Friday, 23 Feb 2018
Temukan Kami di :
Entertainment

Bukti Ilmiah jika Seseorang yang Cemas Akan Condong Menjadi Arahan Anjing

Sari Intan Putri - 07/02/2018 12:33

Beritacenter.COM - Pernakah Anda berada dalam situasi sangat takut saat melihat anjing dan anjing tersebut mengejar dan menggonggong ke arah Anda?

Ternyata ada alasan ilmiah di balik kejadian tersebut. Kata seorang peneliti, orang yang sedang merasa cemas beresiko lebih tinggi menjadi arahan anjing.

University of Liverpool di Inggris telah mengeluarkan studi yang mensurvei 694 orang yang tinggal di kota semi pedesaan, Cheshire, Inggris.

Lebih lanjut tim peneliti penasaran mengenai berapa banyak orang di sana yang pernah digigit anjing, apakah gigitan membutuhkan perawatan dan apakah korban mengetahui mana anjing yang telah menggigit mereka.

Kemudian peneliti menilai stabilitas emosional peserta menggunakan Ten Item Personality Inventory (TIPI) untuk mengukur aspek kepribadian termasuk stabilitas emosional dan neurotisme.

Hasilnya, menunjukkan bahwa semakin stabil seseorang secara emosi, maka semakin rendah resiko mereka terkena gigitan anjing.

"Hubungan antara kepribadian korban dan risiko digigit memerlukan penyelidikan lebih lanjut dan juga harus mempertimbangankan potensi dalam merancang skema pencegahan gigitan di masa depan," kata pakar perilaku anjing di University of Liverpool, Carri Westgarth.

Hasil dari penelitian juga mengungkapkan bahwa satu dari empat responden mengaku pernah digigit anjing, dengan persentase laki-laki hampir dua kali lebih banyak dibanding perempuan.

Orang yang memiliki beberapa anjing juga tiga kali lebih mungkin digigit dibanding mereka yang tidak memiliki anjing. Dan lebih dari separuh responden mengatakan bahwa mereka telah digigit anjing yang tidak mereka kenal.

Catatan rumah sakit menunjukkan tingkat gigitan anjing mencapai 740 per 100.000 penduduk, namun tanggapan survei menunjukkan angka 1.873 kejadian per 100.000 atau hampi tiga kali lebih besar dari angka resmi.

Selain itu, satu dari tiga kasus gigitan anjing memerlukan perawatan, namun hanya sebagian kecil (0,6 persen) yang masuk rumah sakit.

"Meskipun ini adalah penelitian kecil, temuannya cukup mendalam dan memberi banyak indikator tentang beban sebenarnya dari gigitan anjing pada kesehatan masyarakat," imbuh Carri Westgarth.




Berita Lainnya

Miss Indonesia 2018 'Alya Nurshabrina'

23/02/2018 12:01 - Bunga Putri
Kemukakan Pendapat