Sabtu, 23 September 2017 - 17:57 WIB

Anak Petani Saja Sudah Tidak Mau Menjadi Petani, Lantas Siapa yang Mau Menjadi Petani?

Saya sendiri termasuk anak yang terlahir dari seorang anak petani dan keturunan petani, dan saya merasakan bagaimana rasanya menderitanya menjadi seorang anak petani.

Oleh : Sari Intan Putri | Sabtu, 29 Juli 2017 | 20:26 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Pada awal tahun 1980 hingga tahun 1990an, banyak pakar mengatakan jika jumlah mayoritas penduduk di Indonesia dikatakan mayoritas berprofesi sebagai seorang petani.

Namun berdasarkan pengamatan saya dan logika berfikir saya, data tersebut diatas harus perlu direvisi dan terus diperbaiki. Karena menurut saya jumlah petani di Indonesia dari tahun ke tahun dipastikan terus menurun.

Memang saya tidak bisa memberikan data kongkritnya terkait penurunan jumlah petani di Indonesia. Tapi secara logika berfikir saya dan pengamatan yang terjadi, maka sangat mudah bagi kita untuk mengetahui jika jumlah petani di Indonesia dari tahun ke tahun dipastikan terus dan akan terus menurun.

Beberapa bukti dan logika berfikir yang saya maksud diantaranya yaitu semakin berubahnya fungsi lahan persawahan dibangun menjadi rumah, industri, pabrik, ruko, dan yang lainya.

Terkait kondisi tersebut pasti di sekitar anda juga bisa anda lihat secara nyata bukan?

Kita sering melihat sawah-sawah yang dahulu kita lihat setiap pinggiran jalan, kini sawah-sawah tersebut sudah berubah menjadi bangunan rumah, ruko, pabrik, dan lainya.

Dengan hilangnya dan berubahnya lahan yang tadinya sawah kemudian berubah menjadi rumah, pabrik, ruko, dan lainya, itu berarti petani yang tadinya mengolah sawah tersebut entah beralih profesi jadi apa kita tidak tahu.

Bukti lain jika jumlah petani memang dari tahun ke tahun memang selalu menurun yaitu banyaknya anak petani yang tidak mau jadi petani.

Jumlah anak petani yang kemudian mau jadi petani bisa dipastikan hanya beberapa. Anak petani tersebut pasti merupakan anak petani yang memiliki lahan banyak dan luas saja. Sedangkan petani-petani yang memiliki lahan pertanian sedikit bisa dipastikan malas untuk melanjutkan profesi sebagai petani melanjutkan profesi orang tua yang berprofesi sebagai petani.

Dari dua data dan fakta dari kondisi tersebut sudah bisa memberikan gambaran kepada kita bahwa jumlah petani semakin lama semakin menurun.

Jika kita ingin menyebut penyebab dari kondisi tersebut diatas tentunya terlalu banyak. Tapi dari banyaknya penyebab tersebut, yang paling sangat disepakati yaitu terkait tidak adanya jaminan kesejahteraan terhadap profesi petani.

Hingga detik ini, kesejahteraan profesi petani masih menjadi urutan dibawah dibandingkan dengan profesi yang lain.

Jika profesi, guru, PNS, Buruh, Karyawan kantor, Dokter, dan profesi-profesi yang lain semuanya memiliki aturan dan jaminan yang lebih jelas dibandingkan dengan petani.

Berbeda dengan petani yang kesejahteraanya hanya ditentukan oleh para petani itu sendiri. Selebihnya, kesejahteraan petani hanyalah sebatas wacana dan selalu jadi alat kampanye politik yang strategis untuk mencari simpatik.

Lihatlah saat para politikus-politikus busuk berkampanye, pasti didalamnya tidak pernah lepas selalu dan selalu melibatkan janji ingin mensejahterakan petani.

Tapi lihatlah fakta, berkali-kali kampanye diadakan dan terpilih berganti-ganti presiden, tapi berkali-kali pula jaminan kesejahteraan untuk petani tetap mimpi.

Saya sendiri termasuk anak yang terlahir dari seorang anak petani dan keturunan petani, dan saya merasakan bagaimana rasanya menderitanya menjadi seorang anak petani.

Hal itu kenapa yang kemudian saya tidak ingin menjadi petani dan justru ingin belajar tentang TI (Teknologi Informasi). Alasanya sederhana, saya ingin merubah saya dan keluarga saya menjadi lebih baik. Dan cara yang paling sederhana yaitu dengan cara tidak menjadi seorang petani.

Selama pemerintah negeri ini khususnya mereka para menteri yang menangani bidang pertanian dan perdagangan merupakan orang-orang yang “bodoh” dan tidak mampu meningkatkan kesejahteraan para petani bahkan malah sibuk membuat kebijakan import pangan dan import sapi bahkan sampai korupsi, maka selamanya pula tidak akan ada lagi kisah anak petani yang ingin menjadi petani.

Jika negeri kita merupakan lahan yang tandus dan gersang seperti padang pasir, mungkin wajar semua produk-produk pertanian dan pangan kita import. Tapi jika negeri ini teramat sangat subur tapi kok masih tetap import produk pangan dan produk pertanian, tidakkah itu “KEBODOHAN” yang nyata akibat dari para Mafia yang telah menguasai negara kita ini?





#Berita Center #Tim Satgas Pangan #Mafia Beras #Mafia Pangan #Satgas Mafia Pangan


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






News - 1 jam yang lalu

Soroti Peredaran Pil PCC, Kapolri Intruksikan Jajarannya Usut Tuntas!

Ketika kasus di Kendari terjadi, ada yang mengonsumsi PCC, obat yang berbahaya dan bebas tanpa resep dokter, kemudian..
Internasional - 2 jam yang lalu

China Ambil Sikap, Tekan Korut Batasi Pasokan Perdagangan

Beritacenter.COM - Negeri Tirai Bambu China akhrIrnya mengambil tindakan untuk menekan Korea Utara agar bersedia..
News - 4 jam yang lalu

Menteri Yohana : Situs Lelang Perawan dan Kawin Kontrak Sama Saja Pelacuran Terselubung!

Program ini sama halnya dengan pelacuran terselubung yang dibalut dengan prosesi lelang perawan dan kawin kontrak dengan modul agama
News - 5 jam yang lalu

Ingin Selalu Tampil Prima, Berikut Rahasia Dari Iko Uwais

BeritaCenter.COM - Aktor peran Iko Uwais berbagi rahasia tentang dirinya agar selalu tampil prima dan bugar. Rutin..
Kesehatan - 5 jam yang lalu

Awas !! Ini Bahaya yang Timbul Jika Anda Tidur Dekat Ponsel

Beritacenter.com - Hampir kebanyakan orang tidak bisa lepas dari ponsel atau gadget dizaman yang tengah modern saat..
News - 5 jam yang lalu

Densus Anti-Korupsi Polri Akan Segera Dibentuk

BeritaCenter.COM - Polri akan segera membentuk Densus Anti-Korupsi dan dicanangkan terbentuk pada akhir tahun ini...
Peristiwa - 6 jam yang lalu

Waspada !! Status Gunung Agung Meningkat Awas

Beritacenter.com - Bahayanya status Gunung Agung dilaporkan mengalami kenaikan dari level III (siaga) menjadi level..
News - 6 jam yang lalu

Beri Kuliah Umum di Universitas Columbia, JK Banggakan Kebinekaan Indonesia

BeritaCenter.COM - Di Universitas Columbia New York, Amerika Serikat (AS), Wakil Presiden M Jusuf Kalla (JK)..
News - 7 jam yang lalu

Soal Kebangkitan PKI, PBNU : Jangan Mau Ditakuti - Takuti Isu

Beritacenter.com - Beredarnya di media sosial bahwa isu kebangkitan Komunisme dan PKI telah bangkit kembali. Hal itu..
Kriminal - 8 jam yang lalu

Bisnis Pil PCC Selama 6 Bulan, Raup Untung 11 Miliar

Beritacenter.com - Maraknya predaran obat - obat keras terlarang jenis parcetamol, caffein, dan Carisofrodol (PCC)..
News - 9 jam yang lalu

Jelang Pilkada Serentak, Polres Pamekasan Gelar Doa Bersama

Beritacenter.com - Jajaran kepolisian Polres Pamerkasan menggelar doa dan salawat bersama Majelis Maulid Wat Ta'lim..
Bola - 10 jam yang lalu

Resmi Kembali ke Atletico Madrid, Costa Pastikan Tak Menaruh Dendam Pada Chelsea dan Conte

Beritacenter.com - Teka - teki masa depan Diego Costa akhirnya terjawab sudah. Secara resmi manajemen The Blus telah..
Kesehatan - 13 jam yang lalu

Ciri-ciri Cowok Dewasa, Tidak Akan Lakukan 8 Hal Ini Pada Pasangan

Beritacenter.COM - Usia Tua tidak jadi jaminan menjadi orang dewasa, kedewasaan ternyata diukur dari bagaimana kamu..
Bola - 14 jam yang lalu

Bek Andalan Real Madrid Absen Karena Cidera Hamstring

Beritacenter.COM - Bek andalan Real Madrid Marcelo dikabarkan akan absen pada bulan depan karena mengalami..
Bola - 15 jam yang lalu

Neymar Keluar dari Skuad Paris Saint-Germain?

Beritacenter.COM - Mantan striker Barcelona Neymar dikabarkan telah ditinggalkan dari sekuat perjalanan Paris..
Nasional - 18 jam yang lalu

PPP Dukung Penyempurnaan Film G30S/PKI

Beritacenter.COM - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung wacana pembuatan film G30S/PKI edisi milenial...
News - 19 jam yang lalu

Komisi III, Pembusukan di Tubuh KPK Semakin Jadi

Beritacenter.COM - Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo menganjurkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)..
Internasional - 19 jam yang lalu

Pekerja Temukan Peti Mati Berusia Ribuan Tahun Yang Bikin Mata Terbelalak

Beritacenter.com - Sebuah peti mati diperkirakan berusia ribuan tahun ditemukan oleh para pekerja di Tiongkok saat..
News - 19 jam yang lalu

Aktivitas Gunung Agung Meningkat, Warga Yang Mengungsi Semakin Bertambah

BeritaCenter.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan ada peningkatan jumlah warga yang..
Bola - 20 jam yang lalu

Lini Depan Real Madrid Mengkhawatirkan, Ronaldo Siap Kembali Jika Dibutuhkan

Beritacenter.com - Legenda Real Madrid, Ronaldo Luiz Nazario menyebut bahwa mantan timnya Real Madrid tengah menurun..
Bola - 20 jam yang lalu

Ini Dia Pemain Indonesia Yang Masuk Nominasi Pemain Terbaik ASEAN 2017

BeritaCenter.COM - Federasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF) akan mengadakan awarding night untuk memilih pemain..
Peristiwa - 20 jam yang lalu

Aktivitas Terus Meningkat, Gunung Agung Naik ke Level AWAS

Beritacenter.com - Meningkatnya aktivitas vulkanik gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali membuat pihak..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi