Selasa, 22 Agustus 2017 - 08:44 WIB

Pendapat Mengenai UU Nomor 30 Tahun 2002 Tentang KPK dan Kinerjanya

MENGAPA PERLU DIBENTUK KPK ?

Oleh : Sari Intan | Kamis, 15 Juni 2017 | 22:44 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.com - MENGAPA PERLU DIBENTUK KPK ?

Pertanyaan tersebut di atas, mengajak kita melakukan “flashback” terhadap hasil karya reformasi hukum jilid I yang telah dipersiapkan dan dilaksanakan pasca reformasi kejatuhan Presiden Suharto (orde baru). Reformasi hukum Jilid I meliputi bidang: Politik, Hukum, dan HAM serta bidang Ekonomi.

Salah satu reformasi bidang Hukum adalah perubahan berbagai UU terkait bidang politik, HAM dan Ekonomi; reformasi bidang hukum pidana dalam konteks pelaksanaan TAP MPRS Nomor XI tahun 1998 adalah perubahan UU RI Nomor 31 tahun 1999 yaitu dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 diperkuat dengan Pembentukan KPK dengan UU RI Nomor 30 Tahun 2002.

Kenyataan penegakan hukum selama orde baru dengan rezim KKN telah mengakibatkan hukum tidak dapat dijalankan secara benar dan sesuai dengan asas-asas hukum dalam menjalankan pemerintahan yang baik dan benar serta asas persamaan di muka hukum, asas praduga tak bersalah dan prinsip due process of law.

Tumpuan harapan masyarakat terhadap kepolisian dan kejaksaaan ketika itu sangat rendah dari masyarakat sehingga khusus untuk pemberantasan korupsi yang merupakan kejahatan luar biasa, perlu cara-cara yang bersifat luar biasa untuk mencegah dan mengatasinya sehingga pembentukan KPK memang bertujuan untuk melengkapi dan meningkatkan efektivitas tugas kepolisian dan kejaksaan dalam pemberantasan korupsi. Bertolak dari pertimbangan tersebut maka kepada KPK dalam UU KPK 2002 diberi mandat untuk melaksanakan fungsi “trigger mechanism” disertai dengan fungsi koordinasi dan supervisi terhadap kinerja kepolisian dan kejaksaan. Dengan cara tersebut maka KPK ditempatkan sebagai titik sentral sekaligus pengendali dan koordinator pemberantasan korupsi.

Namun demikian dalam praktik pemberantasan korupsi, KPK tidak dapat melaksanakan secara efektif fungsi-fungsi tersebut dan yang terjadi adalah, KPK hanya fokus pada penindakan-represif dengan mengandalkan laporan masyarakat dan wewenang penyadapan sebagaimana telah diatur dalam UU KPK.

Posisi UU KPK merupakan lex specialis baik dalam kedudukan maupun dalam hukum acara pemberantasan korupsi dengan maksud KPK dapat mempercepat peningkatan efektivitas kepolisian dan kejaksaan dalam pemberantasan korupsi. Namun demikian dalam kenyataannya, KPK telah tidak efektif melaksanakan fungsi sebagai “counter-partner” kepolisian dan kejaksaan bahkan sebaliknya telah menempatkan KPK sebagai “competitor” kepolisian dan kejaksaan sehingga sering terjadi KPK menangani kasus korupsi jauh di bawah 1 milyar sebagaimana diwajibkan dalam Pasal 11 huruf c UU KPK dengan alasan karena terkait penyelenggara negara dan pegawai negeri sedangkan maksud pembentkan UU selain KPK berfungsi sebagai koordinator dan supervisor juga KPK berfungsi sebagai “trigger mechanism” yaitu berkoordinasi dengan kepolisian atau kejaksaan untuk menangani kasus korupsi dengan nilai di bawah Rp 1 Milyar.

Pengamatan dan pengalaman saya menilik kinerja KPK telah terdapat beberapa penyimpangan dari asas-asas hukum pidana yang diakui universal dan prinsip-prinsip yang telah ditegaskan di dalam Pasal 5 UU KPK: a.kepastian hukum, b.keterbukaan, c.akuntabilitas, d.kepentingan umum, dan e.proporsionalitas.

Penyimpangan kinerja KPK telah terjadi pada beberapa kasus sebagai berikut:
(1) Sprintdik atas nama Budi Gunawan
(2) Sprintdik atas nama Hadi Purnomo
(3) Sprintdik atas nama Surya Dharma Ali
(4) Sprintdik atas nama 23 tersangka KPK yang belum memenuhi bukti permulaan yang cukup.

Selain penyimpangan kinerja penegakan hukum di atas, dalam Laporan BKP Triwulan….. telah terdapat temuan-temuan BPK yang mengandung unsur pidana akan tetapi belum diketahui sampai saat ini bagaimana penyelesaian penuntasan laporan temuan tersebut.

HAL-HAL PENYEBAB PENYIMPANGAN OLEH KPK

Dalam pengamatan saya terjadinya penyimpangan oleh KPK adalah sebagai berikut:
1. Kpk tidak taat asas sesuai UU KPK
2. Manajemen internal tidak terawasi baik oleh Pimpinan
3. Kewenangan luas tanpa pengawasan memadai dan sistem

check-balance atasan-bawahan yang tidak memadai
4. Tidak ada kontrol eskternal memadai termasuk BPK dan DPR
5. Pengaruh kepentingan politik
6. Peran masyarakat bukan pengawas melainkan menjadi pendukung tanpa syarat (loyalis)
7. Pers dan media yang tidak berimbang termasuk tidak menjalankan fungsi kontrol yang objektif.

SOLUSI REKOMENDASI

1. PERUBAHAN UU KPK 2002
2. PERUBAHAN UU RI NOMOR 31 TAHUN 1999 YANG DIUBAH UU RI NOMOR 20 TAHUN 2001 SESUAI DENGAN UNITED CONVENTION AGAINST CORRUPTION 2003 TERMASUK MEMASUKKAN BAB TERSENDIRI TENTANG HUKUM ACARA PERADILAN TIPIKOR- KHUSUS WEWENANG PENYELIDIKAN, PENYIDKKAN DAN PEMBUKTIAN

DI DALAM PERUBAHAN KEDUA UU TERSEBUT DI ATAS, PERLU DISESUAIKAN DENGAN:

1. UU RI NOMOR 1 TAHUN 2004 TENTANG PERBENDAHARAAN NEGARA
2. UU RI NOMOR 31 TAHUN 2004 TENTANG ADMINISTRASI PEMERINTAHAN
3. PUTUSAN MK RI SEPANJANG TERKAIT UU KPK DAN DAN UU TIPIKOR
4. PERMA RI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN PERMOHONAN PENANGANAN HARTA KEKAYAAN DALAM TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG ATAU TINDAK PIDANA LAIN
5. PERMA RI NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG PIDANA TAMBAHAN UANG PENGGANTI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI
6. PERMA RI NOMOR RI NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PENILAIAN UNSUR PENYALAHGUNAAN WEWENANG
7. SURAT EDARAN MA RI NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PEMBERLAKUAN RUMUSAN HASIL RAPAT PLENO KAMAR MAHKAMAH AGUNR TAHUN 2015 SEBAGAI PEDOMAN PELAKSANAAN TUGAS BAGI PENGADILAN-A. RUMUSAN HUKUM KAMAR PIDANA.
8. PERMA RI NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PENANGANAN TINDAK PIDANA OLEH SUBJEK HUKUM KORPORASI

DEMIKIAN USULAN SAYA.

ROMLI ATMASASMITA





#Beritacenter #Berita Center #KPK #Opini


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






Peristiwa - 32 menit yang lalu

Heboh Warga Solo Arak Bendera Malaysia Terbalik

Bangsa Indonesia kecewa banget gara-gara ulah Malaysia. Bendera kita dibalik, sekarang giliran ada orang Solo yang..
News - 1 jam yang lalu

Fahri Hamzah : Jubir KPK Diganti dengan Penyidik

Menurut Fahri, Jubir KPK hanya perlu memberi pernyataan secara hukum dan fakta, bukan bernada politis. Politikus..
Kriminal - 2 jam yang lalu

Polisi Selamatkan Korban Penculikan Sebuah Keluarga

Beritacenter.com - Polisi berhasil bongkar kasus penculikan satu keluarga asal Cikampek yang disekap di sebuah hotel..
Bola - 2 jam yang lalu

Kemana Lionel Messi Hengkang?

Kondisi tersebut tak serta merta menghilangkan gosip kepergian Lionel Messi dari tim yang telah membesarkan namanya tersebut.
Bola - 3 jam yang lalu

Manchester City Seri Melawan Everton

Beritacenter.com - Skuad Manchester City tidak berhasil meraih poin sempurna saat bertanding melawan Everton di..
News - 4 jam yang lalu

Kasus Habib Rizieq Dituangkan ke Dalam Berkas Perkara

Beritacenter.com - Polda Metro Jaya memastikan telah memeriksa Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi terkait kasus..
Software - 5 jam yang lalu

Aplikasi WhatsApp Kembangkan Fitur Pengiriman Transfer Uang

Beritacenter.com - Aplikasi Chat Whats App merupakan aplikasi pesan singkat yang begitu populer di kalangan..
News - 6 jam yang lalu

Pansus : KPK Punya Banyak Catatan Minus

Kemudian, Pansus menilai dalam fungsi supervisi, KPK lebih cenderung menangani sendiri tanpa koordinasi. Dibandingkan..
Bola - 7 jam yang lalu

Ederson Siap Antarkan Manchester City Gelar Juara

Beritacenter.com - Kiper termahal di dunia Ederson Moraes bercita-cita ingin membawa Manchester City berhasil..
Entertainment - 7 jam yang lalu

Rahasia Kehidupan Orang Kaya yang Jarang Diketahui Orang Banyak

Di era media sosial di mana banyak orang seolah berlomba memamerkan segala hal, para super kaya ini justru..
Nasional - 8 jam yang lalu

Mantan Hakim Ungkap KPK Pernah Merekayasa Kasus

Beritacenter.com - Mantan hakim pengadilan negeri Jakarta Pusat telah melaporkan penyalahgunaan wewenang maupun..
Opini - 8 jam yang lalu

Pancasila dan Agama Harus Berdampingan

Dalam Negara NKRI fungsi seperti ini sudah teruji selama puluhan tahun. Agama bisa berkontribusi untuk mewujudkan..
Kriminal - 9 jam yang lalu

Polisi Terus Menggali Informasi Terkait Permpokan Toko Emas di Tulungagung

Polisi mengungkapkan jika Nomor Polisi Suzuki Satria Fu AG 6171 RAP yang digunakan pelaku diidentifikasi milik Ani..
Kesehatan - 9 jam yang lalu

Awas, Jangan Lukis Tato di Tangan Dengan Henna Jika Tidak Ingin Seperti Ini

Beritacenter.com - Bahaya pemakaian henna terus terjadi menimpa para pecinta lukisan tato indah di tangan. Korbannya..
Bola - 10 jam yang lalu

Pelatih Liverpool Mengagumi Setiap Anak Asuhnya tetapi Tidak Akan Memuji Secara Berlebihan

Penampilan apik Sadio Mane tersebut diharapkan terus berlanjut saat bersua Hoffenheim pada leg kedua playoff Liga..
News - 10 jam yang lalu

Polisi Rangkul 'Pak Ogah' Untuk Dilibatkan Mengatur Lalu Lintas

Beritacenter.com - Polda Metro Jaya berencana merangkul para 'Pak Ogah' untuk dilibatkan membantu mengatur lalu..
News - 10 jam yang lalu

Pansus Sudah Punya Agenda Terima Laporan Eks Hakim Syarifuddin

Kemudian di tahun 2013, PN Jakarta Selatan mengabulkan gugatan Syarifuddin. Dari putusan itu, KPK diminta membayar..
News - 11 jam yang lalu

Data Barang Sitaan KPK Tak Ada di Rupbasan, Pansus Angket : Ini Misteri..

Ini jadi misteri. Selama ini dikerjakan KPK, diadministrasikannya dimana. Sementara yang berwenang penuh hanya Rupbasan
Bola - 11 jam yang lalu

Tepis Rumor Hengkang, Zidane : Bale Bisa Jalani Musim yang Hebat Dengan Real Madrid

Beritacenter.com - Entrenador Real Madrid, Zinedine Zidane, berharap Gareth Bale bisa menjalani musim yang hebat..
Kriminal - 12 jam yang lalu

Apes! Motor Curian Kena Razia, Tiga Pelaku Curanmor Dibekuk

Beritacenter.COM - Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat, berhasil membekuk tiga spesialis..
News - 12 jam yang lalu

Jokowi : Tidak Ada yang Berusaha Melemahkan KPK, Semua Dukung Perkuat KPK

Sebagaimana di media telah dikatakan jika Jokowi berulang kali mengatakan, Indonesia sekarang masih membutuhkan KPK..
News - 12 jam yang lalu

Satgas Pangan Mabes Polri Gerebek Gudang Wortel Berbahaya untuk Anak

Beritacenter.com - Tim Satgas Pangan Mabes Polri berhasil menggerebek gudang penyimpanan benih wortel asal Tiongkok..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi