Senin, 23 Oktober 2017 - 00:14 WIB

Tren Film G30S/PKI, Benarkah Ada Kepentingan Politik?

Oleh : Anas Baidowi | Minggu, 24 September 2017 | 09:05 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Isu kebangkitan PKI merebah disosial media, tudingan antar tokoh hingga menyentuh partai politik yang diyakini akan memanasnya pertarungan politik saat pemilihan presiden 2019 akan datang, lalu kenapa film G30S/PKI baru kali ini dibuat tren.

Berawal dari sikap panglima TNI yang mengadakan nobar film Penghianatan G30S/PKI, langkah tersebut diikuti sejumlah partai politik, yaitu PKS, PAN dan Golkar. Langkah tersebut diyakini sebagai cara untuk meraih dukungan politik.

Ketua Umum PAN, Zulkifli hasan membenarkan kemungkinan ada tujuan politik dibalik trennya film G30S/PKI. "Lah, kan filmnya sudah ada sejak lama. Bahwa ada kepetingnan segala macam, dalam politik dan macam-macam lah ya, biasa lah," tuturnya saat menggelar acara menonton film Pengkhianatan G30S/PKI di Hotel Mercure, Jakarta Utara, pada Kamis (21/9) lalu.

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera sudah memerintahkan pula adanya pemutaran serentak film G30S/PKI di DPRD seluruh provinsi dan kabupaten atau kota pada 30 September mendatang.
Kebangkitan PKI: Ada peluang atau isu 'omong kosong'?

Perlukah ada film G30S/PKI versi kekinian dan milenial?
Sukamta Mantamiharja, anggota DPR dari PKS menyebut ada beberapa indikasi peluang bangkitnya PKI.

"Di kampung saya (Solo), tempat orang atheis, komunis, sampai saat ini, orang orang ini masih tak percaya adanya Tuhan, kalau ketemu anak-anak kecil masih mengajari ideologi mereka, ini tak pernah padam... Mereka punya aktivitas kumpul-kumpul dengan berbagai modus," kata Sukamta.

"Ada indikator lain bahwa generasi baru yang punya ideologi seperti PKI itu jalan terus dan bergerak terus di Indonesia," tambahnya.

Sementara Golkar, lewat Sekjen Idrus Marham, sudah menyatakan bahwa partainya berada di posisi terdepan dan mendukung penuh untuk pembelajaran agar peristiwa itu tak terulang lagi.

Lewat akun Twitter-nya, Partai Golkar sudah menyampaikan bahwa film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI akan ditayangkan di TVOne, stasiun televisi yang dimiliki oleh Ketua Dewan Pembina Golkar, Aburizal Bakrie, pada 30 September nanti.

Meski begitu, baik sejarawan Asvi Warman dan tokoh Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, sudah mengatakan bahwa isu 'kebangkitan PKI' sarat politik.

"Mengapa (isu ini di) Indonesia diangkat, karena ada tujuan politik, karena Jokowi (Presiden Joko Widodo) juga jadi sasaran. Tapi itu tak ada dampak apa-apa asal dijelaskan ke publik, dijelaskan bahwa komunisme sudah runtuh," ujar Syafii.

Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, juga sudah memerintahkan pemutaran film itu di kalangan TNI 'agar bangsa tidak melupakan sejarah kelam dan mencegah terulang kembali'.

Politisi PDIP, Effendi Simbolon, pun sudah menyampaikan kritiknya terhadap perintah Jenderal Gatot yang ditudingnya 'berpolitik' lewat pemutaran film G30S/PKI.

'Berlomba-lomba'

Menurut pengamat, isu PKI memiliki persamaan dengan isu terkait etnis Rohingya, karena sama-sama menggunakan sentimen keagamaan.

Bagi pengamat politik dan Direktur Lembaga Survei Indonesia, Dodi Ambardi, karena fakta-fakta seputar peristiwa 1965 tak pernah tereksplorasi secara penuh, maka isu ini menimbulkan penafsiran yang memunculkan baik sikap anti maupun simpati pada mereka yang dianggap korban.

"Dan itu betul-betul bisa membelah publik, berarti kan isu itu dianggap penting oleh publik.
Dalam konteks politik, publik itu kan pemilih. Karena ada yang simpati dan ada yang anti, itu menjadi peluang politik bagi partai.

Kalau kemudian ingin mendapatkan simpati, maka kemudian posisi yang ingin diambil oleh partai itu bukan mendapat fakta terlebih dulu baru berdebat, tetapi kira-kira, anginnya bergerak ke mana ya?" kata Dodi.

Selain itu, karena 'motor' pemutaran kembali film ini adalah TNI, maka Dodi melihat bahwa partai-partai yang mendukung pemutaran kembali 'tidak ingin konfrontatif dengan tentara'.

Tetapi Dodi belum yakin bahwa langkah PAN, PKS dan Golkar yang 'berlomba-lomba mengendarai gelombang anti-PKI ini' terkait pemilihan presiden 2019.

"Pada titik ini masih spekulatif dampaknya pada 2019. Mereka mencoba untuk melihat reaksi-reaksi publik dan reaksi-reaksi yang muncul di kalangan tentara, masih penjajakan," ujar Dodi.

Menurutnya, isu PKI memiliki persamaan dengan isu etnis Rohingya, keduanya sama-sama bersentuhan dengan sentimen keagamaan.

"Satu segmen besar umat Islam merasa bahwa PKI adalah musuh mereka, itu persamaannya. Yang bisa memobilisasi dalam skala masif itu isu PKI, isu agama, sementara isu-isu kesejahteraan relatif sekunder, partai-partai tidak menuju ke sana."

"Debat-debat tentang perburuhan, industri, selalu kalah dengan sektor-sektor agama. Ini cara paling gampang meraih simpati, orang mudah tersulut. Kalau isu buruh, butuh argumen panjang, perlu data, perlu rumusan kebijakan, itu kan agak panjang," tambah Dod dari Lembaga Survei Indonesia.

Menkopolhukam Wiranto, pada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, sudah mengakui bahwa isu komunisme sering 'ditunggangi kepentingan politik'.

"Mendekati Pilkada, mendekati Pilpres, selalu tunggang menunggang itu ada," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/9.





#Berita Kriminal Indonesia #Film G30S/PKI #Partai politk


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






Moto GP - 5 jam yang lalu

Menangi Duel Seru GP Australia, Marquez Semakin Dekat Dengan Tahta Juara Dunia

BeritaCenter.COM - Marc Marquez (Repsol Honda) semakin dekat ke takhta juara dunia MotoGP 2017. Kemenangan di MotoGP..
Nasional - 5 jam yang lalu

Heboh, Panglima TNI Ditolak Masuk Ke Amerika Serikat

BeritaCenter.COM - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk AS saat hendak menghadiri memenuhi undangan..
Kesehatan - 5 jam yang lalu

Ternyata Begini Cara Buah Delima Selamatkanmu Dari Bahaya Kanker

Selain itu, buah delima kaya akan vitamin C yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuhmu untuk..
Kesehatan - 7 jam yang lalu

Hindari Kebiasaan Ini Jika Tak Ingin Kutu Menyerang Tempat Tidurmu

Kesehatan tubuh bisa dibahayakan dengan adanya kutu di ranjangmu, oleh karena itu perlunya menjaga kebersihan ranjang..
Opini - 7 jam yang lalu

Kontroversi Pembentukan Densus Antikorupsi

Menentang Densus Tipikor, Kelompok Pro Koruptor akan Picu Kegaduhan Ada yang menarik dari pro-kontra kehadiran..
Entertainment - 8 jam yang lalu

Demi Jadi Barbie, Wanita Ini Rela Habiskan Uang 1,27 Miliar Dolar AS

Saya bingung dan malu. Saya tidak tahu apa yang salah dengan saya. Waktu itu saya tidak memiliki pengetahuan untuk..
Kriminal - 9 jam yang lalu

Gondol Laptop Jamaah Saat Solat, Pria Ini Dibuat 'Biru'

Korban Budi Satria (40) saat itu hendak melaksanakan salat Zuhur sekitar pukul 12.00 WIB. Korban menaruh laptop serta..
Peristiwa - 10 jam yang lalu

Sedang Patroli, 2 Anggota Brimob Ditembaki Kelompok Separatis Papua

Beritacenter.com - Aksi penembakan yang dilakukan oleh kelompok separatis Papua kembali terjadi pada Sabtu (21/10)..
Peristiwa - 12 jam yang lalu

Sesosok Mayat Pria Tanpa Kepala Ditemukan Warga Pondok Cabe Tangsel

Beritacenter.com - Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan warga Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang, Kota..
News - 13 jam yang lalu

Kemuliaan Hati Seorang Polisi Yang Selesaikan Kasus Dengan Bantuan Ulama

BeritaCenter.COM - Tidak sedikit orang yang sampai hati dan gelap mata karena hal sepele atau karena iri dengki dan..
Badminton - 13 jam yang lalu

Marcus/Kevin Satu-satunya Pemain Indonesia Yang Tembus Final Denmark Terbuka 2017

BeritaCenter.COM - Pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi satu-satunya finalis..
Kesehatan - 13 jam yang lalu

Manfaat Sayur Terong Untuk Kolesterol Jahat

Beritacenter.COM - Siapa sangka sayuran terong memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh. Terong selain mudah..
Moto GP - 13 jam yang lalu

MotorGP Australia: Marquez Mewaspadai Dovi Meski Start Dari Posisi Ke-11

BeritaCenter.COM - Memulai balapan dari posisi paling depan, Marc Marquez tetap mewaspadai Andrea Dovizioso. Target..
Bola - 14 jam yang lalu

Hasil Liga Inggris: City Masih Sempurna, MU Tersungkur Di Kandang Tim Promosi

BeritaCenter.COM - Chelsea, Manchester City, Newcastle dan Leicester City merupakan sebagian klub Inggris yang meraih..
Bola - 14 jam yang lalu

Gagal Kalahkan Napoli, Inter Milan Harus Puas Di Posisi Dua Klasemen Sementara

BeritaCenter.COM - Inter Milan gagal merebut puncak klasemen Liga Italia dari Napoli setelah bermain imbang 0-0 pada..
Internasional - 15 jam yang lalu

Miliader AS Galakkan Kampanye Pelengseran Trump Karena Terancam Perang Nuklir

Beritacenter.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) diancam akan digulingkan oleh para miliader AS karena dianggap..
Kriminal - 15 jam yang lalu

Kompak Jadi Bandar Narkoba, Pasangan Suami Istri Diciduk Polisi

Beriacenter.COM - Aparat kepolisian berhasil menangkap dua bandar narkoba di tempat yang berbeda. Keduanya merupakan..
Bola - 17 jam yang lalu

Barca Gempur Gawang Malaga, Pertandingan Berakhir 2-0

Beritacenter.COM - Barcelona menjamu Malaga di Estadion Camp Nou dalam laga lanjuta Liga Spanyol musim 2017-2018,..
News - 1 hari yang lalu

Pakar Hukum : Densus Tipikor Polri Akan Lebih "Galak" Dibanding KPK

Beritacenter.COM - Pakar hukum tata negara, Margarito menilai, keberadaan Densus Tipikor yang digagas Polri diyakini..
Kriminal - 1 hari yang lalu

Astaga! Gay Cabuli Bocah SD Usai Nonton Video Porno

Beritacenter.COM - Seorang sopir ambulance rumah sakit swasta di Purwakarta diringkus polisi atas tuduhan pencabulan..
Kriminal - 1 hari yang lalu

"DOR" Dua Pelaku Pencuri Sepeda Motor Lumpuh

Beritacenter.COM - Polisi menembak dua pelaku pemcurian sepeda motor di Medan, kedua pelaku yakni Marwan Naibaho (47)..
Kesehatan - 1 hari yang lalu

Mitos Atau Fakta! Bayi Lebih Sehat Mandi Air Dingin Ketimbang Panas

Beritacenter.COM - Kita tentu pernah mendengar orang tua yang berkata bahwa anak sebaiknya dimandikan dengan air..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi