Sabtu, 23 September 2017 - 18:00 WIB

Pancasila dan Agama Harus Berdampingan

Dalam Negara NKRI fungsi seperti ini sudah teruji selama puluhan tahun. Agama bisa berkontribusi untuk mewujudkan tujuan Negara tanpa menafikan substansi ajarannya sendiri. Bahkan ajaran agama digunakan sebagai otifasi di dalam mempercapat proses pencapaian tujuan negara dan tujuan pem­bangunan manusia Indonesia seutuhnya.

Oleh : Sari Intan Putri | Selasa, 22 Agustus 2017 | 00:37 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Agama dan Pancasila har­us sama-sama memberikan pencerahan terhadap segenap warga bangsa tanpa kecuali. Agama dan Pancasila tidak bisa dihadap-hadapkan satu sama lain. Agama harus mencerahkan umatnya agar bisa menerima dan menghar­gai nilai-nilai luhur Pancasila.

Sebaliknya keberadaan Pancasila juga harus mam­pu melindungi segenap umat beragama, termasuk warganya yang memilih untuk tidak beragama atau hanya beraliran kepercayaan. Agama diarahkan un­tuk mendukung tujuan Negara tanpa harus meng­enyampingkan perinsip-peinsip agama itu sendiri.

Dalam Negara NKRI fungsi seperti ini sudah teruji selama puluhan tahun. Agama bisa berkontribusi untuk mewujudkan tujuan Negara tanpa menafikan substansi ajarannya sendiri. Bahkan ajaran agama digunakan sebagai otifasi di dalam mempercapat proses pencapaian tujuan negara dan tujuan pem­bangunan manusia Indonesia seutuhnya.


Agama juga menjanjikan ketenangan, kedamaian, kearifan, keadilan, dan ketenteraman ke­pada pemeluknya. Namun itu semua bisa terjadi jika agama diberi peran efektif untuk memberikan pencerahan terhadap umatnya.

Persoalannya sekarang, siapa yang bertanggung jawab untuk mengaktualkan fungsi pencerahan agama di dalam masyarakat? Efektif atau tidaknya sebuah agama mencerahkan dapat diukur bagaimana peran dan partisipasi tokoh dan pemeluk agama. Jika agama semakin menyatu dengan pemeluknya berati pencerahan agama efektif.

Sebaliknya jika agama dan pemeluknya semakin berjarak maka pertanda pencerahan agama itu tidak efektif. Apalagi nilai-nilai agama dan Negara berhadap-hadapan, sudah pasti ada sesuatu yang salah, menyalahi konsep dasar yang telah dirumuskan oleh the founding fathers kita.

Fenomena dalam kehidupan masyarakat juga bisa diukur, yaitu apa kata agama dan apa yang di­lakukan pemeluknya? Searahkah program-program yang diterapkan UUD 1945 atau sumber-sumber hukum lainya?

Jika masih berseberangan, misalnya program pembangunan negara berseberangan dengan ajaran agama, atau sebaliknya, ajaran-ajaran agama tidak sejalan bahkan menjegal tujuan pembangunan negara, maka pada saat itu ada per­soalan konseptual yang harus segera diatasi.

Jika tidak maka keduanya bisa berhadap-hadapan yang pada saatnya akan membingungkan masyarakat. Kenyataannya sedang terjadi fenomena yang tidak menggembirakan, paling tidak terdapat fenomena yang kontradiktif, di dalam masyarakat kita hubun­gan antara agama dan pemeluknya.

Memang sedang terjadi kesemarakan beragama, tetapi tidak diikuti dengan penghayatan dan kedalaman makna. Akibatnya sering kita menyaksikan adanya fenomena kepribadian ganda (split personality) bagi umat beragama, khususnya umat Islam.

Di kalangan umat Islam sering ada yang berada di persimpangan jalan. Dalam urusan agama seolah mereka mengesankan agama terlalu dogmatis se­mentara realitas sosialnya begitu rasional. Agama dirasakannya lebih membatasi sementara realitas kehidupannya begitu liberal.

Agama dikesankan terlalu berorientasi masa lampau sementara ling­kungan profesinya sangat berorientasi masa depan. Pranata sosial keagamaan dirasakannya begitu konservatif sementara lingkungan kerjanya sedemikian canggi.

Agama dan Pancasila har­us sama-sama memberikan pencerahan terhadap segenap warga bangsa tanpa kecuali. Agama dan Pancasila tidak bisa dihadap-hadapkan satu sama lain. Agama harus mencerahkan umatnya agar bisa menerima dan menghar­gai nilai-nilai luhur Pancasila.

Sebaliknya keberadaan Pancasila juga harus mam­pu melindungi segenap umat beragama, termasuk warganya yang memilih untuk tidak beragama atau hanya beraliran kepercayaan. Agama diarahkan un­tuk mendukung tujuan Negara tanpa harus meng­enyampingkan perinsip-peinsip agama itu sendiri. Dalam Negara NKRI fungsi seperti ini sudah teruji selama puluhan tahun.

Agama bisa berkontribusi untuk mewujudkan tujuan Negara tanpa menafikan substansi ajarannya sendiri. Bahkan ajaran agama digunakan sebagai otifasi di dalam mempercapat proses pencapaian tujuan negara dan tujuan pem­bangunan manusia Indonesia seutuhnya.

Agama juga menjanjikan ketenangan, kedamaian, kearifan, keadilan, dan ketenteraman ke­pada pemeluknya. Namun itu semua bisa terjadi jika agama diberi peran efektif untuk memberikan pencerahan terhadap umatnya.

Persoalannya sekarang, siapa yang bertanggung jawab untuk mengaktualkan fungsi pencerahan agama di dalam masyarakat? Efektif atau tidaknya sebuah agama mencerahkan dapat diukur bagaimana peran dan partisipasi tokoh dan pemeluk agama. Jika agama semakin menyatu dengan pemeluknya berati pencerahan agama efektif.

Sebaliknya jika agama dan pemeluknya semakin berjarak maka pertanda pencerahan agama itu tidak efektif. Apalagi nilai-nilai agama dan Negara berhadap-hadapan, sudah pasti ada sesuatu yang salah, menyalahi konsep dasar yang telah dirumuskan oleh the founding fathers kita.

Fenomena dalam kehidupan masyarakat juga bisa diukur, yaitu apa kata agama dan apa yang di­lakukan pemeluknya? Searahkah program-program yang diterapkan UUD 1945 atau sumber-sumber hukum lainya?

Jika masih berseberangan, misalnya program pembangunan negara berseberangan dengan ajaran agama, atau sebaliknya, ajaran-ajaran agama tidak sejalan bahkan menjegal tujuan pembangunan negara, maka pada saat itu ada per­soalan konseptual yang harus segera diatasi. Jika tidak maka keduanya bisa berhadap-hadapan yang pada saatnya akan membingungkan masyarakat.

Kenyataannya sedang terjadi fenomena yang tidak menggembirakan, paling tidak terdapat fenomena yang kontradiktif, di dalam masyarakat kita hubun­gan antara agama dan pemeluknya. Memang sedang terjadi kesemarakan beragama, tetapi tidak diikuti dengan penghayatan dan kedalaman makna. Akibatnya sering kita menyaksikan adanya fenomena kepribadian ganda (split personality) bagi umat beragama, khususnya umat Islam.

Di kalangan umat Islam sering ada yang berada di persimpangan jalan. Dalam urusan agama seolah mereka mengesankan agama terlalu dogmatis se­mentara realitas sosialnya begitu rasional. Agama dirasakannya lebih membatasi sementara realitas kehidupannya begitu liberal.

Agama dikesankan terlalu berorientasi masa lampau sementara ling­kungan profesinya sangat berorientasi masa depan. Pranata sosial keagamaan dirasakannya begitu konservatif sementara lingkungan kerjanya sedemikian canggi.

Norma-norma agama dirasakannya sedemikian statis dan terkesan kaku sementara dunia kerjanya sedemikian dinamis dan mobile. Suasana batin keagamaan dikesankan amat tradisional sementara dunia pergaulan seharai-hari di tempat kerja dan lingkungannya sedemikian modern.

Kajian-kajian keagamaan dirasakan terlalu tekstual sementara kajian ilmu-ilmu umum sedemikian kontekstual. Pendekatan-pendekatan agama terkesan begitu kualitatif-deduktif sementara pendekatan keil­muan sosial sedemikian kuantitatif-induktif.

Split personality ini menurut Clifford Geertz, berpotensi melahirkan berbagai kemungkinan, antara lain: Reformasi sporadis atau gradual, reformasi radikal/ liberal, revivalisme-puritanis, revivalisme-radikal, termasuk teroris, atau tidak tahu menahu apa yang terjadi di luar dirinya.





#Berita Center #Agama #Pancasila


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






News - 1 jam yang lalu

Soroti Peredaran Pil PCC, Kapolri Intruksikan Jajarannya Usut Tuntas!

Ketika kasus di Kendari terjadi, ada yang mengonsumsi PCC, obat yang berbahaya dan bebas tanpa resep dokter, kemudian..
Internasional - 2 jam yang lalu

China Ambil Sikap, Tekan Korut Batasi Pasokan Perdagangan

Beritacenter.COM - Negeri Tirai Bambu China akhrIrnya mengambil tindakan untuk menekan Korea Utara agar bersedia..
News - 4 jam yang lalu

Menteri Yohana : Situs Lelang Perawan dan Kawin Kontrak Sama Saja Pelacuran Terselubung!

Program ini sama halnya dengan pelacuran terselubung yang dibalut dengan prosesi lelang perawan dan kawin kontrak dengan modul agama
News - 5 jam yang lalu

Ingin Selalu Tampil Prima, Berikut Rahasia Dari Iko Uwais

BeritaCenter.COM - Aktor peran Iko Uwais berbagi rahasia tentang dirinya agar selalu tampil prima dan bugar. Rutin..
Kesehatan - 5 jam yang lalu

Awas !! Ini Bahaya yang Timbul Jika Anda Tidur Dekat Ponsel

Beritacenter.com - Hampir kebanyakan orang tidak bisa lepas dari ponsel atau gadget dizaman yang tengah modern saat..
News - 5 jam yang lalu

Densus Anti-Korupsi Polri Akan Segera Dibentuk

BeritaCenter.COM - Polri akan segera membentuk Densus Anti-Korupsi dan dicanangkan terbentuk pada akhir tahun ini...
Peristiwa - 6 jam yang lalu

Waspada !! Status Gunung Agung Meningkat Awas

Beritacenter.com - Bahayanya status Gunung Agung dilaporkan mengalami kenaikan dari level III (siaga) menjadi level..
News - 6 jam yang lalu

Beri Kuliah Umum di Universitas Columbia, JK Banggakan Kebinekaan Indonesia

BeritaCenter.COM - Di Universitas Columbia New York, Amerika Serikat (AS), Wakil Presiden M Jusuf Kalla (JK)..
News - 7 jam yang lalu

Soal Kebangkitan PKI, PBNU : Jangan Mau Ditakuti - Takuti Isu

Beritacenter.com - Beredarnya di media sosial bahwa isu kebangkitan Komunisme dan PKI telah bangkit kembali. Hal itu..
Kriminal - 8 jam yang lalu

Bisnis Pil PCC Selama 6 Bulan, Raup Untung 11 Miliar

Beritacenter.com - Maraknya predaran obat - obat keras terlarang jenis parcetamol, caffein, dan Carisofrodol (PCC)..
News - 9 jam yang lalu

Jelang Pilkada Serentak, Polres Pamekasan Gelar Doa Bersama

Beritacenter.com - Jajaran kepolisian Polres Pamerkasan menggelar doa dan salawat bersama Majelis Maulid Wat Ta'lim..
Bola - 10 jam yang lalu

Resmi Kembali ke Atletico Madrid, Costa Pastikan Tak Menaruh Dendam Pada Chelsea dan Conte

Beritacenter.com - Teka - teki masa depan Diego Costa akhirnya terjawab sudah. Secara resmi manajemen The Blus telah..
Kesehatan - 13 jam yang lalu

Ciri-ciri Cowok Dewasa, Tidak Akan Lakukan 8 Hal Ini Pada Pasangan

Beritacenter.COM - Usia Tua tidak jadi jaminan menjadi orang dewasa, kedewasaan ternyata diukur dari bagaimana kamu..
Bola - 14 jam yang lalu

Bek Andalan Real Madrid Absen Karena Cidera Hamstring

Beritacenter.COM - Bek andalan Real Madrid Marcelo dikabarkan akan absen pada bulan depan karena mengalami..
Bola - 15 jam yang lalu

Neymar Keluar dari Skuad Paris Saint-Germain?

Beritacenter.COM - Mantan striker Barcelona Neymar dikabarkan telah ditinggalkan dari sekuat perjalanan Paris..
Nasional - 18 jam yang lalu

PPP Dukung Penyempurnaan Film G30S/PKI

Beritacenter.COM - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung wacana pembuatan film G30S/PKI edisi milenial...
News - 19 jam yang lalu

Komisi III, Pembusukan di Tubuh KPK Semakin Jadi

Beritacenter.COM - Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo menganjurkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)..
Internasional - 19 jam yang lalu

Pekerja Temukan Peti Mati Berusia Ribuan Tahun Yang Bikin Mata Terbelalak

Beritacenter.com - Sebuah peti mati diperkirakan berusia ribuan tahun ditemukan oleh para pekerja di Tiongkok saat..
News - 19 jam yang lalu

Aktivitas Gunung Agung Meningkat, Warga Yang Mengungsi Semakin Bertambah

BeritaCenter.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan ada peningkatan jumlah warga yang..
Bola - 20 jam yang lalu

Lini Depan Real Madrid Mengkhawatirkan, Ronaldo Siap Kembali Jika Dibutuhkan

Beritacenter.com - Legenda Real Madrid, Ronaldo Luiz Nazario menyebut bahwa mantan timnya Real Madrid tengah menurun..
Bola - 20 jam yang lalu

Ini Dia Pemain Indonesia Yang Masuk Nominasi Pemain Terbaik ASEAN 2017

BeritaCenter.COM - Federasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF) akan mengadakan awarding night untuk memilih pemain..
Peristiwa - 21 jam yang lalu

Aktivitas Terus Meningkat, Gunung Agung Naik ke Level AWAS

Beritacenter.com - Meningkatnya aktivitas vulkanik gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali membuat pihak..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi