Jumat, 15 Desember 2017 - 09:21 WIB

Kebijakan Insentif Karut - Marut Masalah Pergabahan

Oleh : Dewi Sari | Sabtu, 29 Juli 2017 | 15:27 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.com - Hiruk - pikuk panen padi di Soloraya kini menjadi sorotan para pengambil kebijakan di level nasional dan Jawa Tengah. Produksi gabah di Soloraya berkontribusi pada ketahanan pangan di Jawa Tengah yang merupakan lumbung pangan nasional.

Wilayah Kabupaten Sragen merupakan penyangga pangan terbesar kedua di Jawa Tengah. Fakta itu membuat kalangan pejabat datang dan melihat kondisi riil dilapangan.

Anjloknya gabah hingga dibawah harga pembelian Pemerintah (HPP) dikarenakan intensitas hujan yang tinggi. Jika intensitas hujan rendah maka harga gabah akan melonjak naik sampai diatas HPP.

Oleh karenanya alam menjadikan salah satu penentu fluktuasi harga gabah karena nilai gabah didasarkan pada kadar air dan kadar hampa. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menentukan HPP gabah dengan persyaratan kadar air 25% dan kadar hampa 10%.

Ketentuan HPP tersebut ditetapkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 5/2015 yang menjadi acuan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dalam membeli gabah petani dengan nilai Rp3.700/kg gabah kering panen (GKP).

Presiden Jokowi tak mengeluarkan inpres lagi sebagai revisi atas HPP GKP karena dinilaiinpres tersebut masih berlaku hingga 2016. Fukultas harga gabah yang tidak menntu membuat forum bulog kesulitan untuk menyerap harga gabah petani.

Ketika harga GKP turun menjadi Rp3.200/kg di tingkat petani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berteriak kepada Perum Bulog agar segera menyerap gabah petani dan jangan biarkan petani menjerit. Ketika harga GKP melejit hingga Rp3.800/kg-3.900/kg, Amran hanya tersenyum, padahal Perum Bulog menjerit karena tidak bisa membeli GKP dari petani.

Dalam kunjungan ke Triyagan, Karanganyar presiden Jokowi mempertanyakan kinerja Perum Bulog. Karena penyerapan gabah oleh gudang bulog di Triyagan sangat minim. Sikap Presiden Jokowi membuat Menteri Pertanian menggulirkan program penyerapan gabah (sergab).

Program ini didukung alokasi anggaran Rp20 Triliun ke Perum Bulog. Ironisnya, penyuluh pertanian lapangan (PPL) “dipaksa” menjadi agen Bulog untuk membeli gabah petani sebanyak-banyaknya dengan janji pengangkatan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau reward lainnya.

“Pemaksaan” PPL untuk menjadi agen Bulog oleh Menteri Pertanian tak berjalan mulus. Di Sragen, luas lahan bertanaman padi siap panen mencapai 44.000 hektare atau setara dengan produksi gabah 264.000 ton sepanjang Februari-Maret.

Kini, lahan padi di Sragen telah habis dipanen. Gudang Bulog Masaran belum menyerap gabah petani. Pembelian gabah dari Sragen hanya 10 ton di wilayah Kecamatan Sambungmacan dan 2,1 ton saat Menteri Pertanian berkunjung ke Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran.

Cita - cita mewujudkan ketahanan pangan menghadapi jalan buntu. Menurut ketua kontak tani nelayan Andalan (KTNA) Sragen, Suratno, berulang kali menyerukan kepada pemerintah agar menaikan HPP GKP sampai Rp4.200/kg. Seruan itu tak pernah didengar pemerintah.

Menteri pertanian yang mendengar jeritan suara petani Sragen yang mengingkan harga GKP Rp4.000/kg. Teriakan petani itu hanya angin berlalu, padahal naiknya HPP menjadi salah solusi untuk mengatasi karut-marut penyarapan gabah oleh Bulog yang berimplikasi langsung pada cita-cita ketahanan pangan.

Pemerintah justru menuding fuktuasi harga gabah itu dipermainkan tengkulak atau sekelompok petani spekulan. Benang kusut masalah gabah belum bisa terurai. KTNA menduga ada indikasi kesengajaan menciptakan benang kusut agar pemerintah bisa mengimpor beras.

Ketahanan pangan menjadi alasan pemerintah untuk melegalkan impor beras. Kebijakan impor pun tak akan bisa menyelesaikan cita-cita ketahanan pangan dalam negeri. Impor beras akan mencederai Nawa Cita yang mengamanatkan kedaulatan bidang pangan.

Saya pernah mengobrol dengan salah seorang pejabat Perum Bulog di tingkat Subdivisi Regional (Subdivre). Pejabat itu mengatakan tentang kebijakan insentif untuk Bulog dalam penyerapan gabah petani. Kebijakan insentif itu diberlakukan ketika harga GKP di tingkat petani melejit di atas HPP.

Lewat kebijakan insentif itu, berapa pun harga GKP di tingkat petani Bulog tetap bisa membelinya dan tidak melanggar Inpres. Di satu sisi, Bulog diringankan dan dimudahkan untuk menyerap gabah sesuai dengan target nasional.

Di sisi lainnya, petani tetap beruntung karena harga pembelian gabah mereka oleh Bulog sesuai dengan harga pasar. Kebijakan insentif tersebut akan memutus sebagian rantai perdagangan gabah yang diindikasikan dikuasai permainan tengkulak atau spekulan.

Petani akan memilih menjual GKP kepada pihak tertentu yang berani menawar dengan harga tinggi atau sesuai permintaan petani. Petani juga akan memilih pihak-pihak yang memberi pelayanan membayar tunai pada hari transaksi jual beli gabah.

Kebijakan insentif itu justru akan dimanfaatkan petani secara mayoritas karena adanya jaminan dari Bulog untuk melunasi pembayaran dalam tempo 1 x 24 jam. Ketika kondisi ini terjadi maka tengkulak atau spekulan justru akan kesulitan mencari gabah petani.

Tidak ada kata terlambat bagi pemerintah untuk menyejahterakan petani dan mewujudkan cita-cita ketahanan pangan nasional. Penyerapan gabah petani oleh Bulog paling efektif dilakukan pada musim panen I (musim penghujan) karena harga GKP menguntungkan pemerintah.

Kini, lahan pertanaman padi yang siap panen di Sragen dan daerah lainnya di Soloraya mungkin sudah habis tetapi masih banyak lahan padi di daerah lain yang siap panen. Tanaman padi di Sragen sudah habis karena pola tanamnya serentak.

Pemerintah harus berani mengambil risiko. Alokasi anggaran Rp20 triliun dari APBN akan lebih baik bila dialihkan untuk kebijakan insentif bagi Bulog khusus untuk pembelian gabah pada saat harga gabah di atas HPP.

Kebijakan PPL menjadi agen Bulog justru akan menciptakan masalah baru karena itu bukan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) penyuluh pertanian. Alternatif lainnya, Bulog bisa menerapkan pola bisnis seperti yang dilakukan PT Sakti Boyolali dalam memenuhi kebutuhan pangan (beras).

Swasta saja berani mengambil terobosan baru dengan bekerja sama langsung dengan petani. Perum Bulog bisa menggandeng petani langsung dalam pengadaan gabah/beras. Bulog menunjuk sejumlah petani sesuai dengan luas lahan dan potensi panen untuk diajak kerja sama.

Dengan pendampingan intensif, Bulog mengetahui sendiri kualitas gabah dan petani hanya minta ada jaminan harga tertentu agar tidak rugi. Model pendekatan tersebut justru lebih terukur bagi Bulog dalam pengadaan beras.

Dengan model begini Bulog tidak perlu pusing setiap tahun karena dibebani kewajiban memburu gabah/beras. Dengan model begini Bulog cukup mengandalkan lahan padi yang tersedia dan dikelola petani dalam kerangka kerja sama Bulog dan petani. Semua sama-sama senang.





#Berita Center #Opini #Insentif Karut-Marut Masalah Pergabaha #Pergabahan


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






News - 8 menit yang lalu

Waspadai Hujan Angin Disertai Petir Guyur Wilayah Jakarta Hari Ini

Beritacenter.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar mewaspadai hujan..
Bola - 28 menit yang lalu

Jose Mourinho Kehilangan Bek Andalan Eric Bailly

Beritacenter.COM - Bek tengah Manchester United (MU), Eic Bailly mengalami cidera serius dibagian pergelangan kakinya..
Kriminal - 46 menit yang lalu

'Door' Bandit Jalanan Terjungkal Ditembak Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Lampung melumpuhkan satu dari tiga bandit jalanan yang telah 10 kali merampas motor..
News - 1 jam yang lalu

Persiapan Pilkada Serentak 2018, Polres Nganjuk Beserta Jajaran Laksanakan Gladi Lapang Pengamanan

Gladi Lapang Pengamanan Tahapan Pilkada Serentak TA 2018 dan Sispam Kota Nganjuk dimulai pukul 07.30 WIB. AKBP Dewa..
Kesehatan - 2 jam yang lalu

"Ngopi " di Pagi Hari Cukup 30 Menit, Rasakan Manfaatnya

Beritacenter.COM - Sebelum melakukan aktivitas dipagi hari alangkah baiknya diawali dengan secangkir kopi dan..
Moto GP - 3 jam yang lalu

Marc Marquez Tak Ingin Tinggalkan Repsol Honda, Ini Alasanya

Beritacenter.COM - Pembalap muda berbakat Marc Marquez mengatakan bahwa dirinya tidak ingin tinggalkan timnya untuk..
Bola - 4 jam yang lalu

Resmi !! Arema Dapatkan Gelandang Muda PSM Makassar

Beritacenter.COM - Arema Malang telah resmi mendapatkan amunisi tambahan pemain terbarunya untuk mengarungi kompetisi..
Teknologi - 5 jam yang lalu

WOW !! Youtube Akan Rilis Live Musik Streaming

Beritacenter.COM - Youtube dikabarkan akan meluncurkan layanan musik terbarunya yang rencananya akan dirlis pada..
Entertainment - 6 jam yang lalu

Tommy Kurniawan Akan Menikah Dan Gelar Resepsi di 2 Kota

Beritacenter.COM - Artis Ganteng Tommy Kurniawan akan melangsungkan pernikahan pada Februari 2018 mendatang...
Bola - 7 jam yang lalu

Barcelona Tertarik Datangkan Pemain Manchester United

Beritacenter.COM - TIM Raksasa Spanyol kabarnya tertarik menggunakan jasa pemain Mancheseter United, Daley Blind...
Peristiwa - 8 jam yang lalu

Kebakaran di Rumah Sakit Cilegon, Tidak Ada Korban Jiwa

Beritacenter.COM - Telah terjadi kebakaran di Rumah Sakit Kurnia Kota Cilegon di lingkungan Jombang Masjid, Kelurahan..
News - 9 jam yang lalu

Viral !! Video Detik - Detik Meledaknya Bom di Tanjung Perak

Beritacenter.COM  - Sebuah paketan bom low explosif yang diterima AW karyawan ekspedisi meledak di depan PT..
News - 10 jam yang lalu

Kapolri Survei Langsung Pembentukan Mapolda Kaltara

Beritacenter.COM - Kapolri Jendral Pol H Muhammad Tito Karnavian mengunjungi wilayah Polda Kaltim dalam kunjungan..
Kriminal - 10 jam yang lalu

Hebat !!! 5 Tersangka Narkoba Diciduk Polres Kempar Dalam Sehari

Beritacenter.COM - Tak butuh waktu lama untuk meringkus komplotan pelaku narkoba. Terbukti, 5 tersangka Kasus narkoba..
Nasional - 10 jam yang lalu

Pernikahan Teman Satu Kantor Dibolehkan MK

Beritacenter.com - Permohonan uji materi (judicial review) pasal 153 ayat 1 Undang-undang (UU) 13/2003 tentang..
News - 11 jam yang lalu

Polisi Sita Ribuan VCD Porno Dari 2 Pedagang Kaset di Jakarta Barat

Beritacenter.com - Ribuan keping VCD porno disita Tim Unit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat usai meringkus dua..
News - 11 jam yang lalu

Plt Bupati Nganjuk Gelar Apel Besar Bersama TNI-Polri Jelang Pilkada Serentak 2018

Faktor- faktor yang dapat mengganggu keamanan ketertiban dan ketentraman masyarakat harus ditangani dengan..
Internasional - 11 jam yang lalu

Kecewa Dengan AS, Arab Saudi Jadi Penengah Konflik Yerusalem

Beritacenter.com - Negara Arab Saudi mendapat tawaran untuk menjadi mediator perdamaian antara Israel dan Palestina...
Kriminal - 12 jam yang lalu

Akibat Kencing Sembarangan, Pria Ini Dibacok Warga

Beritacenter.com - Gaduh Ardiyanto (29), warga Gamping, Sleman menjadi korban pembacokan di dekat Pos Ronda RT 14 RW..
Kriminal - 13 jam yang lalu

Cemburu Buta, Pemuda Ini Ajak Teman-temannya Keroyok Rian

Motif pengeroyokan adalah karena cemburu. Salah seorang pelaku cemburu karena menduga korban pernah berfoto bersama..
News - 13 jam yang lalu

LGBT Masuk Kitab Undang-undang Hukum Pidana(KUHP), Begini Sikap MK

Beritacenter.com - Permohonan gugatan uji materiel perluasan makna asusila pasal 284, 285 dan 292 KUHP atau disebut..
Kriminal - 13 jam yang lalu

Gudang Pembuataan Jutaan Pil Zenith Digerebek Polda Banten

Beritacenter.com - Pabrik pembuatan pil Zenith yang telah memproduksi jutaan pil digerebek yang langsung di pimpin..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi