Friday, 23 Feb 2018
Temukan Kami di :
Opini

Jeritan Hati Para Wanita Yang Dinikahi Diusia Dini Ini Sungguh Mengharukan

Indah Pratiwi - 04/08/2017 15:50

Beritacenter.com - Banyaknya muda-mudi yang meneruskan pendidikannya ke sekolah maupun ke jenjang perguran tinggi memang begitu bermanfaat untuk masa depan para muda-mudi itu sendiri.

Namun, harapan impian itu tidak memihak kepada Siti Muthoharoh yang mengkisahkan hidupnya betapa begitu berat cobaan saat ia menikah di usia belia dan harus melahirkan anak pertamanya, Jumat(4/8).

“Ketika itu, aku tidak siap untuk hamil dan mempunyai anak,” tutur Siti perempuan yang berusia 22 tahun saat ini.

Siti Muthoharoh merupakan warga Tuban, Jawa Timur yang dinikahkan oleh kedua orang tuanya bekerja sebagai buruh tani. Siti merupakan warga miskin yang di daerahnya marak sekali pernikahan usia belia di kalangan masyarakat miskin.

“Trauma setelah melahirkan anak pertama hingga kini belum juga hilang, dan aku harus menghadapi kenyataan hamil anak kedua. Semua ini terlalu berat untukku,” tutur Siti.

Kedua orang Siti di masa hidupnya merupakan buruh tani yang berpenghasilan Rp40 ribu rupiah perhari yang membuat kedua orang tuanya tidak bisa mencukupi kehidupan keempat anaknya. Sehingga, Siti terpaksa harus dilepas untuk dinikahkan oleh orang lain.

Siti diminta orang tuanya untuk menikah ketika ia berusia 17 tahun tak lama setelah ia menyematkan tamatan sekolah SMA. Sang suami Siti jauh usia di atas Siti yang berusia 30 tahun.

Setahun setelah menikah, Siti melahirkan anak pertama. Namun, naas setehun menjelang 18 bulan, ia harus menerima hamil yang kedua.

Waktunya hanya disibukan dengan urusan memomong anak. Yang membuat pilu Siti adalah ketika teman-temannya seusianya sibuk masih belajar di perguruan tinggi.

”Bahkan untuk sekadar berias pun aku tak memunyai waktu. Seluruh tenagaku untuk mengurus anak,” tukasnya.

Ibu kandung Siti Muthoharoh, Zulaikah tak menyangka bahwa pernikahan dininya membuat mental anak putrinya rusak.

”Jika dulu aku tahu kehidupannya akan sangat sulit setelah menikah dan memunyai anak, aku tak akan membiarkannya menikah terlalu muda,” ucapnya sambil tersedu.

Di lain cerita, seorang wanita bernama Sari terpaksa dinikahkan oleh kedua orang tuanya pada usia 17 tahun. Ia menikah lantaran ingin tetap hidup bersama adik-adiknya. Ibunya meninggal dunia dan ayahnya memutuskan menikah dengan wanita lagi.

Setelah lulus dari SMA dan telah menikah, Sari harus merantau ke Ibu Kota untuk mengais rezeki sebagai pembantu rumah tangga. Sementara, sang suami tidak bekerja sejak kelahiran putri mereka.

“Aku terpaksa meninggalkan bayiku dan suamiku di Madiun demi mencari uang di ibu kota,” tutur Sari yang kekinian berusia 22 tahun.

Sari terpaksa harus membanting tulang hingga pernah menjadi TKI di Hong Kong dan Singapura. “Apa pun pekerjaan akan kulakukan, di mana pun, aku tak peduli. Ini semua untuk menghidupi bayiku. Aku ingin anakku bisa sekolah setinggi-tingginya dan menjadi pintar. Setiap ibu akan melakukan hal seperti itu untuk anaknya, benar kan?” cetusnya.

 



Berita Lainnya

Menolak Isu 'HOAX' Yang Ditudingkan Pada BIN

22/02/2018 10:20 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat