Friday, 23 Feb 2018
Temukan Kami di :
Opini

Kira-kira yang Mana Beras Anda?

Sari Intan Putri - 30/07/2017 01:23

Beritacenter.COM - Beberapa waktu yang lalu, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kapolri Tito Karnavian dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan penggerebekan di PT Indo Beras Unggul (PT IBU) pada Kamis, (20/7/2017).

Pabrik tersebut diduga melakukan kecurangan dengan cara memanipulasi kualitas beras yang sebenarnya adalah beras dengan kualitas biasa, namun dijual dengan harga beras premium. Berdasarkan data dari Pasar Induk Beras Cipinang bahwa beras medium itu mendapatkan subsidi harganya cuma Rp 9.000 per kg. Sedangkan beras dengan kualitas premium harganya Rp 10.000 sampai dengan Rp 12.000 per kg.

Sedangkan beras medium yang dijual oleh PT IBU dengan harga premium yaitu sekitar Rp13.700 hingga Rp20.400 per kilonya. Jadi keuntungan yang didapat oleh PT IBU itu jauh lebih banyak, bisa sampai 200%. Karena menjual beras dengan kualitas medium seharga beras kualitas premium.

Ada beberapa jenis beras sesuai dengan kualitasnya, yaitu beras medium dan beras premium. Ada juga beberapa perbedaan diantara kedua beras tersebut. Salah satunya adalah beda warna, beras premium memiliki warna lebih semu dibandingkan dengan beras premium yang terlihat lebih terang.

Hingga saat ini kasus Beras Maknyuss masih ditangani oleh pihak kepolisian. Terkait wacana tentang beras yang sedang ramai diperbincangkan, ada beberapa istilah kualitas beras, misalnya untuk premium, super, atau kualitas tinggi.

Apa sebenarnya yang membedakan kualitas seperti itu? Untuk orang umum, beras dibedakan berdasarkan pada kinerja. Beras dengan warna lebih putih, biasanya dianggap lebih berkualitas. Demikian pula, kurang rusak dikategorikan kualitas yang lebih baik. Selain kecuali penampilan, kualitas beras juga dibedakan oleh kualitas masakan. Kualitas memasak sangat bergantung pada selera masyarakat.

Ada orang yang suka pulen (lembut), tetapi ada juga orang yang lebih memilih bahwa peradangan / keras. Di orang Jawa, umumnya lebih menyukai pulen. Sedangkan orang Sumatera yang lebih memilih peradangan. Dengan demikian bagi masyarakat Jawa, beras pulen dianggap lebih baik dibandingkan dengan peradangan.

Bagi Indonesia, beras kualitas standar yang ditetapkan dalam SNI (Standar Nasional Indonesia), dimana diklasifikasikan dalam 5 (lima) kelompok, yaitu kualitas 1 sampai 5. Sebagai contoh untuk mutu ISO 3 sebagai berikut:

Komponen derajat penggilingan minimal 95%; kelembaban maksimum 14%, butir kepala minimum 78%; maksimal butir patah 20%, butir menir maksimum 2%, butir merah maksimum 2%, butir kuning / rusak maksimum 2%, kapur butir maksimum 2%, hal asing maksimum 0,02% dan butir gabah maksimal 1.

Pemerintah Indonesia juga telah menetapkan persyaratan standar untuk stok nasional beras, melalui Instruksi Presiden. Berbasis Instruksi, standar beras yang dibeli pemerintah adalah meliputi minimal 95% tingkat penggilingan; maksimum 20% rusak, butir menir maksimum 2% dan maksimum kadar air 14%.

Persyaratan kualitas beras yang ditetapkan oleh pemerintah bertujuan untuk stok pemerintah, sehingga persyaratan kadar air sangat penting. Hal ini disebabkan oleh penyimpanan yang lama, kondisi laboratorium kadar air maksimum 14%. Jika persyaratan kualitas tidak terpenuhi, nasi cepat akan menurun kualitasnya.

Oleh karena itu, ada perbedaan dalam memahami kualitas beras oleh masyarakat untuk beras di pasar dengan bersama kualitas beras pemerintah dibeli. untuk beras di pasar, persyaratan kadar air tidak diperdebatkan, penampilan penting dan rasa. Sementara persyaratan pemerintah, faktor-faktor teknis seperti kadar air, butir patah dan menir sangat menentukan, sementara faktor rasa tidak diperdebatkan.

Untuk standar internasional adalah persyaratan yang lebih ketat seperti patah tulang dan butir patah kecil, biji-bijian, gandum merah, gandum kuning, kapur, gandum kerusakan, beras ketan dicampur, gandum hitam.

Jadi kita perlu lebih hati-hati apabila akan melakukan bisnis beras, karena perbedaan dalam pemahaman tentang kualitas beras. Kualitas beras standar yang akan digunakan sebagai referensi harus dipahami sepenuhnya.

Berikut ini Kami sampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memilih beras sesuai dengan yang diharapkan :


Beras premium:
1. Warna putih lebih cerah
2. Harga lebih mahal
3. Tingkat kepatahan beras tak lebih dari 5 persen
4. Bulir beras tak bercampur kotoran, batu, dan gabah
5. Usai ditanak nasi menjadi lebih pulen

Beras medium:
1. Warna lebih kusam
2. Harga lebih murah
3. Tingkat kepatahan beras lebih dari 10 persen
4. Bulir beras banyak bercampur kotoran, batu, atau gabah
5. Usai ditanak nasi menjadi sedikit pera

Berikut adalah perbandingan harga jual beras medium dan premium yang dijual di Pasar Induk Beras Cipinang dengan PT IBU :


Harga beras di PT IBU :

Harga Beras merek Ayam Jago Rp20.400 per kg;

Harga Beras merek Maknyuss Rp13.700 per kg;

Harga Beras merek Jatisari Rp13.180 per kg;

Harga Beras merek Rumah Adat Rp20.300 per kg;

Harga Beras  merek Desa Cianjur Rp20.300 per kg.

Harga beras di Pasar Induk Cipinang:

Premium broken max 5% Rp 11.000 s/d Rp 13.000 per kg

Premium broken max 10% Rp 9.500 s/d 10.000 per kg

Kelas II Medium Rp 7.900 per kg

Terendah kelas III broken 20% s/d 25% Rp 7.800 s/d 7.900 per kg

Paling banyak dikonsumsi masyarakat adalah medium kelas II

Yang mana kira-kira beras anda???



Berita Lainnya

Menolak Isu 'HOAX' Yang Ditudingkan Pada BIN

22/02/2018 10:20 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat