Friday, 23 Feb 2018
Temukan Kami di :
Opini

Mantan Kader PKS Mengungkapkan Fakta Agenda PKS yang Mengejutkan dan Banyak Tidak Diketahui Orang

Sari Intan Putri - 04/02/2018 22:37

Beritacenter.COM - Zaadit Taqwa, yang mengacungkan 'kartu kuning' ke Presiden Jokowi pada saat Presiden RI ke-6 itu menghadiri perayaan Dies Natalis ke-68 UI yang berlangsung di Balairung UI Depok, sempat viral di media sosial.

Namun, dibalik acungan kartu kuning Zaadit Taqwa yang santer diisukan sebagai kader PKS itu ternyata ada juga sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan dari mantan kader PKS. Ya, sebuah Agenda Utama di kubu PKS yang banyak belum diketahui oleh orang.

PKS memiliki berbagai Agenda Utama di dalam kegiatan-kegiatannya. Namun, salah satu yang dianggap berbahaya bagi NKRI adalah menghancurkan budaya Indonesia melalui invasi budaya Arab Saudi.

Hal itu dituturkan secara langsung oleh Arbania Fitrania yang merupakan mantan kader PKS 4 tahun silam.

"Banyak sekali indikasi yang saya rasakan langsung pada saat menjadi ADK seperti upaya kami untuk menghalang-halangi acara seni, budaya, musik, dll. Hingga berbagai upaya kami agar bisa memboikot mata kuliah ilmu budaya dasar (IBD)." ungkap Arbania.

Lebih lanjut Arbania Fitrania juga mengatakan jika dirinya termakan doktrin jika mata kuliah IBD seringkali tidak dihadirinya sehingga teman-teman Arbania ikut membencinya.

"Saya ingat dulu, karena saya begitu termakan doktrin bahwa mata kuliah IBD tidak berguna dan bisa melemahkan iman saya seringkali membolos kalau ada latihan menari sampai saya sempat dibenci teman-teman saya," kata Arbania.

Kembali kepada agenda PKS ini sebagai perpanjangan tangan dari Kerajaan Saudi tujuan utamanya adalah agar kekuasaan Arab bisa mencapai Indonesia mengingatsatu-satunya sumber devisa Arab adalah minyak yang diperkirakan akan habis pada tahun 2050 dan melalui jamaah haji.

Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam dan merupakan umat muslim terbesar di dunia. Bahkan jika seluruh umat muslim di timur tengah disatukan, umat muslim Indonesia masih jauh lebih banyak. Untuk itu, agar dapat bertahan secara ekonomi, maka Arab Saudi harus bisa merebut Indonesia dan cara yang paling jitu adalah melalui invasi kebudayaan.

Islam dibuat menjadi satu dengan kebudayaan Arab, sehingga budaya Arab akan dianggap Islam oleh masyarakat Indonesia yang relatif masih kurang terdidik dan secara emosional masih sangat fanatik terhadap agama.

Ketika kebudayaan lokal sudah bisa dihilangkan dan kebudayaan Arab yang disamarkan sebagai Islam dapat berkuasa, maka orang-orang akan menjadi begitu fanatik buta bahkan fundamentalis dan tidak bisa lagi mengapresiasi agama lain dan budaya lokal.

"Lalu, bila kebudayaan Nusantara sudah sampai dianggap musyrik atau bid’ah, maka saat itulah NKRI akan bubar," tegas Arbania.

Orang-orang yang pulaunya dihuni oleh mayoritas non muslim atau yang masih memegang budaya lokal di Indonesia akan meminta merdeka. Pulau-pulau di Indonesia akan terpecah belah dan pada saat itulah orang-orang ini akan bagi-bagi “kue”.

Peta rencanaya adalah bagian pulau di Indonesia yang mayoritas Islam akan dikuasai oleh Arab. Sedangkan daerah yang penduduknya mayoritas kristen akan dikuasai oleh Amerika. Lalu, daerah-daerha yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, Buddha, Animisme, dll., akan dikuasai oleh Cina.

Tidak banyak orang PKS yang tahu soal ini, hanya segelintir saja yang memahaminya. Mereka menduduki posisi-posisi strategis dalam pemerintahan agar dapat lebih memudahkan agendanya. Sentimen keagamaan terus dipakai untuk meraih simpati masyarakat.

Sehingga berbagai produk kebijakan seperti Perda Syariat, UU APP, dll. yang rata-rata hanya sekedar mengurus masalah cara berpakaian semata akan dengan bangganya diterima oleh masyarakat muslim yang naif sebagai keberhasilan Islam.

"Masyarakat kita lupa bahwa sampai saat ini PKS belum menghasilkan produk yang dapat memajukan ekonomi, menyelesaikan permasalahan kesehatan, pendidikan, pencegahan bencana alam, korupsi, trafficking, tayangan TV yang semakin memperbodoh masyarakat, dan permasalahan lain yang lebih riil dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita ketimbang sekedar mengatur cara orang dewasa berpakaian dan berperilaku," lanjut Arbania.

"Jangan terburu-buru apriori dan menganggap tulisan mengenai pengalaman saya ini adalah black campaign. Renungkan dengan hati nurani yang dalam. Tidak ada kepentingan saya selain hanya menyampaikan kebenaran," terang Arbania.

Terakhir, Arbania juga dengan tegas menuturkan jika dirinya faham betul apa yang telah dia ungkapkan seperti yang di atas. Bukan saja dia faham melainkan dia juga takut jika dia tidak mengatakan yang sebenarnya dia akan bergelimpangan dosa.

"Saya tahu resiko apa yang ada di hadapan saya dan siapa yang saya hadapi. Tapi saya lebih takut menjadi bagian dari orang yang zalim, karena tahu kebenaran, namun tidak bersuara. Rasa cinta saya bagi negeri yang sudah memberi saya kehidupan ini menutupi rasa takut saya. Saya yakin siapa yang berjalan dalam kebenaran maka kebenaran akan melindunginya," tutur Arbania.

Pesan Arbania buat para sahabatnya juga baik. Dia mengharapkan agar agama yang telah diyakininya tersebut bisa membawa kenyamanan dan kesatuan di Indonesia ini. Bukan malah memecah belah dengan keyakinan itu.

"Buat rekan saya, murabbi saya, sahabat-sahabat saya dulu sesama ikhwah, saya mencintai kalian semua dan akan terus mencintai kalian. Saya berharap, persaudaraan kita tetap terjalin karena bukanlah partai atau agama yang mempersaudarakan kita, tapi karena kita satu umat manusia, anak cucu Adam. Kalau bahasa teman saya, kita menjadi saudara karena kita menghirup udara yang sama, makanya kita disebut 'saudara'," lanjutnya.

Arbania juga berharap jika pengalaman hidupnya tersebut menjadi sebuah bahan renungan bagi banyak pihak khususnya para pengguna media sosial agar lebih bijak dalam memilih pemimpin.

"Semoga pengalaman saya ini dapat menjadi bahan renungan para jamaah “fesbukiyah” dalam menentukan pilihan pemimpin yang akan membawa kapal Indonesia menuju masyarakat yang bahagia, makmur dan sentosa, yang memiliki jati diri dan menghargai kebudayaan nusantara," tutup Arbania.

Sumber : Beritaterheboh.com

Link      : http://www.beritaterheboh.com/2018/02/netizen-ini-bongkar-fakta-dimulai-dari.html?m=1




Berita Lainnya

Menolak Isu 'HOAX' Yang Ditudingkan Pada BIN

22/02/2018 10:20 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat