Jumat, 24 Nopember 2017 - 14:32 WIB

Anak Petani Saja Sudah Tidak Mau Menjadi Petani, Lantas Siapa yang Mau Menjadi Petani?

Saya sendiri termasuk anak yang terlahir dari seorang anak petani dan keturunan petani, dan saya merasakan bagaimana rasanya menderitanya menjadi seorang anak petani.

Oleh : Sari Intan Putri | Sabtu, 29 Juli 2017 | 20:26 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Pada awal tahun 1980 hingga tahun 1990an, banyak pakar mengatakan jika jumlah mayoritas penduduk di Indonesia dikatakan mayoritas berprofesi sebagai seorang petani.

Namun berdasarkan pengamatan saya dan logika berfikir saya, data tersebut diatas harus perlu direvisi dan terus diperbaiki. Karena menurut saya jumlah petani di Indonesia dari tahun ke tahun dipastikan terus menurun.

Memang saya tidak bisa memberikan data kongkritnya terkait penurunan jumlah petani di Indonesia. Tapi secara logika berfikir saya dan pengamatan yang terjadi, maka sangat mudah bagi kita untuk mengetahui jika jumlah petani di Indonesia dari tahun ke tahun dipastikan terus dan akan terus menurun.

Beberapa bukti dan logika berfikir yang saya maksud diantaranya yaitu semakin berubahnya fungsi lahan persawahan dibangun menjadi rumah, industri, pabrik, ruko, dan yang lainya.

Terkait kondisi tersebut pasti di sekitar anda juga bisa anda lihat secara nyata bukan?

Kita sering melihat sawah-sawah yang dahulu kita lihat setiap pinggiran jalan, kini sawah-sawah tersebut sudah berubah menjadi bangunan rumah, ruko, pabrik, dan lainya.

Dengan hilangnya dan berubahnya lahan yang tadinya sawah kemudian berubah menjadi rumah, pabrik, ruko, dan lainya, itu berarti petani yang tadinya mengolah sawah tersebut entah beralih profesi jadi apa kita tidak tahu.

Bukti lain jika jumlah petani memang dari tahun ke tahun memang selalu menurun yaitu banyaknya anak petani yang tidak mau jadi petani.

Jumlah anak petani yang kemudian mau jadi petani bisa dipastikan hanya beberapa. Anak petani tersebut pasti merupakan anak petani yang memiliki lahan banyak dan luas saja. Sedangkan petani-petani yang memiliki lahan pertanian sedikit bisa dipastikan malas untuk melanjutkan profesi sebagai petani melanjutkan profesi orang tua yang berprofesi sebagai petani.

Dari dua data dan fakta dari kondisi tersebut sudah bisa memberikan gambaran kepada kita bahwa jumlah petani semakin lama semakin menurun.

Jika kita ingin menyebut penyebab dari kondisi tersebut diatas tentunya terlalu banyak. Tapi dari banyaknya penyebab tersebut, yang paling sangat disepakati yaitu terkait tidak adanya jaminan kesejahteraan terhadap profesi petani.

Hingga detik ini, kesejahteraan profesi petani masih menjadi urutan dibawah dibandingkan dengan profesi yang lain.

Jika profesi, guru, PNS, Buruh, Karyawan kantor, Dokter, dan profesi-profesi yang lain semuanya memiliki aturan dan jaminan yang lebih jelas dibandingkan dengan petani.

Berbeda dengan petani yang kesejahteraanya hanya ditentukan oleh para petani itu sendiri. Selebihnya, kesejahteraan petani hanyalah sebatas wacana dan selalu jadi alat kampanye politik yang strategis untuk mencari simpatik.

Lihatlah saat para politikus-politikus busuk berkampanye, pasti didalamnya tidak pernah lepas selalu dan selalu melibatkan janji ingin mensejahterakan petani.

Tapi lihatlah fakta, berkali-kali kampanye diadakan dan terpilih berganti-ganti presiden, tapi berkali-kali pula jaminan kesejahteraan untuk petani tetap mimpi.

Saya sendiri termasuk anak yang terlahir dari seorang anak petani dan keturunan petani, dan saya merasakan bagaimana rasanya menderitanya menjadi seorang anak petani.

Hal itu kenapa yang kemudian saya tidak ingin menjadi petani dan justru ingin belajar tentang TI (Teknologi Informasi). Alasanya sederhana, saya ingin merubah saya dan keluarga saya menjadi lebih baik. Dan cara yang paling sederhana yaitu dengan cara tidak menjadi seorang petani.

Selama pemerintah negeri ini khususnya mereka para menteri yang menangani bidang pertanian dan perdagangan merupakan orang-orang yang “bodoh” dan tidak mampu meningkatkan kesejahteraan para petani bahkan malah sibuk membuat kebijakan import pangan dan import sapi bahkan sampai korupsi, maka selamanya pula tidak akan ada lagi kisah anak petani yang ingin menjadi petani.

Jika negeri kita merupakan lahan yang tandus dan gersang seperti padang pasir, mungkin wajar semua produk-produk pertanian dan pangan kita import. Tapi jika negeri ini teramat sangat subur tapi kok masih tetap import produk pangan dan produk pertanian, tidakkah itu “KEBODOHAN” yang nyata akibat dari para Mafia yang telah menguasai negara kita ini?





#Berita Center #Tim Satgas Pangan #Mafia Beras #Mafia Pangan #Satgas Mafia Pangan


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






Peristiwa - 2 menit yang lalu

Banjir Melanda Surabaya Setelah Hujan Selama 3 Jam

Beritacenter.COM - Hujan yang mengguyur selama 3 jam lebih di Kota Surbaya membuat banjir dihampir seluruh wilayah...
News - 44 menit yang lalu

Cegah Tindak Pidana Ekonomi, BI Beri Pelatihan ke Penyidik Polri

Beritacenter.COM - Bank Indonesia memberikan pelatihan penyidikan mengenai tindak pidana di bidang sistem pembayaran..
News - 1 jam yang lalu

Gantikan Brigjen Rikwanto, Kombes Iqbal Resmi Jabat Karopenmas Polri

Beritacenter.COM - Divisi Humas Polri menggelar acara serah terima jabatan (sertijab) di lobi Gedung Kehumasan Mabes..
Kriminal - 1 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pria Penjual Senjata ke Dokter Helmi

Beritacenter.COM - Seorang pria bernisial S berhasil ditangkap polisi karena diduga telah menjual senjata ke Rian..
Bola - 2 jam yang lalu

PSG Siap Datangkan Courtois Dari Chelsea

Beritacenter.COM - Paris Saint - Germain (PSG) siap mendatangkan Thibaut Courtois dari Chelsea untuk mencari sosok..
News - 2 jam yang lalu

Kasus 600 Ribu Ekstasi dari Belanda Ternyata Dikendalikan Napi, Kok Bisa Ya?

Narapidana kok bisa mengendalikan jaringan narkotik? Narapidana kok bisa menggunakan handphone didalam lapas?
News - 3 jam yang lalu

Aksi Kapolresta Tanggerang Kawal Demo Buruh Menuai Banyak Pujian

Beritacenter.COM - Aksi dari Kapolresta Tanggerang AKBP H.M. Sabilul Alif menuai banyak pujian dari kalangan..
News - 3 jam yang lalu

Tangis Haru Nenek Majenah Saat Rumahnya Dibedah Aparat Cirebon

Ini merupakan bentuk kepedulian dari tiga pilar Kota Cirebon yakni Wali Kota Cirebon, Polres Cirebon, dan Dandim..
Internasional - 3 jam yang lalu

Subhanallah, Ini Cara Pemuda Korsel Perkenalkan Indahnya Islam di Negaranya

Umar (Daesik) Choi adalah bagian dari generasi muda Muslim Korea yang melakukan hal itu melalui media sosial. Choi..
Peristiwa - 4 jam yang lalu

Duh! Diduga Tewas Sejak Seminggu, Jasad Ibu Kost di Depok Digrogoti Anjing

Beritacenter.COM - Ibu pengurus kos di Puri Asih, Jalan Cengkeh Pondok Cina, Beji, Depok, ditemukan tewas membusuk..
Badminton - 4 jam yang lalu

Polresta Pekanbaru Jalin Silaturahim dengan Para Wartawan saat Badminton

Nanda yang merupakan salah satu wartawan okezone.com, juga mengucapkan terimakasih kepada Wakapolresta Pekanbaru atas..
Bola - 5 jam yang lalu

Kalah, Arsenal Tetap Lolos ke Babak 32 Besar. Berikut Hasil Pertandingan Liga Europa

Namun, The Gunners tetap lolos ke babak 32 besar Liga Europa. The Gunners sudah terlebih dahulu memastikan diri melaju dan menjadi juar group.
News - 5 jam yang lalu

Polisi Tangkap 4 Tersangka Kasus Pembakaran Rumah Warga di Rokan Hilir

Beritacenter.COM - Personel Polres Rokan Hilil (Rohil) mengamankan empat tersangka kasus pembakaran rumah milik warga..
News - 6 jam yang lalu

Brigjen Pol Teddy Minahasa Terima Penghargaan Lulusan Terbaik PPSA XXI Lemhanas

Beritacenter.COM - Brigjen Polisi Teddy Minahasa diberikan penghargaan Seroja Wibawa Nugraha, sebagai lulusan terbaik..
News - 6 jam yang lalu

Halte Busway Pancoran Barat Ditabrak Truk Molen, Sopir Jadi Tersangka Kerugian Meteril

Beritacenter.COM - Sebuah truk molen menabrak halte busway dikawasan Pancoran Barat, Jakarta Selatan. Insiden itu..
Kriminal - 7 jam yang lalu

Bawa Golok dan Tengah Minum-minuman Keras, Puluhan Remaja Diciduk Tim Jaguar

Beritacenter.COM - Puluhan remaja pria dan wanita yang tengah asik minum-minuman keras dan diduga hendak tawuran,..
Nasional - 8 jam yang lalu

Awas, ISIS Sudah Berada di Perbatasan Malaysia-Indonesia

Beritacenter.com - Teroris dari Kelompok Abu Sayyaf yang sempat dibombardir pemerintah Filipina bulan lalu terdeteksi..
News - 9 jam yang lalu

BMKG Himbau Masyarakat Waspada Pada Daerah-daerah Laganan Banjir

Beritacenter.com - Musim penghujan pada bulan November 2017 diminta agar masyarakat yang berada di daerah langanan..
Kriminal - 10 jam yang lalu

Brutal! Pelaku Begal Yang Kejam dan Tak Manusiawi Tusuk Ibu Rumah Tangga Hingga Terkapar

Beritacenter.com - Aksi begal motor yang terjadi di Jalan Mayor Sali Batubara, Kecamatan Kemuning Palembang membabat..
Kriminal - 11 jam yang lalu

Bayi Meninggal Hasil Hubungan Terlarang, Calon Pramugari dan Pacarnya Diringkus Polisi

Beritacenter.com - Sepasang pria dan wanita diringkus oleh Polres Cimahi yang diduga telah melakukan pembunuhan..
Opini - 12 jam yang lalu

Sifat-sifat Wanita Yang Jarang Diketahui oleh Para Pria

Beritacenter.com - Kebanyakan pria rupanya tidak begitu memahami sifat-sifat kepribadian wanita dan itu sering..
Teknologi - 13 jam yang lalu

India Luncurkan Rudal Jelajah Tercepat di Dunia

Beritacenter.com - Rudal jelajah supersonik BrahMos ditembakan dari pesawat jet tempur Rusia SU-30 dalam sebuah..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi