Friday, 23 Feb 2018
Temukan Kami di :
News

Salut! 'Jubel' Anggota Polres Sorong Selatan yang Tak Malu Pajang 'Bukti Kesalahan'

Aisyah Isyana - 10/02/2018 21:46

Beritacenter.COM - Kapolres Sorong AKBP Romylus Tamtelahitu melakukan kunjungan ke kediaman salah satu anggotanya. Kegiatan itu memang kerap dilakukan Romylus dan sudah menjadi agenda rutinnya semenjak ia menjabat sebagai Kapolres Sorong.

Pada kesempatan itu, Romylus melakukan kunjungan kerumah anggotanya yang berdinas di Pos Pol Pasar Kajase dan merangkap sebagai Bhabinkamtibmas, yakni Jubel. Menariknya, dalam kunjungan itu Kapolres Sorong mendapati secarik kertas berisi tulisan 'bukti kesalahan' yang terpajang rapi diruang tamu.

Kejadian bermula saat Romylus datang menyambangi kediaman anggotanya, Jubel. Saat itu, Romylus yang disambut Istri Jubel dan meminta izin untuk melihat kondisi rumah tinggal mereka dari depan hingga belakang, dan seketika terpaku pada tulisan yang tertempel diruang tamu rumah mereka.

Ternyata, tulisan 'bukti kesalah' itu merupakan pengingat untuk Jubel agar tidak melakukan kesalahan yang sama dikemudian hari. Saat ditanya Kapolres, Jubel mengaku jika dirinya dulu pernah melakukan pelanggaran dan dihukum oleh Kapospol Pasar Kajase, Bapak Hariono.

Adapun surat pernyataan berupa bukti kesalahan itu, kemudian oleh Jubel dipajang rapi dan ditempelkan dengan solatip hitam diruang tamu. Kepada Kapolres, Jubel mengaku memajang bukti kesalahannya sebagai pengingat untuk dirinya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Saya sengaja pajang, supaya saya tidak ulangi lagi,” ungkap Jubel.

Istri Jubel sendiri, mengaku tidak keberatan dengan adanya surat yang terpampang jelas dirumah mereka tersebut. Dia mengaku mendukung apa yang dilakukan suaminya.

"Supaya bapak (Jubel) baca dan ingat, supaya tidak buat salah lagi," jelas Istri Jubel.

Sebagai pimpinan, Romylus mengaku bangga dengan apa yang dilakukan Jubel. Pasalnya, tak banyak orang uang mau kesalahannya diketahui banyak orang. Kebanyakan orang mungkin akan menutupinya lantaran malu, namun tidak dengan Jubel.

Pria asli kelahiran Papua ini rela mempermalukan dirinya demi suatu perubahan, yaitu komitmen berperilaku baik. Tempelan kertas surat pernyataan kesalahan masa lalunya di dinding, merupakan bukti bahwa dirinya berniat untuk berubah ke arah yang lebih baik lagi.

Jubel yakin pajangan bukti kesalahan akan menjadi pengingat bagi dirinya bahwa dahulu ia pernah salah dan kini ia belajar untuk menjadi pribadi lebih baik. Apakah perubahan itu ada? Ya, perubahan itu sudah terjadi dan Jubel menjadi Bhabinkamtibmas yang paling rajin mengunjungi masyarakat.

Laporan harian saat dirinya naik piket di pos pol kajase, kerap di posting di grup Pos Pol dan Nhabin. Tidak berhenti disitu saja, pria asal Papua tersebut menjadi Nhabinkamtibmas pertama yang bisa menggerakan kepala kampung untuk memasang baleho sosialisasi dana desa. Spektakuler!

Namun satu hal yang membuat kapolres terharu dan bangga pada Jubel adalah ditengah keterbatasan dirinya dengan kondisi keluarganya yang kekurangan, ia punya semangat hebat. Ia rela untuk mondar mandir dari rumah ke kantor yang jaraknya cukup jauh. Ironinya, Jubel mengaku pada kapolres bahwa sudah 1 minggu ini ia tidak lagi naik motor karena motor pinjaman saudaranya tersebut karena rusak berat.

“Sudah 1 minggu ini, saya naik ojek. Biayanya mahal, pulang pergi sampai 60 ribu”, ujar jubel.

Mengetahui kondisi itu, perasaan haru seketika menyelimuti hati Romylus yang langsung memerintahkan Kasubag Sarpras untuk menyiapkan motor dinas dan siang itu juga. Motor dinas sebagai alat transportasi untuk Jubel pun tiba berbarengan dengan kedatagan Iqbal dan Mirzah dari Tim Pusat Studi Ilmu Kepolisian Universitas Syiah Kuala.

Kapolres pun menitipkan sejumlah uang sebagai buah kasih pada Jubel dan keluarganya. Tim dari Pusat Studi Ilmu Kepolisian Universitas Syiah Kuala pun merasa terharu dan bangga akan sosok Jubel dan meminta untuk foto bersama.

Jubel memang bukan siapa-siapa. Jubel memang hanyalah anggota polisi yang penuh keterbatasan seperti kebanyakan anggota lain. Tapi hari ini, kapolres dan seluruh anggota polisi mendapatkan pelajaran berharga dari seorang Jubel.

Ia berani mengalahkan rasa malu atas kesalahannya sebagai komitmen melakukan perubahan perilaku. Dan bukti atas komitmen itu, ia perlihatkan dengan kerja keras tanpa mempedulikan keterbatasan dirinya dan keluarganya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat