Friday, 23 Feb 2018
Temukan Kami di :
Ekonomi

Daftar 21 Negara Ekonomi Paling Kuat di 2030, Indonesia Peringkat Ke-5

Aisyah Isyana - 06/09/2017 18:53

Beritacenter.COM - Menurut sebuah laporan yang diterbitkan pada awal tahun ini, pasar yang sedang berkembang akan mulai mendominasi peringkat ekonomi utama dunia pada tahun 2030.

Sebagaimana laporan yang diterbitkan PricewaterhouseCoopers, menyebutkan bahwa pasar negara berkembang seperti India dan Brazil akan semakin menantang dominasi ekonomi Amerika Serikat dan juga China, sementara yang lainnya tertinggal.

Laporan tersebut menempatkan negara-negara dengan memproyeksikan produk domestik bruto global mereka dengan membeli paritas daya (PPP). PPP adalah model yang menggambarkan daya beli dan karenanya nilai dari mata uang tertentu.

Mari kita lihat negara mana yang mencapai peringkat dan di atas 21 negara yang terdaftar, Anda pasti tidak akan percaya bahwa ada satu negara dari wilayah Asia Tenggara yang masuk dalam daftar tersebut, berikut daftar peringkatnya :

1. China - $ 38.008 triliun

2. Amerika Serikat - $ 23,475 triliun

3. India - $ 19,511 triliun

4. Jepang - $ 5.606 triliun

5. Indonesia - $ 5.424 triliun

6. Rusia - $ 4.736 triliun

7. Jerman - $ 4,707 triliun

8. Brasil - $ 4,439 triliun

9. Meksiko - $ 3,661 triliun

11. Perancis - $ 3,377 triliun

10. Inggris - $ 3.638 triliun

12. Turki - $ 2,996 triliun

13. Arab Saudi - $ 2.755 triliun

14. Korea Selatan - $2.651 triliun

15. Italia - $ 2,541 triliun

16. Iran - $ 2.354 triliun

17. Spanyol - $ 2.159 triliun

18. Kanada - $ 2,141 triliun

19. Mesir - $ 2,049 triliun

20. Pakistan - $ 1,868 triliun

21. Nigeria - $ 1,794 triliun

Menurut badan profesional ICAS tahun lalu, Asia akan tetap menjadi kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia secara keseluruhan, dengan Indonesia berada pada jalur untuk menjadi ekonomi 16 triliun dolar di dunia, menarik perhatian dari pusat hub tradisional yaitu China dan India, sebagaimana dikutip dari seasia, Selasa (6/9/2017).

Tidak mengherankan jika Indonesia yang notabene satu-satunya wilayah di Asia Tenggara yang masuk dalam daftar tersebut mampu memproyeksikan ekonomi yang signifikan pada tahun 2030.



Berita Lainnya

Jangan Panik, Utang Luar Negeri Masih Aman

22/02/2018 08:00 - Aisyah Isyana

Harga Emas Turun Rp 1.000 Menjadi 636.000

12/02/2018 10:53 - Bunga Putri

Nilai Rupiah Mulai Melemah Terbatas

12/02/2018 08:55 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat