Senin, 20 Nopember 2017 - 16:27 WIB

Arteria Dahlan : Inilah Hal-Hal yang Harus Diperbaiki KPK

KPK juga merupakan lembaga yang mempunyai tugas melakukan supervisi pencegahan kasus korupsi. Kasus korupsi e-KTP juga sudah disupervisi oleh KPK itu sendiri. Jadi bila sudah disupervisi, kemudian masih ada korupsi berarti pencegahan korupsi oleh KPK sudah dipastikan gagal.

Oleh : Sari Intan Putri | Rabu, 12 Juli 2017 | 00:41 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM. Arteria Dahlan yang merupakan anggota Komisi II DPR-RI membeberkan beberapa informasi terkait KPK dan Pansus Hak Angket dalam Indonesia Lawyers Club atau yang akrab disebut dengan ILC di TvOne, Selasa (11/7/2017).

Arteria mengungkapkan bahwa DPR hanya ingin mengajak pihak KPK untuk berbicara tentang perbaikan kinerja yang ada di dalam KPK itu sendiri. Bukan untuk mengintervensi tentang kinerja KPK itu sendiri, jelas bukan.

"Kita telah mengajak KPK untuk datang, untuk membahas hal yang selama ini harus segera diperbaiki, yaitu kinerja KPK. Bukan berencana untuk membubarkan," tegas Arteria.

Arteria lebih lanjut juga mengatakan bahwa banyak permasalahan di KPK yang mesti harus segera dibenahi. Antara lain adalah tahapan-tahapan KPK dalam memulai penyelidikannya hingga pelimpahan kasus tersebut kepada pengadilan.

Di dalam penyelidikan, apakah harus setiap orang disadap tanpa ada indikasi awal bahwa orang tersebut sedang melakukan kejahatan dalam hal ini korupsi? Apakah semua orang bisa disadap sesuai keinginan KPK tanpa ada indikasi pelanggaran hukum? Jelas seharusnya tidak bisa KPK mau menyadap orang tanpa ada indikasi atau bukti permulaan yang kuat. Tetapi pada kenyataannya, KPK tidak sesuai dalam hal penyadapan orang. Ini kan jelas melanggar hukum.

Selain itu, pada saat pemeriksaan terhadap tersangka, apa dibenarkan tersangka dilarang ditemani oleh pengacaranya? Hal itu juga tidak benar.

"Masak tersangka dilarang untuk ditemani oleh pengacaranya? Itu pelanggran hak asasi," tegas Arteria.

KPK juga merupakan lembaga yang mempunyai tugas melakukan supervisi pencegahan kasus korupsi. Kasus korupsi e-KTP juga sudah disupervisi oleh KPK itu sendiri. Jadi bila sudah disupervisi, kemudian masih ada korupsi berarti pencegahan korupsi oleh KPK sudah dipastikan gagal.

Kasus e-KTP menyebabkan data warga negara Indonesia saat ini masih berada di orang asing, karena proyek e-KTP tersebut bekerjasama dengan tander dari luar negeri.

"Proyek e-KTP itu berhubungan dengan tander yang berada di luar negeri, jadi orang asing juga bisa mengetahui data-data penduduk di negara kita. Itu sebenarnya merupakan pelanggaran hukum, karena memberikan data pemerintah ke orang asing," ungkap Arteria.

Ada beberapa kasus yang ditangani KPK yang sampai saat ini belum selesai. Namun Arteria tidak menyebutkan nama-nama yang terkait dalam kasus tersebut.

"Ada sekitar 36 tersangka kasus korupsi, bahkan 1 tersangka pun juga belum disentuh oleh KPK. Saya tidak mengada-ada, ini semua ada buktinya. Silahkan yang mau menuntut saya dengan pencemaran nama baik, silahkan. Apabila terbukti saya salah, saya siap untuk dituntut. Namun bila saya terbukti benar, ya tolong kinerja KPK sama-sama kita perbaiki. Tidak dibubarkan kok," ungkap anggota Komisi II DPR tersebut.

Jadi pada intinya keberadaan Pansus Hak Angket KPK ini bukan untuk mengganggu tugas pemberantasan korupsi yang dilakukukan oleh KPK, jelas bukan. Maksud keberadaan Pansus Hak Angket KPK ya untuk memperbaiki kinerja KPK yang selama ini masih belum benar.

"Bukannya malah diundang secara resmi malah tidak datang, jangan begitu," lanjut Arteria.

Anehnya lagi yang terjadi di dalam proses penyidikan KPK, ada tersangka yang di tawarin untuk bisa pulang ke rumah temuin istri, anak dan keluarga yang lainnya. Tetapi dengan syarat agar bisa membantu memberikan informasi siapa saja yang melakukan korupsi serupa.

"Ini kan tidak benar. Masak ada tersangka yang ditawari untuk bisa pulang ke rumah temuin istri dan anak, serta hukumannya diringankan. Tetapi dengan syarat membantu memberikan informasi siapa saja yang melakukan korupsi serupa. Itu kan jelas gak benar. Bahkan lebih parahnya, bila mau membantu cuman divonis 3 bulan dan bila tidak mau membantu memberikan informasi divonis 10 tahun. Ini fakta, saya ada buktinya. Jadi silahkan bila tidak mau mengakuinya, nanti tinggal kita buka bersama bukti-buktinya," lanjutnya.

"Ada juga yang melakukan tindak kejahatan dengan yang menyuruh untuk melakukan kejahatan tersebut, vonisnya lebih lama yang melakukan tindak kejahatan tersebut. Apakah hal itu benar, kan hal itu tidak benar. Sebenarnya masih banyak yang perlu diperbaiki di dalam KPK. Jadi maksud dari Pansus ini ya itu tadi, bukan mau mengganggu kerja KPK, tapi untuk membantu memperbaiki hal yang kurang benar," ungkap Arteria lebih lanjut.

 

 

 





#KPK #Arteria Dahlan #Pansus Hak Angket KPK #ILC #Indonesia Lawyers Club #Memperbaiki Kinerja KPK


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






News - 29 menit yang lalu

Gara-gara Kencing Tikus Satu Warga Surabaya Tewas

Beritacenter.com - Seorang warga Dukuh Karangan Gang V, RT 10 RW 3, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya, Jawa Timur..
News - 1 jam yang lalu

146 Tersangka Terjaring OTT Tim Saber Pungli Polda Jatim

Beritacenter.COM - Sebanyak 146 orang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Tim Sapu Bersih..
Bola - 1 jam yang lalu

Selangor FA Siap Gaji Rp 269, 7 Juta Untuk Evan Dimas

Beritacenter.COM - Klub asal Malaysia Selangor FA dikabarkan ngotot untuk mendaptkan Gelandang Timnas Indonesia, Evan..
Kriminal - 2 jam yang lalu

Kantongi Identitas Penyebaran Video Penelanjangan Cikupa, Polisi : Masih Diburu

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian masih terus melakukan pengusutan terkait penyebaran video penelanjangan dua..
News - 2 jam yang lalu

Kapolri Sebut Pembebasan Sandera KKB Jadi Momentum Bersihkan Pendulang Liar

Beritacenter.COM - Kapolri Jendral  Muhammad Tito Karnavian menyebutkan bahwa pembebasan sandera kelompok..
News - 3 jam yang lalu

Mantap !!! Polisi di Bojonegara ini Antar Jemput Pelajar Difabel

Beritcenter.COM - Seorang pelajar penyandang difabel bernama Anshor (12) dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bojonegoro,..
News - 3 jam yang lalu

Pimpin Operasi Penjemputan Novanto, Inilah Sosok Brigjen Polisi Aris Budiman

Beritacenter.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan tersangka kasus kasus dugaan korupsi e-KTP, Setya..
News - 4 jam yang lalu

Hari ini !!! Istri Setnov Penuhi Panggilan KPK

Beritacenter.COM - Istri ketua DPR Setya Novanto, Deisti Astriani memenuhi panggilan dari penyidik Komisi..
Peristiwa - 4 jam yang lalu

Kecelakaan Maut Motor Seruduk Truk,1 Tewas, 1 Kritis

Beritacenter.COM -Telah terjadi kecelakaan maut yang melibatkan antara sepeda motor dengan truk tronton, Minggu..
News - 5 jam yang lalu

Viral! Netizen Puji Sosok Polisi Bhabinkamtibmas yang Menjadi Bagian Evakuasi Sandera KKB

Beritacenter.COM - Personel gabungan TNI-Polri berhasil mengevakuasi ratusan warga Distrik Tembagapura, Papua, yang..
Kriminal - 5 jam yang lalu

Waduh !! Oknum Guru Honorer Kuras Isi Kotak Amal Masjid

Beritacenter.COM - Seorang oknum Gurur honorer berinisial MN (36) menguras isi kotak amal masjid, aksi pelaku..
News - 6 jam yang lalu

Kapolda Papua Siapkan Satgas, Penuhi Permintaan Warga Kimbeli hingga Banti untuk Evakuasi

Beritacenter.COM - Warga asli penghuni perkampungan dari Kimberli hingga Bati, Distrik Tembagapura, Papua, meminta..
News - 6 jam yang lalu

Mengaku Terluka Berat, Setya Novanto : Diluar Dugaan Saya Kecelakaan

Di luar dugaan saya ada kecelakaan sehingga saya selain terluka, terluka berat dan juga di kaki dan di tangan dan juga di kepala masih memar
News - 7 jam yang lalu

Rasain! Pelaku Perampokan dan Pemerkosa Gadis Difabel di Yogya Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Nahas, nasib gadis tuna rungu dan wicara asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa..
Kriminal - 8 jam yang lalu

Sudah 20 Kali Beraksi, Jambret di Lampung Diciduk Tim Tekab 308

Beritacenter.COM - Pemuda pelaku penjambretan di Bandarlampung berhasil dibekuk polisi. Pemuda yang diketahui sudah..
News - 8 jam yang lalu

Brigjen Aris Budiman Pimpin Penangkapan Setya Novanto

Beritacenter.COM - Atas rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah sepakat..
News - 20 jam yang lalu

DPR Usulkan KSAU Jadi Panglima TNI, Marsekal Hadi : Saya Siap Melaksanakan Perintah

Beritacenter.COM - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018 mendatang. Komisi..
News - 21 jam yang lalu

Pasca Kecelakaan, Novanto Bingung Saat Diminta Mengingat Angka

Beritacenter.COM - Pengacara Setya Novanto, Fredrich Junadi mengatakan bahwa kliennya masih belum dapat mengingat..
Kriminal - 23 jam yang lalu

Polisi Ungkap Peredaran Sabu Dalam Kemasan Biskuit di Tolitoli

Beritacenter.COM - Polres Tolotoli berhasil mengungkap peredaran 750 gram narkoba jenis sabu, di Jalan Abdul Muis,..
News - 1 hari yang lalu

Kapolri, Ketua MUI, dan Ketua MPR, Hadiri Syukuran Muhammadiyah Ranting Pondok Labu

Beritacerita.COM - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menghadiri acara syukuran Muhammadiah Ranting Pondok Labu..
Entertainment - 1 hari yang lalu

Ciaaat.. Bos Alibaba Main Film Laga Barang Jet Li dan Donnie Yen

Beritacenter.COM - Bos Alibaba, Jack Ma, tengah menjajal kemampuannya dibidang akting. Orang paling kaya di China ini..
Kesehatan - 1 hari yang lalu

Hindari Memakai Baju Baru Tanpa Dicuci Dahulu Jika Tak Ingin Begini..

Terlepas dari kuman yang menempel di baju baru dan bisa masuk ke dalam tubuhmu jika kamu tidak mencuci sebelum memakainya

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi