Tuesday, 20 Feb 2018
Temukan Kami di :
News

Heboh! Warga Maluku Diduga Tewas Dianiaya Tentara Karena Mencuri Singkong

Hiliyah Azizah - 07/12/2017 09:23

Beritacenter.com - La Gode (34) warga Desa Lede, Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara ditemukan tak bernyawa di Pos Satgas 732 Banua, Pulau Taliabu.

Pihak keluarga yang merasa ada kejanggalan pada kematian kerabatnya tersebut, akhirnya melaporkannya ke Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Maromoi.

Diketahui, peristiwa itu berawal saat La Gode tertangkap tangan sedang mencuri singkong oleh polisi pada 10 Oktober 2017. Namun karena saat itu tidak ada ruang tahanan di Polsek setempat, akhirnya yang bersangkutan dititipkan ke Pos Satgas 732 Banua.

"Dibawa ke pos satgas. Alasan TNI menerima La Gode karena dilakukan proses pembinaan," ujar Kepala Divisi Pembelaan HAM Arif Nur Fikri, Kamis (7/12/2017).

Setelah lima hari, korban melarikan diri dari Pos Satgas, dan pada 23 Oktober dia kembali ditangkap bersama temannya LM di Desa Kramat oleh anggota kepolisian dan dua orang anggota Satgas.

KontraS mengungkapkan bahwa tentara yang ada di Pos Satgas 732 melakukan siksaan berupa pemukulan dengan kabel dan tendangan. Tak hanya itu, bahkan Komandan Kompi (Danki) melakukan pencabutan gigi dengan alat perkakas. Sehari setelahnya korban dikabarkan meninggal dunia.

"Pada saat di pos satgas saksi melihat bagaimana praktik-praktik penyiksaan yang diduga oleh anggota Satgas 732 kepada La Gode berupa pemukulan, penendangan, hingga pengikatan di pohon agar korban mengakui tindak pidana kejahatan," ungkap Arif.

Kemudian, tiga hari pasca kematian korban, pihak Satgas 732 Banua empat kali mendatangi korban agar tidak dibawa ke ranah hukum. Keluarga korban juga didesak dengan uang belasungkawa sebesar Rp 1,4 juta selama sembilan bulan serta sembako.

"Sekitar empat kali mendatangi keluarga menawarkan uang belasungkawa," sambung Arif.

Bahkan Pos Satgas 732 meminta tandatangan warga setempat untuk surat dukungan tak menuntut kematian La Gode. Serta surat dukungan dari kepala desa atas kematian La Gode terhadap Satgas 732.

Dengan segala kejanggalan itu, akhirnya pada 20 November 2017 pihak keluarga didampingi KontraS dan LBH melaporkan kasus ini ke Denpom Ternate, Polda Maluku Utara serta Propam.

Usai menerima laporan tersebut, Danrem 152/Babullah Kolonel Inf Sachono mengatakan melalui Ws. Kapenrem 152/Babullah Kapten Inf Heru Darujito bahwa pihaknya telah memerintahkan Dandenpom XVI/1 Ternate untuk melakukan langkah-langkah penyelidikan maupun penyidikan.

"Apabila memang benar terbukti ada keterlibatan oknum TNI dalam kasus Lede maka TNI akan mengambil langkah tegas sesuai aturan hukum yang berlaku. Hal ini sekali lagi menegaskan bahwa TNI tak main-main dalam kasus Lede," kata Kapten Heru.



Berita Lainnya

Waduh, 66% Warga Jabar Termakan Isu PKI

19/02/2018 21:48 - Hiliyah Azizah
Kemukakan Pendapat