Monday, 19 Feb 2018
Temukan Kami di :
News

Ahli Hukum: Konten Email Novel Baswedan Harus Dipidanakan

Indah Pratiwi - 08/09/2017 21:02

Beritacenter.com - Teguran keras kepada Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) dalam menjerat para tersangka kasus korupsi yang tidak imajinatif dan lamban membuat KPK dinilai tidak serius dan tebang pilih dalam menetapkan tersangka korupsi.

Ahli hukum Yenti Garnasih mengatakan bahwa KPK jangan hanya mengerjakan kasus-kasus hasil dari Operasi Tangkap Tangan(OTT). Yenti pun menilai begitu lambatnya penangan kasus korupsi dan bahkan KPK tidak menyelesaikan kasus-kasus lama yang pernah ditanganinya, Jumat(8/9/2017).

Baca Juga: Soal Pelaporan Novel, Dirdik KPK: Ini masalah personal

"Kami menanyakan kepada pimpinan langsung apa sih jawabannya atas kekecewaan beberapa pihak, termasuk juga menanyakan tersangka-tersangka yang sisa masa lalu," kata Yenti Garnasih.

Yenti menambahkan, KPK terlalu kekinian tidak membanggakan hasil OTT. "Karena OTT itu akan selesai kalau semuanya. OTT itu kan hanya ujungnya yang ketangkep, hampir semuanya melibatkan lebih dari satu orang. Ini yang saya sampaikan," kata Yenti.

Baca Juga: Novel Baswedan Menepuk Air Didulang Terpercik Muka Sendiri

Selain itu, saat ditanya soal kasus tentang email dari penyidik KPK Novel Baswedan yang menyinggung Direktur Penyidik KPK Aris Budiman, Yenti pun sepakat agar konten email tersebut yang mengganggu harkat martabat Direktur Penyidik agar dipidanakan.

Menurut Yenti Garnasih, lembaga KPK harus tetap dijaga. Namun, kalau bicara soal personil adalah merupakan tanggung jawab setiap masing-masing individu yang bekerja di instansi KPK.



Berita Lainnya

DPR Digaji Rakyat Tapi Tak Mau Dikritik?

18/02/2018 10:30 - Hiliyah Azizah
Kemukakan Pendapat