Tuesday, 20 Feb 2018
Temukan Kami di :
News

Menteri Yohana : Situs Lelang Perawan dan Kawin Kontrak Sama Saja Pelacuran Terselubung!

Aisyah Isyana - 23/09/2017 13:52

Beritacenter.COM - Munculnya situs nikahsirri yang menyediakan layanan kawin kontrak hingga lelang perawan, seketika membuat heboh warganet. Sontak adanya keberadaan situs tersebut menuai kecaman sejumlah pihak.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise mengecam keras tindakan itu. Menurutnya, lelang keperawanan dan kawin kontrak merupakan salah satu bentuk eksploitasi perempuan.

Diketahui, situs nikahsirri yang belakangan membuat heboh netizen itu menyediakan layanan lelang perawan, mencari istri atau suami, mencari penghulu hingga mencarikan saksi untuk nikah.

Menurut situs tersebut, lelang perawan ini sebagai tradisi Indonesia yang hampir punah. Sehingga mereka berdalih membuat program lelang perawan tersebut untuk melestarikan budaya asli Indonesia yang ketimuran dan adiluhung.

Situs itu juga menyebutkan bahwa sudah bukan sekedar isapan jempol belaka soal hilangnya keperawanan seorang wanita akibat tipuan cinta. Tak segan-segan, nikahsirri turut menceritakan seorang wanita yang tertipu telah memberikan perawan kepada pacarnya. Namun ternyata sang laki-laki juga mengambil keperawanan teman si wanita.

Parahnya lagi, tak hanya kaum perempuan, nikahsirri juga menyediakan laki-laki perjaka. Jika perempuan akan di tes keperawanannya melalui tim dokter, laki-laki perjaka akan diminta untuk sumpah pocong sebagai pembuktian bahwa ia belum pernah berhubungan badan.

Menteri Yohana pun angkat bicara. “Program ini sama halnya dengan pelacuran terselubung yang dibalut dengan prosesi lelang perawan dan kawin kontrak dengan modul agama,” kata Yohana Yambise dalam keterangan tertulisnya yang dikirim ke media, Sabtu, 23 September 2017.

Ia meminta kepolisian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika segera menindaklanjuti situs tersebut. Bahkan Yohana mempertanyakan apakah dalam kasus ini terbukti adanya unsur eksploitasi hingga melanggar pidana dan unsur pelanggaran norma kesusilaan dalam UU ITE.

Menteri Yohana menilai program ini telah merendahkan harkat dan martabat kaum perempuan sebagai manusia. Sebab, manusia baik laki-laki maupun perempuan, bukan objek untuk dilelang.

“Kaum perempuan akan sangat dirugikan dalam lelang keperawanan ini. Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh kaum perempuan agar tidak mudah terpadaya atas bujuk rayu dan modus-modus kawin kontrak seperti ini. Lindungi diri dari praktik prostitusi terselubung ini," paparnya.

 



Berita Lainnya

Waduh, 66% Warga Jabar Termakan Isu PKI

19/02/2018 21:48 - Hiliyah Azizah
Kemukakan Pendapat