Senin, 20 Nopember 2017 - 11:01 WIB

Tanpa Kepolisian Tidak Akan Ada Hari Pahlawan

“Tanpa peran M. Jasin dan Pasukan Polisi Istimewa tidak akan ada peristiwa 10 November.”

Oleh : Adam Khan | Jumat, 10 Nopember 2017 | 14:23 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


BeritaCenter.COM - Peran Polisi tidak pernah diungkit-ungkit dalam peristiwa Hari Pahlawan, padahal peran Polisi sangat utama dan strategis dimana tanpa Polisi tidak ada yang namanya Hari Pahlawan yang sekarang setiap tahun kita peringati.

10 November 1945 diabadikan dalam sejarah bangsa dan diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peristiwa ini terjadi di Surabaya dan di kota Pahlawan ini Polisi pernah melaksanakan “Proklamasi Polisi” Dalam ejaan lama.

“Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Polisi sebagai Polisi Repoeblik Indonesia,” Soerabaja, 21 Agoestoes 1945Atas Nama Seloeroeh Warga Polisi, Moehammad Jasin – Inspektoer Polisi Kelas I.

Proklamasi Polisi itu merupakan suatu tekad anggota Polisi untuk berjuang melawan tentara Jepang yang masih bersenjata lengkap, walaupun sudah menyerah. Proklamasi itu juga bertujuan untuk meyakinkan rakyat bahwa Polisi adalah aparat negara yang setia kepada Republik Indonesia yang berjuang bersama rakyat dan bukanlah alat penjajah. Ketika menjadi insiden bendera, 19 september 1945, Polisi Pimpinan Moehammad Jasin bergerak cepat mereka menyatu dengan rakyat.

Jenderal TNI Muhammad Wahyu Sudarto – Pelaku 10 November 1945, menyatakan:

“Saya hanyalah bagian dari sejarah perjuangan tanah air. Itu pun Cuma di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Sebetulnya pada “Peristiwa Surabaya” ada tokoh yang lebih hebat tetapi di mana kini tidak banyak yang kenal. Namanya Moehammad Jasin, orang Sulawesi Selatan. Jika beliau tidak ada, Surabaya tidak mungkin seperti sekarang. Beliau adalah Komandan Pasukan Polisi Istimewa. Kalau tugas Bung Tomo adalah “memanas-manasi rakyat”, Pak Jasin ini memimpin pasukan tempur. Kesatuannya boleh dibilang kecil, cuma beberapa ratus orang saja. Itu sebabnya mereka bergabung dengan rakyat. Kalau rakyat sedang bergerak, di tengah-tengah selalu ada truk atau panser milik Pasukan Polisi Istimewa lengkap dengan senjata mesin. Melihat Rakyat bak gelombang yang tak henti-henti itu, Jepang yang waktu itu sudah kalah dari Pasukan Sekutu menyerah kepada RI dan intinya adalah Pak Jasin.
Demikian pula kala Inggris (Sekutu) mendarat di Surabaya. Bila tidak ada Pak Jasin, arek-arek Suroboyo tidak bisa segalak itu. Pasukan Inggris datang pertama kali dengan satu brigade pada 28 Oktober 1945. Namun, setelah mereka terdesak, secara bertahap mendarat lagi empat brigade.”

Polisi Istimewa (PI) adalah jelmaan dari CSP (Central Special Police). Apalagi, pada Agustus 1945 itu, hanya Polisi yang masih memegang senjata. Karena, setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, penguasa Jepang di Indonesia membubarkan tentara PETA dan Heiho, sedangkan senjata mereka dilucuti. Soetamo (Bung Tomo), pemimpin Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI) yang juga salah satu pejuang terkemuka dalam peristiwa 10 November 1945 di Surabaya, menyatakan :

“PETA diharapkan dapat mendukung perjuangan di Surabaya tahun 1945 , tetapi PETA membiarkan senjatanya dilucuti oleh Jepang, untung ada Pemuda M. Jasin dengan pasukan-pasukan Polisi Istimewanya yang berbobot tempur mendukung dan mempelopori perjuangan di Surabaya.”

Pasukan Polisi Istimewapun pada saat itu diperintahkan oleh Jepang untuk menyerahkan senjatanya, karena Jepang ditugaskan oleh sekutu untuk menjaga dan memelihara keamanan di Indonesia agar sekutu dengan aman dapat menginjakkan kakinya di bumi Indonesia. Namun secara tegas Polisi menolak perintah tersebut sehinga pada masa itu hanya Polisi yang memiliki persenjataan sedangkan kesatuan lain tidak ada.

Hal ini juga ditegaskan oleh Jenderal TNI AD SUDARTO ex. TRIP dan pelaku 10 Nop 1945 sbb:

“Omong kosong kalau ada yang mengaku di bulan Agustus 1945 memiliki kesatuan bersenjata. Yang ada pada waktu itu hanya pasukan-pasukan Polisi Istimewa pimpinan M. JASIN, bahkan ia menyatakan bahwa tanpa peran pasukan pasukan Polisi Istimewa dibawah pimpinan M. JASIN tidak akan ada peristiwa 10 Nopember 1945.”

Pernyataan itu menunjukkan bahwa jika pertempuran itu berlangsung tanpa dukungan dan kepeloporan Pasukan Polisi Istimewa, niscaya patriotisme perjuangan rakyat di Surabaya tidak akan seheroik apa yang tercatat dalam sejarah.

Hal itu juga dikuatkan dalam pidato peresmian Monumen Perjuangan Polisi Republik Indonesia di Surabaya yang disampaikan oleh Pangab RI, Jenderal (TNI) Tri Surtrisno pada 2 Oktober 1988, “Kekuatan Pasukan Polisi Istimewa pimpinan M. Jasin harus dikaji oleh seluruh bangsa Indonesia.”

Lebih lanjut Jendral (TNI) Tri Sutrisno mengatakan, “Tindakan Inspektur I Moehammad Jasin untuk mempersenjatai Rakyat Pejuang telah memberikan andil yang cukup besar dalam gerak maju para pejuang kemerdekaan di Surabaya, yang kemudian mencapai puncaknya dalam pertempuran heroik di Surabaya tanggal 10 Nopember 1945”.

Persenjataan yang dibagikan oleh Polisi ini didapat dari gudang-gudang senjata tentara Jepang yang diserbu dan direbut secara paksa maupun dengan perjanjian penyerahan senjata dengan jaminan keselamatan tentara Jepang karena mereka sudah amat terdesak hingga menyerah. Dalam perjanjian penyerahan senjata ini, M. Jasin hadir sebagai wakil dari pihak Indonesia dan menjamin keselamatan jiwa tentara Jepang yang menyerah.

Seperti yang tercatat dalam buku Soetjipto Danoekoesoemo, "Hari-Hari Bahagia Bersama Rakyat". Tiga peleton tentara Jepang menyerahkan senjata kepada Polisi Istimewa Seksi I dengan syarat keselamatan mereka dijamin, pada 1 Oktober 1945.

Pada 2 Oktober 1945, di Gedung General Electronics di Kaliasin Jepang menyerahkan senjata setelah terjadi pertempuran sengit dengan Tim Polisi Istimewa di bawah pimpnan Soetjipto Danoekoesoemo. Dalam pertempuran ini tentara Jepang mengeluarkan senjata-senjata mitraliur.

Pada Hari yang sama, M. Jasin yang bersama Soetomo (Bung Tomo) yang mewakili pihak Indonesia berhasil menandatangani perjanjian penyerahan senjata untuk membuka gudang Arsenal tentara Jepang yang terbesar se-Asia Tenggara di Don Bosco-Sawahan, Surabaya. Pelucutan ini diawali dengan perlawanan sengit tentara Jepang. Setelah terjadi tembak-menembak sengit dan menelan korban jiwa barulah Jepang menyerahkan senjata.

Pada akhirnya tentara Jepang menyerahkan seluruh persenjataan, termasuk tank dan panser kepada Polisi Istimewa. Polisi Istimewa kemudian membagi-bagikan senjata tersebut kepada rakyat dan pemuda dalam organisasi perjuangan. Segera setelah itu, Surabaya dibanjiri senjata api dari berbagai jenis yang digunakan untuk menghadapi pasukan Inggris dan Belanda pada peristiwa Hari Pahlawan.
Dalam pertempuran-pertempuran melawan tentara Jepang, Abdul Radjab ex TRIP, pelaku 10 Nopember 1945, menyatakan: “Pasukan-pasukan Polisi Istimewa bertempur melawan Tentara Jepang dengan gagah berani”

Selain membagikan senjata, Polisi Surabaya juga giat melatih perang para pemuda dan rakyat dalam menghadapi serangan tentara sekutu. Mempersenjatai rakyat pejuang sekaligus gerakan pembinaan kemiliteran dan pelatihan tempur yang dipelopori oleh Kesatuan Polisi Istimewa ini secara langsung sangat berpengaruh hingga tersusunnya kesatuan-kesatuan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kemudian berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dari pembinaan kemiliteran dan pelatihan tempur tersebut membuat Jenderal TNI/AD Sukanto Sayidiman menyatakan, "Pak Jasin dan Pasukan Polisi Istimewa adalah guru dan pelatih kami."

Adanya Kepolisian di Indonesia sejak awal kemerdekaan sebelum adanya kesatuan bersenjata lainnya juga membuat DR. H. Ruslan Abdulgani eX TRIP dan tokoh pejuang yang turut berperan aktif dalam Palagan 10 November 1945 ini mengatakan bahwa "Pasukan Polisi Istimewa lahir lebih dulu dari yang lain".

Keterlibatan M. Jasin sebagai pasukan Polisi Istimewa dalam peristiwa heroik itu jelas tidak diingkari oleh semua tokoh pejuang yang terlibat. Bahkan seorang Jenderal TNI AD, Abdul Kadir Besar SH, juga menyatakan, “Saya berani mempertanggungjawabkan pemberian kedudukan bagi Moehammad Jasin sebagai Singa Pejuang Republik Indonesia berdasarkan jasa-jasanya.”
Penyataan senada diberikan juga oleh seorang tokoh penting peristiwa 10 November 1945, DR. H. Roeslan Abdulgani, yaitu : “M. Jasin dan Polisi Istimewa yang dipimpinnya adalah modal pertama perjuangan di Surabaya.”

Demikian Pula pernyataan Jenderal (TNI) Moehammad Wahyu Soedarto, seorang tokoh yang terlibat dalam peristiwa heroik itu, yaitu : “Tanpa peran M. Jasin dan Pasukan Polisi Istimewa tidak akan ada peristiwa 10 November.”

Kehebatan Pasukan Polisi Istimewa dalam arena perjuangan Surabaya bukan hanya dikagumi kawan tapi juga disegani oleh lawan. Hal ini terdapat dalam pernyataan resmi dari Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan (Ministerie van Onderwijs en Wetenschappen) Pemerintah Belanda, oleh Van der Wall.

“De Poelisi Istimewa, de gewezen Poelisi Istimewa guderende de Japanse tijd, onder leiding van M. Jasin is niets anders dan een Militaire strijd kracht.” (Polisi Istimewa, Mantan Polisi Istimewa diwaktu Jepang, pimpinan M. Jasin tidak lain adalah satu kekuatan tempur militer).

Jenderal Polisi Dr. H. Mohammad Jasin yang dikenal sebagai Bapak Brimob Polri menghembuskan nafas terakhir pada hari Kamis, tanggal 3 Mei 2012 di RS Polri Kramat Jati pada usia 92 tahun. Almarhum dimakamkan di Taman makam Pahlawan Kalibata. Untuk mengenang jasa-jasa perjuangan beliau, nama Muhammad Jasin diabadikan sebagai nama jalan di depan Mako Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Setelah melalui tahapan pengusulan, akhirnya Alm. Komisaris Jenderal Polisi Dr Moehammad Jasin, memperoleh gelar PAHLAWAN NASIONAL dari Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden nomor : 116/TK/Tahun 2015 pada tanggal 5 November 2015. Presiden memimpin langsung upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tersebut. Pemberian gelar ini seiring dengan peringatan Hari Pahlawan tahun 2015 yang mengusung tema, "Semangat Kepahlawanan adalah Jiwa Ragaku".

Sumber:
Memoar Jasin Sang Polisi Pejuang
Meluruskan Sejarah Kelahiran Polisi Indonesia
Diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, 2010.

 





#Berita Center #Hari Pahlawan #Peran Penting Polisi #Mehammad Jasin #Polisi RI


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






Kriminal - 20 menit yang lalu

Waduh !! Oknum Guru Honorer Kuras Isi Kotak Amal Masjid

Beritacenter.COM - Seorang oknum Gurur honorer berinisial MN (36) menguras isi kotak amal masjid, aksi pelaku..
News - 45 menit yang lalu

Kapolda Papua Siapkan Satgas, Penuhi Permintaan Warga Kimbeli hingga Banti untuk Evakuasi

Beritacenter.COM - Warga asli penghuni perkampungan dari Kimberli hingga Bati, Distrik Tembagapura, Papua, meminta..
News - 1 jam yang lalu

Mengaku Terluka Berat, Setya Novanto : Diluar Dugaan Saya Kecelakaan

Di luar dugaan saya ada kecelakaan sehingga saya selain terluka, terluka berat dan juga di kaki dan di tangan dan juga di kepala masih memar
News - 2 jam yang lalu

Rasain! Pelaku Perampokan dan Pemerkosa Gadis Difabel di Yogya Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Nahas, nasib gadis tuna rungu dan wicara asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa..
Kriminal - 2 jam yang lalu

Sudah 20 Kali Beraksi, Jambret di Lampung Diciduk Tim Tekab 308

Beritacenter.COM - Pemuda pelaku penjambretan di Bandarlampung berhasil dibekuk polisi. Pemuda yang diketahui sudah..
News - 3 jam yang lalu

Brigjen Aris Budiman Pimpin Penangkapan Setya Novanto

Beritacenter.COM - Atas rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah sepakat..
News - 14 jam yang lalu

DPR Usulkan KSAU Jadi Panglima TNI, Marsekal Hadi : Saya Siap Melaksanakan Perintah

Beritacenter.COM - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018 mendatang. Komisi..
News - 16 jam yang lalu

Pasca Kecelakaan, Novanto Bingung Saat Diminta Mengingat Angka

Beritacenter.COM - Pengacara Setya Novanto, Fredrich Junadi mengatakan bahwa kliennya masih belum dapat mengingat..
Kriminal - 17 jam yang lalu

Polisi Ungkap Peredaran Sabu Dalam Kemasan Biskuit di Tolitoli

Beritacenter.COM - Polres Tolotoli berhasil mengungkap peredaran 750 gram narkoba jenis sabu, di Jalan Abdul Muis,..
News - 18 jam yang lalu

Kapolri, Ketua MUI, dan Ketua MPR, Hadiri Syukuran Muhammadiyah Ranting Pondok Labu

Beritacerita.COM - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menghadiri acara syukuran Muhammadiah Ranting Pondok Labu..
Entertainment - 20 jam yang lalu

Ciaaat.. Bos Alibaba Main Film Laga Barang Jet Li dan Donnie Yen

Beritacenter.COM - Bos Alibaba, Jack Ma, tengah menjajal kemampuannya dibidang akting. Orang paling kaya di China ini..
Kesehatan - 21 jam yang lalu

Hindari Memakai Baju Baru Tanpa Dicuci Dahulu Jika Tak Ingin Begini..

Terlepas dari kuman yang menempel di baju baru dan bisa masuk ke dalam tubuhmu jika kamu tidak mencuci sebelum memakainya
News - 22 jam yang lalu

Diduga Terpleset, Balita Tewas Tercebur di Gorong-gorong

Pada saat itu arus kali cukup deras, ditemukan sekitar 1,5 km dari tempat korban bermain sepeda
Entertainment - 23 jam yang lalu

Banyak 'Barang Terbang' di Depok Buat Kendaraan Melintas Pelan

Awalnya kami hanya coba-coba saja, namun para pemuda di kompleks ini termaksuk saya berinisiatif, untuk memperindah..
News - 1 hari yang lalu

(Video) Ngeri!! Beginilah Pengakuan Korban Kekerasan KKB di Papua

memang semua rumah di grebek, didatangi, bahkan sampai pintu rumah warga dirusak
News - 1 hari yang lalu

Video Pengakuan Kepala Suku Kimbely Saat Polri Lakukan Penyelamatan di Papua

Beritacenter.com - Sebuah video pengakuan dari seorang kepala suku Kimbely, Papua beredar. Dalam video tersebut..
News - 1 hari yang lalu

'Gara-gara' TNI-Polri, KKB Ngamuk di Papua

Secara keseluruhan sebenarnya sudah kondusif hanya saja memang pagi tadi ada gangguan dari mereka yang saat penyergapan kemarin lari
Peristiwa - 1 hari yang lalu

Warga Temukan Mayat Tunawisma Penunggu Rumah Kosong di Aceh

Beritacenter.COM - Warga Desa Reudep, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, dihebohkan dengan penemuan mayat pria tanpa..
Peristiwa - 1 hari yang lalu

Heboh..., Bayi Ini Meninggal Usai Makan Bubur Nasi Pisang

Beritacenter.COM - Belakangan ini sedang viral di media sosial berita tentang bayi berusia 10 hari yang harus..
Kesehatan - 1 hari yang lalu

Mitos Atau Fakta, Cabut 1 Uban Bisa Tumbuh Banyak Uban

Beritacenter.COM - Bagi mereka yang sudah berusia dewasa, maka pada kepala akan mulai bermunculan rambut dengan warna..
News - 1 hari yang lalu

Maksud Terselubung Pernyataan Gatot Nurmantyo Soal ‘Proxy War’

BeritaCenter.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo belakangan ini sering mendengung-dengungkan istilah proxy..
News - 1 hari yang lalu

Pemprov DKI Jakarta Gelar Operasi Siaga Bencana

BeritaCenter.COM – Di musim penghujan kali ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Operasi Siaga Ibu Kota..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi