Friday, 23 Feb 2018
Temukan Kami di :
Ekonomi

IPW : Polri Pasti Temukan Tersangka Baru Selain Dirut PT IBU

Anas Baidowi - 04/08/2017 13:42

Beritacenter.COM - Indonesia police Watch (IPW) meminta Polri tidak diintervensi siapapun dalam menyelesaikan kasus beras yang melibatkan PT Indonesia Beras Unggul (IBU). Dan Polri harus memperhatikan kestabilan harga beras pasca terbongkarnya kasus mafia beras ini.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane menilai, Polri akan terus mencari tersangka lain baik dari PT IBU maupun PT TPSP setelah menetapkan Dirut PT IBU sebagai tersangka. Menurut Neta, adanya kemungkinan tersangka baru ialah karena Polri tengah mengusut kasus perdagangan curang dan monopoli, penipuan konsumen dan pencucian uang dalam kasus PT IBU.

Baca : Terkait Kecurangan Produksi Beras, Polisi Akan Periksa Produk Lain Dari PT IBU

"Dalam kasus perdagangan curang dan monopoli, polisi sepertinya menemukan indikasi adanya aksi borong dan monopoli pembelian padi di sentra sentra padi saat musim panas," terang Neta, Jumat (4/8).

Hal ini mengakibatkan para pedagang menengah bawah bangkrut dan usahanya mati suri karena tidak kebagian padi. Sebaliknya di musim hujan padi petani dibiarkan terpuruk.

"Selain itu, dugaan kecurangan juga diindikasikan polisi adanya beras medium yang dijualkan dengan harga premium. Lalu Uang hasil dari aksi kecurangan ini lalu diinvestasikan ke bidang lain. Dugaan inilah yang sedang ditelusuri polisi untuk kemudian akan diamankan sejumlah tersangkanya," tegas Neta.

Belajar dari kasus PT IBU, Neta mengungkapkan Menko Perekonomian, Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian perlu duduk satu meja untuk menertibkan tata niaga beras agar tidak penuh kecurangan yang mematikan usaha kecil menengah di sentra sentra pertanian padi.

Baca : Waduh Ternyata 42% Saham PT TPS Dikuasai Asing

Sepintas aksi borong yang dilakukan perusahaan perusahaan besar itu menguntungkan petani. Tapi secara jangka panjang akan merugikan usaha kecil menengah di sentra pertanian, mengingat saat ini cukup banyak perusahaan besar yang bermain di bisnis beras.

"IPW berharap kasus PT IBU menjadi terapi kejut untuk menertibkan tata niaga beras dan mafia beras di negeri ini. Untuk itu kasus ini harus diselesaikan lewat proses hukum agar bisa dibuktikan bahwa langkah yang diambil Polri sebuah tindakan yang tepat atau tidak. Sehingga upaya menghabisi mafia beras dan menstabilkan harga beras bisa tercapai," ujar Neta.



Berita Lainnya

Jangan Panik, Utang Luar Negeri Masih Aman

22/02/2018 08:00 - Aisyah Isyana

Harga Emas Turun Rp 1.000 Menjadi 636.000

12/02/2018 10:53 - Bunga Putri

Nilai Rupiah Mulai Melemah Terbatas

12/02/2018 08:55 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat