Sabtu, 23 September 2017 - 17:55 WIB

Kebijakan Insentif Karut - Marut Masalah Pergabahan

Oleh : Dewi Sari | Sabtu, 29 Juli 2017 | 15:27 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.com - Hiruk - pikuk panen padi di Soloraya kini menjadi sorotan para pengambil kebijakan di level nasional dan Jawa Tengah. Produksi gabah di Soloraya berkontribusi pada ketahanan pangan di Jawa Tengah yang merupakan lumbung pangan nasional.

Wilayah Kabupaten Sragen merupakan penyangga pangan terbesar kedua di Jawa Tengah. Fakta itu membuat kalangan pejabat datang dan melihat kondisi riil dilapangan.

Anjloknya gabah hingga dibawah harga pembelian Pemerintah (HPP) dikarenakan intensitas hujan yang tinggi. Jika intensitas hujan rendah maka harga gabah akan melonjak naik sampai diatas HPP.

Oleh karenanya alam menjadikan salah satu penentu fluktuasi harga gabah karena nilai gabah didasarkan pada kadar air dan kadar hampa. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menentukan HPP gabah dengan persyaratan kadar air 25% dan kadar hampa 10%.

Ketentuan HPP tersebut ditetapkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 5/2015 yang menjadi acuan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dalam membeli gabah petani dengan nilai Rp3.700/kg gabah kering panen (GKP).

Presiden Jokowi tak mengeluarkan inpres lagi sebagai revisi atas HPP GKP karena dinilaiinpres tersebut masih berlaku hingga 2016. Fukultas harga gabah yang tidak menntu membuat forum bulog kesulitan untuk menyerap harga gabah petani.

Ketika harga GKP turun menjadi Rp3.200/kg di tingkat petani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berteriak kepada Perum Bulog agar segera menyerap gabah petani dan jangan biarkan petani menjerit. Ketika harga GKP melejit hingga Rp3.800/kg-3.900/kg, Amran hanya tersenyum, padahal Perum Bulog menjerit karena tidak bisa membeli GKP dari petani.

Dalam kunjungan ke Triyagan, Karanganyar presiden Jokowi mempertanyakan kinerja Perum Bulog. Karena penyerapan gabah oleh gudang bulog di Triyagan sangat minim. Sikap Presiden Jokowi membuat Menteri Pertanian menggulirkan program penyerapan gabah (sergab).

Program ini didukung alokasi anggaran Rp20 Triliun ke Perum Bulog. Ironisnya, penyuluh pertanian lapangan (PPL) “dipaksa” menjadi agen Bulog untuk membeli gabah petani sebanyak-banyaknya dengan janji pengangkatan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau reward lainnya.

“Pemaksaan” PPL untuk menjadi agen Bulog oleh Menteri Pertanian tak berjalan mulus. Di Sragen, luas lahan bertanaman padi siap panen mencapai 44.000 hektare atau setara dengan produksi gabah 264.000 ton sepanjang Februari-Maret.

Kini, lahan padi di Sragen telah habis dipanen. Gudang Bulog Masaran belum menyerap gabah petani. Pembelian gabah dari Sragen hanya 10 ton di wilayah Kecamatan Sambungmacan dan 2,1 ton saat Menteri Pertanian berkunjung ke Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran.

Cita - cita mewujudkan ketahanan pangan menghadapi jalan buntu. Menurut ketua kontak tani nelayan Andalan (KTNA) Sragen, Suratno, berulang kali menyerukan kepada pemerintah agar menaikan HPP GKP sampai Rp4.200/kg. Seruan itu tak pernah didengar pemerintah.

Menteri pertanian yang mendengar jeritan suara petani Sragen yang mengingkan harga GKP Rp4.000/kg. Teriakan petani itu hanya angin berlalu, padahal naiknya HPP menjadi salah solusi untuk mengatasi karut-marut penyarapan gabah oleh Bulog yang berimplikasi langsung pada cita-cita ketahanan pangan.

Pemerintah justru menuding fuktuasi harga gabah itu dipermainkan tengkulak atau sekelompok petani spekulan. Benang kusut masalah gabah belum bisa terurai. KTNA menduga ada indikasi kesengajaan menciptakan benang kusut agar pemerintah bisa mengimpor beras.

Ketahanan pangan menjadi alasan pemerintah untuk melegalkan impor beras. Kebijakan impor pun tak akan bisa menyelesaikan cita-cita ketahanan pangan dalam negeri. Impor beras akan mencederai Nawa Cita yang mengamanatkan kedaulatan bidang pangan.

Saya pernah mengobrol dengan salah seorang pejabat Perum Bulog di tingkat Subdivisi Regional (Subdivre). Pejabat itu mengatakan tentang kebijakan insentif untuk Bulog dalam penyerapan gabah petani. Kebijakan insentif itu diberlakukan ketika harga GKP di tingkat petani melejit di atas HPP.

Lewat kebijakan insentif itu, berapa pun harga GKP di tingkat petani Bulog tetap bisa membelinya dan tidak melanggar Inpres. Di satu sisi, Bulog diringankan dan dimudahkan untuk menyerap gabah sesuai dengan target nasional.

Di sisi lainnya, petani tetap beruntung karena harga pembelian gabah mereka oleh Bulog sesuai dengan harga pasar. Kebijakan insentif tersebut akan memutus sebagian rantai perdagangan gabah yang diindikasikan dikuasai permainan tengkulak atau spekulan.

Petani akan memilih menjual GKP kepada pihak tertentu yang berani menawar dengan harga tinggi atau sesuai permintaan petani. Petani juga akan memilih pihak-pihak yang memberi pelayanan membayar tunai pada hari transaksi jual beli gabah.

Kebijakan insentif itu justru akan dimanfaatkan petani secara mayoritas karena adanya jaminan dari Bulog untuk melunasi pembayaran dalam tempo 1 x 24 jam. Ketika kondisi ini terjadi maka tengkulak atau spekulan justru akan kesulitan mencari gabah petani.

Tidak ada kata terlambat bagi pemerintah untuk menyejahterakan petani dan mewujudkan cita-cita ketahanan pangan nasional. Penyerapan gabah petani oleh Bulog paling efektif dilakukan pada musim panen I (musim penghujan) karena harga GKP menguntungkan pemerintah.

Kini, lahan pertanaman padi yang siap panen di Sragen dan daerah lainnya di Soloraya mungkin sudah habis tetapi masih banyak lahan padi di daerah lain yang siap panen. Tanaman padi di Sragen sudah habis karena pola tanamnya serentak.

Pemerintah harus berani mengambil risiko. Alokasi anggaran Rp20 triliun dari APBN akan lebih baik bila dialihkan untuk kebijakan insentif bagi Bulog khusus untuk pembelian gabah pada saat harga gabah di atas HPP.

Kebijakan PPL menjadi agen Bulog justru akan menciptakan masalah baru karena itu bukan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) penyuluh pertanian. Alternatif lainnya, Bulog bisa menerapkan pola bisnis seperti yang dilakukan PT Sakti Boyolali dalam memenuhi kebutuhan pangan (beras).

Swasta saja berani mengambil terobosan baru dengan bekerja sama langsung dengan petani. Perum Bulog bisa menggandeng petani langsung dalam pengadaan gabah/beras. Bulog menunjuk sejumlah petani sesuai dengan luas lahan dan potensi panen untuk diajak kerja sama.

Dengan pendampingan intensif, Bulog mengetahui sendiri kualitas gabah dan petani hanya minta ada jaminan harga tertentu agar tidak rugi. Model pendekatan tersebut justru lebih terukur bagi Bulog dalam pengadaan beras.

Dengan model begini Bulog tidak perlu pusing setiap tahun karena dibebani kewajiban memburu gabah/beras. Dengan model begini Bulog cukup mengandalkan lahan padi yang tersedia dan dikelola petani dalam kerangka kerja sama Bulog dan petani. Semua sama-sama senang.





#Berita Center #Opini #Insentif Karut-Marut Masalah Pergabaha #Pergabahan


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






News - 59 menit yang lalu

Soroti Peredaran Pil PCC, Kapolri Intruksikan Jajarannya Usut Tuntas!

Ketika kasus di Kendari terjadi, ada yang mengonsumsi PCC, obat yang berbahaya dan bebas tanpa resep dokter, kemudian..
Internasional - 2 jam yang lalu

China Ambil Sikap, Tekan Korut Batasi Pasokan Perdagangan

Beritacenter.COM - Negeri Tirai Bambu China akhrIrnya mengambil tindakan untuk menekan Korea Utara agar bersedia..
News - 4 jam yang lalu

Menteri Yohana : Situs Lelang Perawan dan Kawin Kontrak Sama Saja Pelacuran Terselubung!

Program ini sama halnya dengan pelacuran terselubung yang dibalut dengan prosesi lelang perawan dan kawin kontrak dengan modul agama
News - 5 jam yang lalu

Ingin Selalu Tampil Prima, Berikut Rahasia Dari Iko Uwais

BeritaCenter.COM - Aktor peran Iko Uwais berbagi rahasia tentang dirinya agar selalu tampil prima dan bugar. Rutin..
Kesehatan - 5 jam yang lalu

Awas !! Ini Bahaya yang Timbul Jika Anda Tidur Dekat Ponsel

Beritacenter.com - Hampir kebanyakan orang tidak bisa lepas dari ponsel atau gadget dizaman yang tengah modern saat..
News - 5 jam yang lalu

Densus Anti-Korupsi Polri Akan Segera Dibentuk

BeritaCenter.COM - Polri akan segera membentuk Densus Anti-Korupsi dan dicanangkan terbentuk pada akhir tahun ini...
Peristiwa - 6 jam yang lalu

Waspada !! Status Gunung Agung Meningkat Awas

Beritacenter.com - Bahayanya status Gunung Agung dilaporkan mengalami kenaikan dari level III (siaga) menjadi level..
News - 6 jam yang lalu

Beri Kuliah Umum di Universitas Columbia, JK Banggakan Kebinekaan Indonesia

BeritaCenter.COM - Di Universitas Columbia New York, Amerika Serikat (AS), Wakil Presiden M Jusuf Kalla (JK)..
News - 7 jam yang lalu

Soal Kebangkitan PKI, PBNU : Jangan Mau Ditakuti - Takuti Isu

Beritacenter.com - Beredarnya di media sosial bahwa isu kebangkitan Komunisme dan PKI telah bangkit kembali. Hal itu..
Kriminal - 8 jam yang lalu

Bisnis Pil PCC Selama 6 Bulan, Raup Untung 11 Miliar

Beritacenter.com - Maraknya predaran obat - obat keras terlarang jenis parcetamol, caffein, dan Carisofrodol (PCC)..
News - 9 jam yang lalu

Jelang Pilkada Serentak, Polres Pamekasan Gelar Doa Bersama

Beritacenter.com - Jajaran kepolisian Polres Pamerkasan menggelar doa dan salawat bersama Majelis Maulid Wat Ta'lim..
Bola - 10 jam yang lalu

Resmi Kembali ke Atletico Madrid, Costa Pastikan Tak Menaruh Dendam Pada Chelsea dan Conte

Beritacenter.com - Teka - teki masa depan Diego Costa akhirnya terjawab sudah. Secara resmi manajemen The Blus telah..
Kesehatan - 13 jam yang lalu

Ciri-ciri Cowok Dewasa, Tidak Akan Lakukan 8 Hal Ini Pada Pasangan

Beritacenter.COM - Usia Tua tidak jadi jaminan menjadi orang dewasa, kedewasaan ternyata diukur dari bagaimana kamu..
Bola - 14 jam yang lalu

Bek Andalan Real Madrid Absen Karena Cidera Hamstring

Beritacenter.COM - Bek andalan Real Madrid Marcelo dikabarkan akan absen pada bulan depan karena mengalami..
Bola - 15 jam yang lalu

Neymar Keluar dari Skuad Paris Saint-Germain?

Beritacenter.COM - Mantan striker Barcelona Neymar dikabarkan telah ditinggalkan dari sekuat perjalanan Paris..
Nasional - 18 jam yang lalu

PPP Dukung Penyempurnaan Film G30S/PKI

Beritacenter.COM - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung wacana pembuatan film G30S/PKI edisi milenial...
News - 19 jam yang lalu

Komisi III, Pembusukan di Tubuh KPK Semakin Jadi

Beritacenter.COM - Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo menganjurkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)..
Internasional - 19 jam yang lalu

Pekerja Temukan Peti Mati Berusia Ribuan Tahun Yang Bikin Mata Terbelalak

Beritacenter.com - Sebuah peti mati diperkirakan berusia ribuan tahun ditemukan oleh para pekerja di Tiongkok saat..
News - 19 jam yang lalu

Aktivitas Gunung Agung Meningkat, Warga Yang Mengungsi Semakin Bertambah

BeritaCenter.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan ada peningkatan jumlah warga yang..
Bola - 20 jam yang lalu

Lini Depan Real Madrid Mengkhawatirkan, Ronaldo Siap Kembali Jika Dibutuhkan

Beritacenter.com - Legenda Real Madrid, Ronaldo Luiz Nazario menyebut bahwa mantan timnya Real Madrid tengah menurun..
Bola - 20 jam yang lalu

Ini Dia Pemain Indonesia Yang Masuk Nominasi Pemain Terbaik ASEAN 2017

BeritaCenter.COM - Federasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF) akan mengadakan awarding night untuk memilih pemain..
Peristiwa - 20 jam yang lalu

Aktivitas Terus Meningkat, Gunung Agung Naik ke Level AWAS

Beritacenter.com - Meningkatnya aktivitas vulkanik gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali membuat pihak..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi