Tuesday, 20 Feb 2018
Temukan Kami di :
Nasional

Janji-Janji Marsekal Hadi Setelah Resmi Jadi Panglima

Anas Baidowi - 07/12/2017 19:08

Beritacenter.COM - Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan beberapa hal penting yang bakal dikerjakan selama dirinya menjabat sebagai pimpinan tertinggi 3 matra. Ia berjanji akan netral dalam perhelatan politik, khusunya menjelang Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

"Netral. Kita perkuta jati diri sebagai tentara rakyat Tentara pejuang dan tentara profesional. TNI tidak berpolitik praktis dan mengikuti politik negara," tutur Hadi di Komplek Perlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12).

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) itu juga berjanji akan memajukan industri pertahanan dalam negeri. Pasalnya, Indonesia memiliki beberapa perusahaan yang memproduksi alusista.

"Pasti (memajukan) karena kita punya industri pertahanan seperti PT DI, PT PAL dan Pindad. Keperluan mendasar untuk TNI di ambil dari sana," ujar Hadi.

Janji yang terakhir ia sampaikan, akan membangun soliditas antara TNI dan Polri. Di bawah kepemimpinannya, ia akan mengupayakan hal tersebut dapat terlaksana.

"Itu bagian dari tujuan UU Nomor 34 Tahun 2004 dan UU Nomor 2. Kita harus sinkronkan semuanya. Kalau sudah sinkron dan tidak ada konflik lagi, kita semua akan senang. Soliditas TNI Polri yang dipentingkan," pungkas Hadi.

Diberitakan sebelumnya, DPR menggelar Sidang Paripurna ke-13 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2017-2018. Salah satu agenda sidang ialah laporan pimpinan Komisi I mengenai hasil fit and proper test terhadap calon Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Pimpinan sidang yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon mempersilakan Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari untuk memyampaikan laporannya. Abdul Kharis menyampaikan proses saat calon Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjalani fit and proper test.

Dia menjelaskan keputusan diambil Komisi I secara musyawarah mufakat. Dalam kesempatan ini, Abdul Kharis juga menyampaikan terima kasih kepada Panglima TNI yang diberhentikan, yakni Jenderal Gatot Nurmantyo.



Berita Lainnya

Dituding OTT Pesanan, KPK: Itu Tak Penting

16/02/2018 20:12 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat