Monday, 26 Feb 2018
Temukan Kami di :
News

Jaksa Agung Minta Jangan Pertanyakan Lagi Prihal Eksekusi Mati

Aisyah Isyana - 09/02/2018 16:40

Beritacenter.COM - Heboh kasus narapidana Togiman alias Toge yang mengendalikan 110 kg sabu dan 18.300 butir ekstasi dari balik lapas, membuat Jaksa Agung, M Prasetyo, geram. Meski begitu, Jaksa Agung menyebut tak perlu mempertanyakan lagi prihal Toge yang sudah mengantongi dua vonis hukuman mati.

"Dia kan di balik jeruji masih bisa mengendalikan narkoba ya justru itu lah makanya. Kan saya sudah berulang kali bilang itu, nggak usah nanya lah..," kata Prasetyo, di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Februari 2018.

Dalam hal ini, Prsetyo sempat menyebut jika pelaksanaan eksekusi mati masih terhambat beberapa aturan seperti putusan MK terkait PK dan grasi. Namun, Prasetyo juga menyatakan bahwa hukuman mati masih perlu dilakukan di Indonesia, terutama untuk pelaku kejahatan narkoba yang merusak generasi muda.

(Baca Juga : Buwas: Penyelundupan 110 Kg Sabu Dikendalikan 'Toge', Terpidana 2 Kali Vonis Mati)

"Bagaimana orang di balik penjara masih bisa mengendalikan, sekarang tahu enggak hampir 6 juta anak muda Indonesia menjadi korban narkoba diantaranya sudah jadi sampah enggak bisa disembuhkan," sambungnya.

Prasetyo bahkan mencontohkan kebijakan Filipina dalam melakukan pemberantasan narkoba yang tak segan menembak pelaku kejahatan narkoba. Dengan begitu, jelasnya, pasar narkoba yang sebelumnya di negara lain menjadi lari ke Indonesia.

"Sekarang yang terjadi di Filipina mereka enggak ada urusan itu, Filipina tembak-tembak saja itu kan, siapapun nah itu mungkin saja larinya ke mari, ini suatu hal yang menjadi konsen kita bersama. Harus menjadi keprihatinan kita bersama," ujar Prasetyo.

(Baca Juga : 'Toge' Si Terpidana Mati Kasus Narkoba, Buwas : Terpidana Mati Tapi Tidak Mati-mati?)

Sebagaiaman diketahui, esksitensi Toge dalam peredaran narkoba dari balik Lapas membuat Kepala BNN, Komjen Budi Waseso, geram. Terlebih status Toge saat ini telah menerima dua vonis hukuman mati.

"Yang sangat miris, kami berulang kali, jangan ucapan saya sebagai Kepala BNN mencari kambing hitam permasalahan ini, tidak. Kasus ini melibatkan pelaku yang sudah 2 kali vonis hukuman mati di Lapas. Dan dia terlibat dalam semua pemesanan ini," kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas).

Miirisnya, Buwas sendiri mengaku kesal lantaran Toge yang sudah divonis mati 2 kali namun tak kunjung dieksekusi oleh regu tembak.

"Kalau ini lagi dihukum mati ketiga, ini hebatnya Indonesia, hukuman mati tapi orangnya tidak mati-mati," ujar Buwas.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat