Friday, 23 Feb 2018
Temukan Kami di :
Bisnis

Gangguan Keuangan, 21 Perusahaan BUMN Tidak Mampu Setor ke Negara

Indah Pratiwi - 30/08/2017 19:07

Beritacenter.com - Sebanyak 21 perusahaan Badan Usaha Milik Negara(BUMN) tidak melakukan penyetoran dividen kepada negara lantaran perusahaan milik negara tersebut sampai saat ini mengalami kerugian selama beberapa tahun belakangan ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa perusahaan BUMN sebanyak 21 tidak mampu membayar dividen karena situasi keuangan yang kurang baik sehingga mengalami kerugian dalam beberapa tahun ke belakang.

"Selain BUMN yang berkinerja positif lalu bayar dividen dengan pay our ratio yang beda-beda, ada juga yang belum mampu bayar karena menghadapi situasi keuangan yang tidak membaik. Karena hadapi kerugian, baik kerugian satu tahun atau akumulasi," katanya, Rabu(30/8/2017).

Kerugian perusahaan BUMN itu disebabkan karena persaingan dan efisiensi. Seperti PT Garuda Indonesia dan Perum Bulog. Selain itu juga ada perusahaan yang telah lama restrukturisasi seperti PT Merpati Nusantara.

"Kita berharap BUMN ini bisa terus menerus diperbaiki, sehingga dari sisi optimalisasi keuangan negara dan manfaatnya bagi masyarakat bisa dipertanggungjawabkan," tandasnya.

Berikut adalah 21 perusahaan BUMN tidak menyetorkan dividen ke negara:

1. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
2. Perum Bulog
3. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk
4. PT PAL
5. PT Dok Perkapalan Surabaya (Persero) Tbk
6. PT Indofarma (Persero) Tbk
7. PT Balai Pustaka (Persero)
8. PT Boma Bisma Indra (Persero)
9. Perum PEN
10. PT Berdikari (Persero)
11. PT Nindya Karya
12. PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)
13. PT Kertas Kraft Aceh (Persero)
14. PT Survey Udara Penas (Persero)
15. PT Industri Sandang Nusantara (Persero)
16. PT Iglas (Persero)
17. PT Kertas Leces (Persero)
18. PT Djakarta Lloyd (Persero)
19. PT Istaka Karya (Persero)
20. PT Varuna Tirta Prakarsya (Persero)
21. PT Primissima (Persero)



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat