetapkan KPU terus tidak terpilih sebagai pemenang mereka tidak boleh lagi kembali ke polisi. Kan, mereka sudah diberhentikan seperti Pak Anton dan Pak Murad tidak boleh lagi kembali ke Polri," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto menjelaskan, dengan penetapan KPU secara otomatis membuat status pati Polri peserta Pilkada keluar dari Polri. Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian pun telah menandatangani surat mereka. "Tanda tangan Kapolri kalau dia ditetapkan sebagai calon," ucap Setyo.

Murad diketahui telah ditetapkan sebagai calon Gubernur Maluku. Sementara itu, Anton ditetapkan sebagai calon wakil gubernur Jawa Barat. Lalu, Safaruddin ditetapkan sebagai calon wakil gubernur Kalimantan Timur.




Berita Lainnya

Bawaslu Gelar Mediasi PBB dengan KPU

23/02/2018 11:48 - Adam Khan

KPU Dilaporkan Partai PKPI ke Bawaslu

22/02/2018 16:59 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat