Selasa, 22 Agustus 2017 - 10:25 WIB

KPK Tidak Boleh "Asal" Menetapkan Status Tersangka

Dia pun menilai, tak dikenalnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) di KPK membuat lembaga antikorupsi itu berpotensi terjadinya tindakan penyalahgunaan kewenangan.

Oleh : Sari Intan Putri | Jumat, 16 Juni 2017 | 11:36 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Mentaati prosedur itu sangat penting. Selain bisa memuluskan langkah di dalam penyidikan sebuah kasus, juga bisa menjadi teladan atau contoh untuk aparat penegak hukum lainnya. Hal serupa disampaikan oleh Pakar Hukum Pidana dari Universitas Padjajaran (Unpad) Prof Romli Atmasasmita Romli.

Prof Romli menuturkan, sebagai pihak yang pernah dilibatkan menyusun Undang-undang KPK, agar penetapan seseorang sebagai tersangka tindak pidana korupsi harus memenuhi asas kehati-hatian.

Hal itulah yang dia katakan saat awal perdebatan untuk menyusun Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. "Alat bukti itu tidak boleh dua, minimal lima. Di situlah rambu-rambunya. Dasar penyelidikan, asas yang harus jadi landasan kerja KPK," ujar Romli.

Romli berpendapat, meski cara kerja KPK dibekali undang-undang khusus pemberantasan korupsi, namun standar operasionalnya harus sejalan dengan lembaga penegak hukum lain.

Dia pun menilai, tak dikenalnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) di KPK membuat lembaga antikorupsi itu berpotensi terjadinya tindakan penyalahgunaan kewenangan.

"Walaupun KPK dasarnya hukum, tetapi KPK tidak bisa lepas dari kehati-hatian. Menurunkan undang-undang sebagai sesuatu yang taat undang-undang," papar Romli

Namun demikian dalam praktik pemberantasan korupsi, KPK tidak dapat melaksanakan secara efektif fungsi-fungsi tersebut dan yang terjadi adalah, KPK hanya fokus pada penindakan-represif dengan mengandalkan laporan masyarakat dan wewenang penyadapan sebagaimana telah diatur dalam UU KPK.

Posisi UU KPK merupakan lex specialis baik dalam kedudukan maupun dalam hukum acara pemberantasan korupsi dengan maksud KPK dapat mempercepat peningkatan efektivitas kepolisian dan kejaksaan dalam pemberantasan korupsi.

Namun demikian dalam kenyataannya, KPK telah tidak efektif melaksanakan fungsi sebagai “counter-partner” kepolisian dan kejaksaan bahkan sebaliknya telah menempatkan KPK sebagai “competitor” kepolisian dan kejaksaan sehingga sering terjadi KPK menangani kasus korupsi jauh di bawah 1 milyar sebagaimana diwajibkan dalam Pasal 11 huruf c UU KPK dengan alasan karena terkait penyelenggara negara dan pegawai negeri sedangkan maksud pembentkan UU selain KPK berfungsi sebagai koordinator dan supervisor juga KPK berfungsi sebagai “trigger mechanism” yaitu berkoordinasi dengan kepolisian atau kejaksaan untuk menangani kasus korupsi dengan nilai di bawah Rp 1 Milyar.

Pengamatan dan pengalaman saya menilik kinerja KPK telah terdapat beberapa penyimpangan dari asas-asas hukum pidana yang diakui universal dan prinsip-prinsip yang telah ditegaskan di dalam Pasal 5 UU KPK: a.kepastian hukum, b.keterbukaan, c.akuntabilitas, d.kepentingan umum, dan e.proporsionalitas.

Penyimpangan kinerja KPK telah terjadi pada beberapa kasus sebagai berikut:

(1) Sprintdik atas nama Budi Gunawan

(2) Sprintdik atas nama Hadi Purnomo

(3) Sprintdik atas nama Surya Dharma Ali

(4) Sprintdik atas nama 23 tersangka KPK yang belum memenuhi bukti permulaan yang cukup.





#KPK #KPK Jangan Asal


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






Peristiwa - 26 menit yang lalu

Nahas, Balita Ditemukan Tewas Didalam Gorong-gorong

Korban Wildan ini ditemukan tewas dalam gorong-gorong di siring tersebut pada Senin (21/8) pagi sekitar pukul 11.45 WIB
News - 1 jam yang lalu

Pakar Hukum Sebut Pemasang Bendera Terbalik Bisa Dipidana

Kalau di Indonesia, ada pidananya seperti mencoret-coret lambang negara atau lainnya
Kriminal - 1 jam yang lalu

Bareskrim Akan Periksa Gubernur Papua Atas Dugaan Korupsi Beasiswa

Beritacenter.com - Usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tindak pidana pemilu oleh Sentra Penegakan..
Peristiwa - 2 jam yang lalu

Heboh Warga Solo Arak Bendera Malaysia Terbalik

Bangsa Indonesia kecewa banget gara-gara ulah Malaysia. Bendera kita dibalik, sekarang giliran ada orang Solo yang..
News - 2 jam yang lalu

Fahri Hamzah : Jubir KPK Diganti dengan Penyidik

Menurut Fahri, Jubir KPK hanya perlu memberi pernyataan secara hukum dan fakta, bukan bernada politis. Politikus..
Kriminal - 3 jam yang lalu

Polisi Selamatkan Korban Penculikan Sebuah Keluarga

Beritacenter.com - Polisi berhasil bongkar kasus penculikan satu keluarga asal Cikampek yang disekap di sebuah hotel..
Bola - 4 jam yang lalu

Kemana Lionel Messi Hengkang?

Kondisi tersebut tak serta merta menghilangkan gosip kepergian Lionel Messi dari tim yang telah membesarkan namanya tersebut.
Bola - 4 jam yang lalu

Manchester City Seri Melawan Everton

Beritacenter.com - Skuad Manchester City tidak berhasil meraih poin sempurna saat bertanding melawan Everton di..
News - 6 jam yang lalu

Kasus Habib Rizieq Dituangkan ke Dalam Berkas Perkara

Beritacenter.com - Polda Metro Jaya memastikan telah memeriksa Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi terkait kasus..
Software - 6 jam yang lalu

Aplikasi WhatsApp Kembangkan Fitur Pengiriman Transfer Uang

Beritacenter.com - Aplikasi Chat Whats App merupakan aplikasi pesan singkat yang begitu populer di kalangan..
News - 7 jam yang lalu

Pansus : KPK Punya Banyak Catatan Minus

Kemudian, Pansus menilai dalam fungsi supervisi, KPK lebih cenderung menangani sendiri tanpa koordinasi. Dibandingkan..
Bola - 8 jam yang lalu

Ederson Siap Antarkan Manchester City Gelar Juara

Beritacenter.com - Kiper termahal di dunia Ederson Moraes bercita-cita ingin membawa Manchester City berhasil..
Entertainment - 8 jam yang lalu

Rahasia Kehidupan Orang Kaya yang Jarang Diketahui Orang Banyak

Di era media sosial di mana banyak orang seolah berlomba memamerkan segala hal, para super kaya ini justru..
Nasional - 9 jam yang lalu

Mantan Hakim Ungkap KPK Pernah Merekayasa Kasus

Beritacenter.com - Mantan hakim pengadilan negeri Jakarta Pusat telah melaporkan penyalahgunaan wewenang maupun..
Opini - 9 jam yang lalu

Pancasila dan Agama Harus Berdampingan

Dalam Negara NKRI fungsi seperti ini sudah teruji selama puluhan tahun. Agama bisa berkontribusi untuk mewujudkan..
Kriminal - 10 jam yang lalu

Polisi Terus Menggali Informasi Terkait Permpokan Toko Emas di Tulungagung

Polisi mengungkapkan jika Nomor Polisi Suzuki Satria Fu AG 6171 RAP yang digunakan pelaku diidentifikasi milik Ani..
Kesehatan - 11 jam yang lalu

Awas, Jangan Lukis Tato di Tangan Dengan Henna Jika Tidak Ingin Seperti Ini

Beritacenter.com - Bahaya pemakaian henna terus terjadi menimpa para pecinta lukisan tato indah di tangan. Korbannya..
Bola - 11 jam yang lalu

Pelatih Liverpool Mengagumi Setiap Anak Asuhnya tetapi Tidak Akan Memuji Secara Berlebihan

Penampilan apik Sadio Mane tersebut diharapkan terus berlanjut saat bersua Hoffenheim pada leg kedua playoff Liga..
News - 12 jam yang lalu

Polisi Rangkul 'Pak Ogah' Untuk Dilibatkan Mengatur Lalu Lintas

Beritacenter.com - Polda Metro Jaya berencana merangkul para 'Pak Ogah' untuk dilibatkan membantu mengatur lalu..
News - 12 jam yang lalu

Pansus Sudah Punya Agenda Terima Laporan Eks Hakim Syarifuddin

Kemudian di tahun 2013, PN Jakarta Selatan mengabulkan gugatan Syarifuddin. Dari putusan itu, KPK diminta membayar..
News - 12 jam yang lalu

Data Barang Sitaan KPK Tak Ada di Rupbasan, Pansus Angket : Ini Misteri..

Ini jadi misteri. Selama ini dikerjakan KPK, diadministrasikannya dimana. Sementara yang berwenang penuh hanya Rupbasan
Bola - 13 jam yang lalu

Tepis Rumor Hengkang, Zidane : Bale Bisa Jalani Musim yang Hebat Dengan Real Madrid

Beritacenter.com - Entrenador Real Madrid, Zinedine Zidane, berharap Gareth Bale bisa menjalani musim yang hebat..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi