Friday, 23 Feb 2018
Temukan Kami di :
Politik

Wacana Pasal Penghinaan Presiden Jadi Kabar Buruk Rezim Jokowi

Anas Baidowi - 09/02/2018 18:16

Beritacenter.COM - Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) menilai, wacana pemeritah dan DPR menghidupkan pasal penghinaan presiden dalam revisi KUHP, menjadi kabar buruk dari rezim Joko Widodo (Jokowi). Terlebih, menurutnya, upaya menghidupkan kembali pasal karet ini sangat bernuansa ppolitis.

"Faktanya, mereka (Fraksi Politik) yang mendukung sekarang adalah mereka yang menolak kemarin. Sementara yang mendukung kemarin, menolak hari ini," ujar Ray, Jumat (9/2/2018).

Lebih lanjut, mantan aktivis 98 ini melihat upaya menghidupkan kembali pasal penghinaan presiden dilakukan memggunakan pendekatan kekuasaan. Siapa yang berkuasa hari ini, kata Ray, sangat berkepentingan dengan pasal yang bisa menjerat para pengkritik.

"Jadi pertimbangannya sangat politis dari pada mengembalikan kualitas demokrasi dan penghormatan pada hak asasi manusia. Ini kabar buruk dari rezim Jokowi," kata Ray.




Berita Lainnya

Bawaslu Gelar Mediasi PBB dengan KPU

23/02/2018 11:48 - Adam Khan

KPU Dilaporkan Partai PKPI ke Bawaslu

22/02/2018 16:59 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat