Friday, 23 Feb 2018
Temukan Kami di :
Ekonomi

Diperkirakan Kokoh Hingga Pekan Depan, Penguatan Rupiah Tertinggi di Asia

Aisyah Isyana - 09/09/2017 05:57

Beritacenter.COM - Pelemahan dolar AS menjadi sentimen utama yang mendongkrak rupiah dalam jangka pendek. Hal tersebut diungkapkan Senior Research and Analyst Asia Trade Point Futures (ATPF) Andri Hardianto.

Rupiah diprediksi masih akan kokoh hingga pekan depan menyusul penguatan yang terjadi jelang akhir pekan. Positifnya sentimen eksternal dan internal membuat rupiah melonjak 0,92% atau 122 poin, tertinggi di antara mata uang Asia lainnya.

Adapun sentimen positif dari faktor domestik berupa penguatan cadangan devisa dan data ekonomi lainnya, serta pertumbuhan harga komoditas.

Indeks dolar AS (DXY) terpantau merosot 0,44 poin atau 0,48% menuju 91,223, pada perdagangan Jum'at, 8 September 2017. Torehan ini merupakan level terendah sejak 2 Januari 2015 di posisi 91,080. Sepanjang tahun berjalan harga turun 10,74%.

“Sentimen eskternal dan internal yang positif membuat rupiah terapresiasi lebih baik dibandingkan mata uang Asia lainnya,” ujarnya.

Rupiah tercatat ditutup menguat kemarin, yakni 122 poin atau 0,92% menuju Rp13.185 per dolar AS setelah diperdagangan di dalam rentang Rp13.174—Rp13.297 per dolar AS. Adapun kurs tengah BI dipatok Rp13.284 per dolar AS.

Torehan ini membuat Rupiah mencatatkan level tertinggi sejak 10 November 2016 di posisi Rp13.138 per dolar AS. Sepanjang tahun berjalan rupiah bertumbuh 2,14%.

Adapun jika dibandingkan dengan mata uang lainnya di Asia, Rupiah tercatat menguat paling tinggi terhadap dolar AS. Di peringkat kedua, yen meningkat 0,68% pada pukul 16.00 WIB menuju 107,71 per dolar AS. Di bawahnya, rupee naik 0,406% menjadi 63,7862 per dolar AS.

Sementara itu, penguatan Rupiah diperkirakan masih akan kokoh hingga pekan depan, kendati dolar berpotensi rebound. Mata uang ini diprediksi bergerak di dalam rentang Rp13.100—Rp13.250 per dolar AS.

Sampai akhir 2017 rupiah diperkirakan stabil di kisaran Rp13.200—Rp13.500 per dolar AS. Agenda penting yang menjadi perhatian pelaku pasar ialah rencana Federal Reserve mengetatkan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga lanjutan dan pengurangan aset sebesar US$4,5 triliun.



Berita Lainnya

Jangan Panik, Utang Luar Negeri Masih Aman

22/02/2018 08:00 - Aisyah Isyana

Harga Emas Turun Rp 1.000 Menjadi 636.000

12/02/2018 10:53 - Bunga Putri

Nilai Rupiah Mulai Melemah Terbatas

12/02/2018 08:55 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat